p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Potensi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL OPTIMALISASI PEMANFAATAN DRAINASE UNTUK PENANGGULANGAN BANJIR DENGAN METODE GIS DI KECAMATAN BATU AJI KOTA BATAM Roby Cahayadi; Yuanita FD Sidabutar; Nurhaida Pohan; Herlina Suciati
Jurnal Potensi Vol. 5 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v15i2.1979

Abstract

Kecamatan Batu Aji merupakan salah satu Kecamatan yang berada Kota Batam yang terbentuk berdasarkan Perda Kota Batam Nomor 2 Tahun 2005. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam, Kecamatan Batu Aji merupakan Sub Pusat Pelayanan Kota (SPPK) sebagai pusat pelayanan industri, permukiman, pariwisata, kepelabuhanan, pertahanan dan keamanan dan perdagangan jasa sehingga potensi pemanfaatan lahan dari kawasan lindung menjadi kawasan terbangun cukup tinggi. Dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir, wilayah Kecamatan Batu Aji sering terjadi banjir terutama saat terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang bersamaan dengan kondisi pasang air laut tinggi yang memberikan dampak terganggunya kegiatan masyarakat. Banjir dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah sistem drainase perkotaan yang tidak berfungsi dengan baik. Untuk dapat meminimalisir banjir diperlukan penyediaan infrastruktur yang memadai dalam hal ini penyediaan infrastruktur saluran drainase yang dapat berfungsi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan saluran drainase serta untuk memperoleh model optimasi pemanfaatan saluran drainase dalam menanggulangi banjir di Kecamatan Batu Aji Kota Batam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, pendekatan dilakukan secara deskriptif dan eksploratif dengan teknik analisis data primer dan sekunder menggunakan Geographical Information System (GIS). GIS merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis yang dapat membantu dalam penyusunan arah kebijakan pengembangan wilayah. Hasil dari penelitian terhadap 29 saluran drainase primer maupun sekunder yang diamati, diperoleh rekomendasi tindakan berupa pemeliharaan rutin sebanyak 26 saluran drainase, tindakan berkala pada 2 saluran drainase dan 1 saluran drainase memerlukan tindakan rehabilitasi. Berdasarkan hasil perhitungan kapasitas saluran terhadap curah hujan rencana 10 tahunan dan 50 tahunan, dari 29 saluran yang diamati terdapat 15 saluran yang saluran yang tidak mampu menampung debit air karena kapasitasnya telah terlampaui.
PENGARUH ASPEK LINGKUNGAN DAN TEKNIS TERHADAP PERENCANAAN KAWASAN INDUSTRI TEMBESI DI KECAMATAN SAGULUNG - KOTA BATAM Budiprasetiyo Kusumonugroho; Yuanita FD Sidabutar; Nurhaida Pohan
Jurnal Potensi Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v6i1.2169

Abstract

Perencanaan kawasan industri memerlukan pendekatan terpadu yang memperhatikan aspek lingkungan dan teknis sebagai prasyarat utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Kawasan Industri Tembesi di Kecamatan Sagulung, Kota Batam berkembang sebagai salah satu zona industri strategis karena kedekatannya dengan akses transportasi, permukiman tenaga kerja, serta keterhubungan dengan pusat aktivitas industri di Kota Batam. Namun, perkembangan kawasan ini turut menimbulkan berbagai tantangan, seperti meningkatnya tekanan terhadap sistem drainase, berkurangnya ruang terbuka hijau, potensi pencemaran lingkungan, serta meningkatnya beban infrastruktur jalan akibat lalu lintas logistik yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting Kawasan Industri Tembesi, mengidentifikasi permasalahan lingkungan dan teknis yang terjadi, serta merumuskan strategi pengembangan kawasan melalui analisis SWOT. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan analisis kuantitatif sederhana melalui skoring SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lingkungan, khususnya drainase, pengelolaan limbah, dan ketersediaan ruang terbuka hijau, serta aspek teknis berupa kondisi jalan, utilitas kawasan, dan kapasitas sistem drainase berpengaruh signifikan terhadap kualitas perencanaan kawasan industri. Strategi pengembangan diarahkan pada peningkatan kapasitas infrastruktur teknis, pengendalian tata guna lahan, penguatan pengelolaan lingkungan, serta penerapan konsep kawasan industri berkelanjutan.