Tren pola makan vegan di Surabaya meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan keberlanjutan lingkungan. Namun, adopsi produk makanan vegan masih menghadapi tantangan, terutama terkait dengan persepsi harga yang dianggap tinggi oleh sebagian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi harga dan minat beli produk makanan vegan di Surabaya serta mengeksplorasi strategi harga yang dapat meningkatkan aksesibilitas produk bagi berbagai segmen konsumen. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 85 responden di Surabaya yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Weight Means Score (WMS) untuk mengukur kecenderungan persepsi harga dan minat beli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga berada dalam kategori "Sangat Baik" (3,37), sementara minat beli berada dalam kategori "Baik" (2,98). Meskipun harga dinilai sepadan dengan kualitas, beberapa konsumen, terutama mahasiswa, masih menganggap produk vegan kurang terjangkau. Selain harga, faktor lain seperti cita rasa, kebiasaan konsumsi, dan ketersediaan produk juga turut berperan dalam keputusan pembelian. Oleh karena itu, diperlukan strategi harga yang lebih fleksibel, seperti pengembangan varian produk dengan rentang harga yang lebih luas, promosi berbasis loyalitas, serta edukasi mengenai manfaat kesehatan dan lingkungan dari produk vegan. Penelitian ini memberikan pemahaman bagi pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran yang lebih inklusif guna meningkatkan minat beli dan mendukung pertumbuhan pasar vegan di Surabaya.