Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kualitas Butir Soal AKM Literasi dan Numerasi Fiqih dengan Model Rasch Berbasis Software Quest Dewi Setia Rahayu; Himawan Putranta
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi hasil belajar merupakan kegiatan penting untuk mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan menilai kualitas butir soal mata pelajaran Fikih pada materi mawaris dengan menggunakan perangkat analisis berbasis perangkat lunak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan subjek 30 siswi kelas XII IPA Unggulan Madrasah Aliyah NU Banat Kudus, Jawa Tengah. Instrumen penelitian berupa 10 butir soal yang dikumpulkan melalui formulir digital dan dianalisis menggunakan pendekatan Teori Respons Butir dengan model Rasch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan butir soal memiliki kualitas baik dan layak digunakan. Analisis mendetail memperlihatkan sembilan butir soal sesuai dengan model, sementara satu butir soal tidak sesuai. Tingkat reliabilitas item mencapai kategori tinggi, sedangkan reliabilitas responden berada pada kategori rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi instrumen untuk mendukung kualitas pembelajaran.
Pemikiran Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manār QS. Al-Baqarah 31 dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Dewi Setia Rahayu; Maragustam Siregar
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v1i2.91

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi modernisasi pendidikan Islam dalam mengahadapi peradaban umat Islam kontemporer.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah Tafsir al-Manār karya Muhammad Rasyid Ridha, sedangkan sumber sekunder berasal dari literatur terkait pemikiran modernisme Islam dan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Rasyid Ridha bercorak religius–rasional modernis. Berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 31, Rasyid Ridha mrngungkapkan pendidikan Islam dipahami sebagai proses pengembangan akal untuk memahami realitas secara bermakna serta bertujuan membentuk manusia khalifah yang aktif, berdaya saing, dan bertanggung jawab. Kurikulum pendidikan Islam menurut Ridha harus bersifat integratif, menggabungkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern, serta menolak fatalisme dan praktik keagamaan yang melemahkan daya ikhtiar. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Rasyid Ridha memiliki relevansi kuat dengan pendidikan Islam kontemporer, terutama dalam penguatan rasionalitas, integrasi IMTAQ dan IPTEK, serta modernisasi pendidikan Islam tanpa kehilangan identitas keislaman.
Pengaruh Motivasi, Model Pembelajaran, dan Budaya Sekolah terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar Dewi Setia Rahayu; Sedya Santoso; Murtono
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v1i2.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar, model pembelajaran, dan budaya sekolah terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda terhadap 40 siswa sebagai responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar PAI, yang ditunjukkan oleh nilai uji parsial motivasi belajar (t = –1.760; p = 0.087), model pembelajaran (t = –0.292; p = 0.772), dan budaya sekolah (t = 1.314; p = 0.197), serta uji simultan yang juga tidak signifikan (F = 1.123; p = 0.353). Nilai koefisien determinasi (R² = 0.086) menunjukkan bahwa hanya 8,6% variasi prestasi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Dengan demikian, ketiga faktor yang diteliti bukan merupakan prediktor utama prestasi PAI. Penelitian ini merekomendasikan perlunya memasukkan variabel tambahan seperti efikasi diri, kemampuan awal, dan dukungan keluarga untuk memperoleh model prediksi yang lebih komprehensif.
Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama Islam Pasca 2019: Studi Literatur di Madrasah dan Pesantren Dewi Setia Rahayu; Ahmad Bayu Permana; Muhammad Rafif Said
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jimi.v1i2.107

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan Pendidikan Agama Islam di Madrasah dan Pesantren berdasarkan KMA No. 183 dan 184 Tahun 2019 serta UU No. 18 Tahun 2019, yang bertujuan memperkuat mutu, karakter, dan daya saing Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Permasalahan yang dikaji adalah sejauh mana kebijakan tersebut diimplementasikan secara efektif di kedua lembaga yang memiliki karakteristik berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui analisis dokumen kebijakan, literatur akademik, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Pendidikan Agama Islam di Madrasah berjalan efektif melalui modernisasi kurikulum berbasis moderasi beragama, penguatan kompetensi abad ke-21, serta penerapan pembelajaran kolaboratif meskipun masih terkendala sumber daya dan pelatihan guru. Sementara itu, Pesantren mengimplementasikan UU No. 18 Tahun 2019 dengan mempertahankan metode tradisional seperti sorogan dan bandongan serta mengembangkan pesantren khalafi yang mengintegrasikan pendidikan umum sehingga tercipta sinergi antara modernisasi pendidikan dan pelestarian nilai-nilai tradisional Islam. Meski demikian secara keseluruhan, kebijakan ini menciptakan integrasi pendidikan agama islam yang kuat di Indonesia, yaitu antara modernisasi pendidikan di Madrasah dan pelestarian nilai tradisional di Pesantren.