Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of the Patient's Level of Knowledge and Attitude about BUD (Beyond Use Date) in Sharia Pharmacies Navianti, Ilmi; Meiti Rosmiati
Journal of Scientific Insights Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jsi.v2i4.511

Abstract

This study aims to analyze patients’ level of knowledge and attitudes toward Beyond Use Date (BUD) at Sharia Pharmacy. BUD refers to the time limit after which a drug’s stability and effectiveness can no longer be guaranteed once its original packaging is opened or the medication is compounded. Public awareness of BUD remains relatively low, which poses potential health risks due to improper drug storage and use. This research employs a descriptive cross-sectional approach with purposive sampling involving 95 respondents who completed an online questionnaire. The data were analyzed using univariate and bivariate methods, including the Chi-Square test. Results revealed that the majority of respondents were females (73%) aged 17–25 years (82%), with a high school level of education (58%). Overall, 36.8% of respondents demonstrated low knowledge of BUD, while 63.1% showed a concerned attitude toward the issue. Interestingly, no significant correlation was found between education level and knowledge (p = 0.232), nor between gender and attitude (p = 0.073), although the latter approached statistical significance. The study highlights the crucial role of pharmaceutical personnel in educating patients about proper drug storage, especially concerning BUD. Enhanced community education programs are necessary to improve knowledge and behavior, thereby ensuring safe and effective medication use at home and reducing the risk of adverse drug outcomes.  
Pola Penggunaan Obat Acetylcystein pada Terapi Batuk di Puskesmas Ahmad Yani Periode Januari-Februari 2025 Aulya Putiandini Gunawan; Meiti Rosmiati
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 5 (2025): Sep-Okt
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i5.530

Abstract

Batuk merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan pasien di fasilitas layanan kesehatan tingkat satu, termasuk di Puskesmas Ahmad Yani. Salah satu terapi simptomatik yang umum digunakan adalah acetylcysteine, mukolitik yang bekerja memecah ikatan disulfida dalam mukus untuk mempermudah ekskresi sekret. Meskipun penggunaannya luas, variasi dalam dosis, frekuensi, dan durasi pemberian sering terjadi di praktik klinis dan belum banyak dievaluasi di tingkat puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat acetylcysteine pada pasien batuk di Puskesmas Ahmad Yani selama periode Januari-Februari 2025. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif dengan pengambilan data dari rekam medis pasien batuk yang mendapatkan acetylcysteine. Data dianalisis untuk mengetahui distribusi dosis, frekuensi, durasi pemberian, serta karakteristik pasien berdasarkan usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 27% pasien yang datang dengan keluhan batuk menerima diagnosis penyakit batuk dan seluruhnya mendapatkan terapi acetylcysteine. Kelompok usia dewasa paling dominan, dengan jenis batuk produktif sebagai indikasi terbanyak. Beberapa ketidaksesuaian dengan pedoman terapi juga ditemukan, terutama pada durasi pemberian dan frekuensi dosis. Temuan ini menunjukkan perlunya evaluasi rutin terhadap pola peresepan untuk memastikan penggunaan obat secara efektif di Puskesmas Ahmad Yani.
Pola Penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Rawat Jalan di Rsud Oto Iskandar Dinata Soreang Periode Desember 2024 – Februari 2025 Lestari, Nanda Nur; Meiti Rosmiati
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 5 (2025): Sep-Okt
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i5.516

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan salah satu penyebab utama terjadinya resistensi antibiotik yang menjadi permasalahan global dalam dunia kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antibiotik pada pasien rawat jalan di RSUD Oto Iskandar Dinata Soreang. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif melalui telaah data rekam medis dan resep pasien rawat jalan pada periode Desember 2024 hingga Februari 2025. Data yang dikumpulkan meliputi jenis antibiotik yang digunakan,Frekuensi penggunaan dan kesesuaian dengan pedoman terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah cefiksime 62% diikuti oleh levofloxacin 15% co- amoxiclav 8% dan clindamisin 5%. Sebagian besar antibiotik diresepkan untuk infeksi saluran pernapasan atas dan infeksi kulit. Evaluasi rasionalitas berdasarkan kriteria WHO menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik masih perlu ditingkatkan dalam aspek pemilihan jenis obat dan indikasi penggunaannya. Diperlukan upaya pengawasan dan edukasi berkelanjutan kepada tenaga kesehatan guna meningkatkan rasionalitas penggunaan antibiotik di pelayanan rawat jalan.
Evaluasi Kepatuhan Label Produk Minyak Kelapa Murni terhadap Peraturan Bpom dan Standar Nasional Indonesia (SNI) Inda, Anselma Rosita; Meiti Rosmiati
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 2 No. 5 (2025): September-Oktober
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v2i5.546

Abstract

Minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO) termasuk produk pangan fungsional yang semakin diminati konsumen sebayi diyakini mengandung manfaat kesehatan. Seiring meningkatnya permintaan, transparansi informasi melalui label kemasan menjadi aspek penting untuk menjamin keamanan, mutu, dan perlindungan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan label produk VCO yang beredar di pasaran terhadap regulasi yang ditentukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2022. Metode penelitian yang dipergunakan ialah observasional melalui pendekatan analisis isi (content analysis), di mana enam sampel produk VCO dikumpulkan dari daerah dan perkotaan. Setiap label dievaluasi menggunakan checklist kepatuhan berdasarkan ketentuan PerBPOM No.1 Tahun 2022, serta SNI 7381:2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar produk telah mencantumkan informasi dasar seperti nama produk, nama produsen,petunjuk penyimpanan. Namun, masih terdapat ketidakpatuhan pada aspek Informasi Nilai Gizi, tanggal kadarluasa dan klaim kesehatan yang belum sepenuhnya sesuai dengan persyaratan regulasi. Tingkat kepatuhan pada produk daerah berkisar 42% dan produk kota berkisar 73%, Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan serta peningkatan kesadaran produsen untuk mematuhi ketentuan label pangan. Penelitian ini harapanya bisa dijadikan rekomendasi untuk  industri pangan dan otoritas terkait dalam meningkatkan mutu dan daya saing produk VCO di pasar domestik maupun ekspor.