Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analysis of Service Quality and Trust on Customer Satisfaction of Ojek Online in Banyuwangi Titin Lestariningsih
Jurnal Manajemen Teori dan Terapan | Journal of Theory and Applied Management Vol. 14 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmtt.v14i3.30033

Abstract

Gojek online is a partner for two-wheeled drivers who can contribute 8.2 trillion per year to the Indonesian economy. This study is to analyzes the factors that influence online motorcycle taxi customer satisfaction in Banyuwangi. This research is a type of explanatory quantitative research with causal prediction measuring the strength of the relationship between variables. The population in this study is application users (consumers) who have received online motorcycle taxi services in 2021 in Banyuwangi. The sample is 100 respondents. The data were processed using SPSS 21 and SmartPLS 3.0. The hypothesis was processed using Structural Equation Modeling Path Least Square (SEM-PLS). The results of this study indicate that service quality has a significant positive effect on customer satisfaction and trust. Trust has no significant effect on customer satisfaction. Service quality has no significant effect on customer satisfaction with trust moderation. This research is to improve the service quality of online motorcycle taxi partners.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMILIH DESTINASI WISATA KULINER DI KOTA SURABAYA Mau, Daniel Pandu; Mahmudi, Mahmudi; Lestariningsih, Titin; Mau, Yesarela Pandu; Artana, I Wayan Arta
Probisnis Vol 17, No 2: Agustus (2024)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/probisnis.v17i2.2958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak media sosial terhadap keputusan konsumen dalam memilih destinasi wisata kuliner di Kota Surabaya, yang berkembang pesat sebagai pusat kuliner. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam dan analisis konten media sosial terkait destinasi kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, terutama platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook, menjadi sumber utama informasi bagi konsumen mengenai destinasi kuliner. Foto-foto menarik, ulasan positif, dan interaksi aktif antara pengguna dan pemilik bisnis kuliner berperan penting dalam membentuk persepsi konsumen, baik positif maupun negatif, terhadap suatu tempat makan. Konten media sosial yang paling berpengaruh mencakup foto makanan yang menggugah selera, ulasan positif, serta tanggapan responsif terhadap umpan balik konsumen. Interaksi ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga membangun hubungan personal yang lebih erat, serta mengkomunikasikan nilai-nilai bisnis. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pemilik bisnis kuliner dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif melalui media sosial, sekaligus menyumbang pada pengembangan literatur tentang dampak media sosial dalam konteks pariwisata kuliner.
Jaminan Keamanan dan Keselamatan Pengunjung pada Destinasi Wisata Tjhing, Man lie; Rusmini, Andin; Lestariningsih, Titin
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JIMI - JANUARI
Publisher : PT. PENERBIT TIGA MUTIARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/jimi.v2i1.95

Abstract

Over time, engaging in tourism has evolved into a necessity for acquiring delightful experiences. However, such tourism activities also carry inherent risks that can potentially harm visitors. This research, adopting a qualitative approach through a literature study, employs data collection methods by referencing legal documents, pertinent articles, and books relevant to the study. The research findings underscore that legal frameworks guarantee the rights of tourists to protection, safety, and security. Consequently, it is imperative for tourism managers to prioritize the safety of visitors arising from the activities involved. This involves the implementation of robust Standard Operating Procedures (SOP), effective mitigation procedures, optimal functioning of infrastructure, provision of adequate safety equipment, and continuous enhancement of staff competencies. Owners of tourist attractions bear the responsibility of ensuring both the safety and legal protection of visitors, acknowledging the mutual benefits derived from the presence of tourists. Thus, a comprehensive and proactive approach to safety measures is essential in fostering a secure and enjoyable environment for all visitors.
PEMANFAATAN LABU KUNING DALAM PEMBUATAN KUE BEBAS GLUTEN Bawa Mulyono Hadi; Ivy Dian Puspitasari Prabowo; Titin Lestariningsih; Elvin Adisatria Lukman
The Sages Journal Vol. 2 No. 01 (2023): The Sages Journal: Culinary Science and Business_Agustus
Publisher : LPPM Akademi Sages

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61195/sages.v2i01.7

Abstract

Kue (cake) merupakan kudapan yang berkarakteristik lembut dan halus, dengan rasa yang cenderung manis. Sebagai jajanan yang populer di kalangan masyarakat, umumnya bahan dasar yang digunakan dalam pembuatannya adalah tepung terigu yang mengandung gluten sehingga produk olahannya tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang, khusunya penderita gluten intolerance. Melalui pendekatan eksperimental, dilakukan percobaan untuk mensubstitusikan tepung terigu dengan labu kuning yang diolah menjadi tepung. Namun, sample yang digunakan adalah tepung labu kuning yang diolah tanpa kulit dan tepung labu kuning yang diolah menggunakan kulit dengan perbandingan 1:1 dan 1:4. Untuk mengetahui tingkat kesukaan atau keberterimaannya terhadap konsumen, maka dilakukan uji organoleptik terhadap 100 panelis dengan penilaian 1-7 (amat sangat tidak suka hingga amat sangat suka), terkait rasa, aroma, tekstur, bentuk, serta keseluruhannya. Hal ini juga dilakukan untuk menemukan formulasi yang tepat terhadap kue labu kuning gluten-free tersebut. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis uji-t dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang tepat berdasarkan dari kriteria penilaian penerimaan konsumen melalui uji organoleptik penggunaan tepung labu kuning yang diolah tanpa menggunakan kulitnya. Penilaian yang dihasilkan adalah rasa 6,25 (sangat suka), aroma 5,40 (Suka), tekstur 5,20 (suka), bentuk 4,91 (suka), dan penerimaan secara keseluruhan 5,94 (sangat suka). Hasil tersebut menunjukkan bahwa labu kuning yang diyakini memiliki kandungan nilai gizi yang tinggi sangat potensial untuk dikembangkan sebagai alternatif bahan baku atau substitusi baku pada berbagai produk olahan pangan. Pemanfaatan labu kuning tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah labu kuning dan mendukung upaya pemerintah dalam penganekaragaman pangan.
TRANSFORMASI KONSUMSI JAMU DI KALANGAN GENERASI MUDA: ANALISIS DI SEMARANG SELATAN Yahya, Beatrix Noviyanti; Taufiq, Achmad; Lestariningsih, Titin; Prabowo, Ivy Dian Puspitasari
The Sages Journal Vol. 2 No. 02 (2024): The Sages Journal: Culinary Science and Business_Februari
Publisher : LPPM Akademi Sages

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61195/sages.v2i02.11

Abstract

Jamu, obat herbal tradisional, adalah bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang berfungsi sebagai ramuan tradisional untuk kesehatan dan pengobatan. Peningkatan minat terhadap jamu terjadi selama pandemi COVID-19, tetapi tantangan muncul di kalangan generasi muda yang lebih memilih solusi kesehatan modern dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi preferensi dan perilaku konsumsi jamu di kalangan generasi muda di Semarang Selatan, dengan fokus pada alasan konsumsi dan penolakan serta jenis produk yang dikonsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dari 122 responden berusia 18-25 tahun. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif untuk menggambarkan distribusi dan frekuensi respons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,7% responden mengkonsumsi jamu, dengan alasan utama manfaat kesehatan, meskipun frekuensi konsumsi bervariasi. Penolakan terhadap jamu sering disebabkan oleh rasa pahit, bau tidak sedap, dan tampilan yang tidak menarik. Sebagian besar responden lebih menyukai produk olahan jamu modern seperti permen dan es krim. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa meskipun ada minat yang signifikan, inovasi dalam produk dan strategi pemasaran yang efektif diperlukan untuk meningkatkan penerimaan di kalangan generasi muda. Berdasarkah hasil penelitian tersebut, maka produsen jamu perlu untuk terus berinovasi dan memperbarui pendekatan pemasaran mereka agar lebih sesuai dengan preferensi generasi muda.
ANALISIS MINAT DAN PERILAKU KONSUMSI MAKANAN VEGAN DI KALANGAN GENERASI MUDA DI SURABAYA BARAT Agatha, Olivia; Taufiq, Achmad; Lestariningsih, Titin; Hadi, Bawa Mulyono
The Sages Journal Vol. 2 No. 02 (2024): The Sages Journal: Culinary Science and Business_Februari
Publisher : LPPM Akademi Sages

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61195/sages.v2i02.17

Abstract

Peningkatan kesadaran akan kesehatan dan keberlanjutan lingkungan telah mendorong adopsi pola makan vegan di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat dan perilaku konsumsi makanan vegan di kalangan individu berusia 17-25 tahun di Surabaya Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan distribusi kuesioner kepada 55 responden untuk mengumpulkan data mengenai karakteristik demografis, kebiasaan konsumsi, dan pemahaman tentang makanan vegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% responden tertarik pada makanan vegan, dengan alasan utama yaitu kesehatan (78%), diikuti oleh faktor lingkungan (13%). Sebagian besar responden (73%) lebih sering mengonsumsi makanan sehat dibandingkan junk food, dan mayoritas memahami veganisme sebagai diet yang tidak mengonsumsi protein hewani (76%). Temuan ini mengindikasikan adanya ketertarikan tinggi terhadap makanan vegan di kalangan generasi muda, meskipun terdapat variasi dalam pemahaman mengenai veganisme. Berdasarkan hal tersebut, maka disarakan perlu adanya edukasi yang lebih mendalam mengenai veganisme dan pengembangan produk yang lebih sesuai dengan preferensi konsumen muda.
PERAN DEKORASI KUE DALAM MENARIK PERHATIAN KONSUMEN DAN MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN DI RECOLTE PATISSERIE SURABAYA Octarani, Valerie; Lestariningsih, Titin; Taufiq, Achmad; Hadi, Bawa Mulyono
The Sages Journal Vol. 2 No. 02 (2024): The Sages Journal: Culinary Science and Business_Februari
Publisher : LPPM Akademi Sages

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61195/sages.v2i02.18

Abstract

Di tengah persaingan bisnis yang ketat, di mana kepuasan pelanggan menjadi kunci utama keberhasilan perusahaan, diperlukan adanya orientasi pemasaran yang komprehensif. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh dekorasi kue terhadap persepsi dan keputusan pembelian konsumen di Recolte Patisserie, Surabaya. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana atribut visual dari dekorasi kue dapat mempengaruhi persepsi konsumen dan keputusan pembelian mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan penelitian terdiri dari pemilik toko, karyawan, dan konsumen yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekorasi kue yang menarik secara visual memainkan peran penting dalam menarik perhatian konsumen dan mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Konsumen menganggap dekorasi kue sebagai faktor penting selain rasa dalam memilih produk. Penggunaan media sosial seperti Instagram dan TikTok juga terbukti efektif dalam mempromosikan dekorasi kue dan menarik minat konsumen. Selain itu, pengalaman positif di offline store dan dekorasi yang disesuaikan dengan tema musiman atau acara khusus turut meningkatkan daya tarik produk. Kesimpulannya, dekorasi kue memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Recolte Patisserie. Strategi pemasaran yang memperhatikan estetika dan tren dekorasi dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, serta memperkuat daya saing perusahaan di pasar yang kompetitif.
KULINER LOKAL SEBAGAI DAYA TARIK KOTA MALANG Prabowo, Ivy Dian Puspitasari; Lestariningsih, Titin; Mau, Daniel Pandu
Jurnal Industri Parawisata Vol 6, No 2 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v6i2.1476

Abstract

Perkembangan kuliner Indonesia terus berubah dengan hidangan yang semakin unik dan nikmat. Industri kuliner lokal semakin tergeser. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kuliner khas kota Malang yang menjadi daya tarik wisata. Menjamurnya bisnis kuliner yaitu: restoran, kafe dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Koridor Jalan Sukarno Hatta Malang, menambah kota ini tidak ada sepinya siang malam ramai. Jenis penelitian kualitatf dengan pendekatan literatur review. Pengumpulan data melalui penelusuran situs Google, Google Scholar, Researchgate, Simantic, neliti. Hasil penelitian menunjukkan kuliner lokal menjadi daya tarik wisatawan datang untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat sudah seharusnya bersama-sama bersinergitas dan kolaborasi dalam meningkatkan brand kota kuliner sebagai kota kuliner dengan mengadakan event – event yang dapat menarik, wisatawan menikmati sajian kuliner kas Malang. Melestarikan makanan lokal yang menjadi khas Malang. Menata dan memberikan ruang bagi pelaku usaha bisnis kuliner sehingga dapat dengan mudah para wisatawan menemukan makanan dan minuman khas lokal Malang.
Eksplorasi Model Pengalaman Konsumen di Bar Kota Surabaya Lestariningsih, Titin; Widodo, Yoseph Agung Priyo; Chrismartin, Paulus Yehuda
JURNAL EMA (Ekonomi Manajemen Akuntansi) Vol 9, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/ema.v9i2.470

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kreativitas bartender dalam menciptakan pengalaman minum yang menyenangkan di bar di Surabaya, dengan mengeksplorasi bagaimana pendekatan inovatif mereka meningkatkan kualitas minuman yang disajikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana praktik kreatif ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kepuasan pelanggan, tetapi juga reputasi bar di Surabaya secara keseluruhan. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dengan wawancara kepada bartender dan konsumen kafe di Surabaya. Penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi dalam menciptakan minuman berkualitas untuk meningkatkan pengalaman konsumen di industri bar. Rekomendasi bagi manajer bar mencakup peningkatan fokus pada pengembangan minuman kreatif dan inovatif serta perbaikan berkelanjutan pada kualitas produk untuk memperkuat loyalitas pelanggan dan memperbaiki kepuasan konsumen. Pemilik bar, kafe, dan bartender di Surabaya perlu berkolaborasi lebih erat dengan industri pariwisata untuk mempromosikan minuman khas yang terinspirasi dari budaya lokal. Dalam era digital, bar dan kafe di Surabaya harus memanfaatkan media sosial untuk menampilkan kreativitas bartender mereka.
Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik: Melalui Keterampilan Kewirausahaan Lestariningsih, Titin; Mau, Daniel Pandu; Prabowo, Ivy Dian Puspitasari; Mahmudi, Mahmudi; Tarigan, Daniel Christian; Dachi, Andreas Aditama
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan keterampilan kewirausahaan sebagai sumber penghasilan tambahan. Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, pendidik dituntut tidak hanya memiliki kompetensi dalam bidang akademik, tetapi juga kemampuan berwirausaha untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kegiatan ini melibatkan serangkaian pelatihan yang mencakup materi dasar kewirausahaan, pengelolaan usaha, serta strategi pemasaran yang aplikatif. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam merintis usaha kecil, yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan. Selain itu, program ini juga mendorong terciptanya inovasi dan kreativitas di kalangan pendidik, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan pendidikan dan masyarakat. Melalui pengabdian ini, diharapkan tenaga pendidik dapat lebih mandiri secara finansial dan termotivasi untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan yang berkelanjutan.