Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETERMINAN DAYA SAING DESTINASI UNTUK MEWUJUDKAN PEMASARAN PARIWISATA BERKELANJUTAN PADA OBYEK WISATA SEJARAH DI KOTA SEMARANG Kuswardhani, DC; Endang Yani, Tri
Media Riset Bisnis & Manajemen Vol. 21 No. 2 (2021): Media Riset Bisnis & Manajemen
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v21i2.13992

Abstract

Abstrak Tujuan - Tujuan penelitian ini memberikan kontribusi terbentuknya rumusan daya saing destinasi untuk mewujudkan paradigma baru pemasaran pariwisata, sehingga diharapkan akan muncul konsep pemasaran pariwisata berkelanjutan Desain/Metodologi/Pendekatan - Variabel yang diuji untuk membangun Daya Saing Destinasi pada obyek Wisata Sejarah di kota Semarang adalah Atraksi Wisata, Kualitas Kawasan Wisata dan Destination Image. Daya Saing Destinasi diharapkan mampu memediasi pengaruh Destination Image pada Pemasaran Pariwisata Berkelanjutan Populasi adalah semua pengunjung obyek wisata Sejarah di kota Semarang, sedangkan sampel ditentukan sebesar 150, responden ditentukan dengan menggunakan teknik Cluster Sampling. Alat analisis yang dipergunakan adalah Structural Equation Medelling (SEM) dengan aplikasi program Partial Least Square (PLS) yaitu smartPLS.3.0 Hasil Penelitian - Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Daya Saing Destinasi dapat dimanifestasikan melalui pengelolaan Atraksi Wisata, Kualitas Kawasan Wisata dan Destination Image yang optimal. Pemasaran Pariwisata Berkelanjutan pada Obyek Wisata Sejarah di Kota Semarang dapat diaplikasikan melalui Daya Saing Destinasi. Destination Image secara langsung tidak signifikan mempengaruhi Pemasaran Pariwisata Berkelanjutan. Daya Saing Destinasi mampu berfungsi sebagai perfect mediation pengaruh Destination Image pada Pemasaran Pariwisata Berkelanjutan pada Obyek Wisata Sejarah di Kota Semarang. Daya Saing Destinasi dipengaruhi Atraksi Wisata, Kualitas Kawasan Wisata dan Destination Image sebesar 52,793%. Nilai Q Square variabel Daya Saing Destinasi menunjukkan bahwa model memiliki predictive relevance moderate pada Atraksi Wisata, Kualitas Kawasan Wisata dan Destination Image dengan Daya Saing Destinasi Obyek Wisata Sejarah di Kota Semarang karena nilai yang dihasikan sebesar 0.2787 (>0). Pemasaran Pariwisata Berkelanjutan dipengaruhi Destination Image Obyek Wisata di Kota Semarang sebesar 40,068%. Nilai Q Square variabel Daya Saing Destinasi menunjukkan bahwa model memiliki predictive relevance moderate pada Daya Saing Destinasi Obyek Wisata Sejarah di Kota Semarang karena nilai yang dihasikan sebesar 0,1605 (>0 ) Keterbaruan/Nilai - Rumusan pemasaran pariwisata berkelanjutan pada obyek wisata sejarah di kota Semarang Abstract Objectives - The purpose of this research is to contribute to the formulation of destination competitiveness to realize a new paradigm of tourism marketing, so that it is hoped that the concept of sustainable tourism marketing will emerge. Design/Methodology/Approach - The variables tested to build Destination Competitiveness on historical tourism objects in Semarang are tourist attractions, quality of tourist areas and destination images. Destination Competitiveness is expected to be able to mediate the influence of Destination Image on Sustainable Tourism Marketing. The population is all visitors to historical tourism objects in the city of Semarang, while the sample is determined at 150, the respondents are determined using the Cluster Sampling technique. The analytical tool used is Structural Equation Medelling (SEM) with the application of the Partial Least Square (PLS) program, namely smartPLS.3.0 Research Results - The results of hypothesis testing indicate that Destination Competitiveness can be manifested through optimal management of Tourist Attractions, Quality of Tourist Areas and Destination Image. Sustainable Tourism Marketing on Historical Tourism Objects in Semarang City can be applied through Destination Competitiveness. Destination Image directly does not significantly affect Sustainable Tourism Marketing. Destination Competitiveness is able to function as a perfect mediation of the influence of Destination Image on Sustainable Tourism Marketing on Historical Tourism Objects in Semarang City. Destination competitiveness is influenced by tourist attractions, quality of tourist areas and destination image by 52.793%. The value of Q Square of the Destination Competitiveness variable shows that the model has moderate predictive relevance in Tourist Attractions, Quality of Tourist Areas and Destination Image with Competitiveness of Historical Tourist Destinations in Semarang City because the value generated is 0.2787 (> 0). Sustainable Tourism Marketing is influenced by Destination Image of Tourism Objects in Semarang City by 40.068%. The value of Q Square of the Destination Competitiveness variable shows that the model has moderate predictive relevance on the Competitiveness of Historical Tourism Destinations in Semarang City because the value generated is 0.1605 (> 0 ) Recency/Value - The formulation of sustainable tourism marketing on historical tourism objects
IMPLEMENTASI KEWIRAUSAHAAN BERBASIS LINGKUNGAN: PEMBUATAN LILIN AROMA TERAPI DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH Endang Yani, Tri; Wibisono, Totok; Sujito, Sujito
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8842

Abstract

  ABSTRAK Kewirausahaan berbasis lingkungan adalah konsep bisnis yang menekankan penggunaan inovasi dan kreativitas untuk mengatasi masalah lingkungan dan keberlanjutan. Pendekatan ini bertujuan tidak hanya bisnis yang menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga berdampak positif pada lingkungan. Peluang bisnis yang berbasis lingkungan diantaranya adalah daur ulang dan pengelolaan limbah. Minyak jelantah merupakan salah satu limbah yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan sebagai bahan baku suatu produk. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kewirausahaan berbasis lingkungan dan memberikan pelatihan tentang pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai suatu peluang bisnis. Sasaran dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah para pelaku UMKM di Kelurahan Rejosari Semarang Timur. Target yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat memahami tentang kewirausahaan berbasis lingkungan, dan dapat menerapkannya sebagai suatu usaha yang menghasilkan keuntungan finansial. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat  adalah metode sosialisasi, edukasi dan pelatihan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan  pengetahuan dan pemahaman tentang Kewirausahaan barbasis lingkungan, peningkatan semangat berwirausaha berbasis lingkungan, kesadaran terhadap lingkungan yang aman dari pencemaran dan peningkatan kemampuan mengelola limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini diharapkan bisa membangkitkan ide-ide kreatif bagi para peserta pengabdian untuk berwirausaha berbasis lingkungan. ABSTRACT Environmentally based entrepreneurship is a business concept that emphasizes the use of innovation and creativity to address environmental and sustainability issues. This approach aims not only for businesses to generate financial profits, but also to have a positive impact on the environment. Environmentally based business opportunities include recycling and waste management. Used cooking oil is a type of waste that can be recycled and used as a raw material for a product. The purpose of this community service program is to educate the public about environmentally based entrepreneurship and provide training on utilizing used cooking oil into aromatherapy candles as a business opportunity. The target of this community service program is MSMEs in Rejosari Village, East Semarang. The target to be achieved is for the community to understand environmental-based entrepreneurship and be able to apply it as a business that generates financial profits. The methods of implementing community service program activities are socialization, education, and training. The results of this community service program are increased knowledge and understanding of environmental-based entrepreneurship, increased enthusiasm for environmental-based entrepreneurship, awareness of a safe environment from pollution, and increased ability to manage used cooking oil waste into products with economic value. This activity is expected to generate creative ideas for community service participants to become environmentally based entrepreneurs.