Zakia, Intan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review: Faktor-Faktor Risiko Pre eklamsia pada Kehamilan Rahayu, Sri Rahayu; Anissa, Sarah; Zakia, Intan; Wandasari, Desi; Nurutamiyah; Komariyah; Rostinah; Addawiyah, Rubiatul; Adelina N, Elma; Fitri , Diah Nur; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeclampsia is hypertension that occurs after 20 weeks of pregnancy accompanied by proteinuria. Preeclampsia is a specific pregnancy hypertensive disease with multisystem involvement. It usually occurs after 20 weeks of pregnancy, more often in more mature gestational ages, and can overlap with other hypertensive disorders. The maternal mortality rate in Indonesia is dominated by preeclampsia as the second highest cause after bleeding. Several predictors can be categorized as risk factors that can be used to increase awareness in caring for pregnant women with preeclampsia to avoid complications. The purpose of this literature review of several journals is to determine the risk factors for preeclampsia in pregnancy. The method used to conduct a literature review uses relevant keywords, namely preeclampsia in pregnancy, preeclampsia factors. The conclusion of the literature review to determine the risk factors for preeclampsia is the age of the pregnant mother, parity of pregnancy, history of hypertension, and the level of stress or anxiety in pregnant women and the level of nutritional adequacy of pregnant women and BMI.   Abstrak Preeklampsia adalah hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai proteinuria. Preeklampsia adalah penyakit hipertensi kehamilan spesifik dengan keterlibatan multisistem. Biasanya terjadi setelah 20 minggu kehamilan, lebih sering pada umur kehamilan yang semakin matang, dan dapat tumpang tindih dengan gangguan hipertensi lainnya. Angka kematian ibu di Indonesia didominasi oleh preeklampsia sebagai penyebab tertinggi kedua setelah perdarahan. Beberapa prediktor dapat dikategorikan sebagai faktor risiko yang dapat digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam asuhan ibu hamil dengan preeklampsia untuk menghindari komplikasi. Tujuan literature review dari beberapa jurnal ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor risiko  terjadi nya preeklamsia pada kehamilan. Metode yang digunakan melakukan literature review menggunakan kata kunci yang relevan yaitu preeklamsia pada kehamilan, faktor faktor preeklamsia. Kesimpulan dari literature review untuk mengetahui Faktor risiko terjadinya preeklampsia yaitu usia ibu hamil, paritas kehamilan, riwayat hipertensi, serta tingkat stress atau cemas pada ibu hamil dan tingkat kecukupan gizi ibu hamil serta IMT.
Edukasi Massage Sidelying Effleurage untuk Mengurangi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil di Puskesmas Jimbaran Kabupaten Semarang Zakia, Intan; Murwanti; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back pain is a common complaint experienced by pregnant women and may reduce comfort during pregnancy. One non-pharmacological method to relieve back pain is Sidelying Effleurage Massage. This community service activity aimed to improve pregnant women’s knowledge of Sidelying Effleurage Massage as a strategy to reduce back pain during pregnancy. The activity was conducted on December 8, 2025, at Jimbaran Public Health Center, Semarang Regency, involving 14 pregnant women. The methods included health education, demonstration, and hands-on practice of the Sidelying Effleurage Massage technique. Evaluation was carried out using pretest and posttest questionnaires to assess participants’ knowledge before and after the intervention. Data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and the Paired T-Test. The results showed that the mean knowledge score increased from 5.86 ± 1.41 in the pretest to 12.14 ± 1.35 in the posttest, with a mean difference of 6.29. The Paired T-Test indicated a statistically significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.001). In conclusion, education on Sidelying Effleurage Massage accompanied by demonstration and direct practice was effective in improving pregnant women’s knowledge as a non-pharmacological effort to reduce back pain during pregnancy. This educational intervention is expected to be applied independently by pregnant women and integrated into maternal health services.   Abstrak Nyeri punggung merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil dan dapat mengganggu kenyamanan selama kehamilan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri punggung adalah Massage Sidelying Effleurage. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang teknik Massage Sidelying Effleurage sebagai upaya mengurangi nyeri punggung selama kehamilan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2025 di Puskesmas Jimbaran, Kabupaten Semarang, dengan melibatkan 14 ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung teknik Massage Sidelying Effleurage. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Paired T-Test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan ibu hamil meningkat dari 5,86 ± 1,41 pada pretest menjadi 12,14 ± 1,35 pada posttest, dengan selisih mean sebesar 6,29. Uji Paired T-Test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan posttest (p < 0,001). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi Massage Sidelying Effleurage yang disertai demonstrasi dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebagai upaya nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri punggung selama kehamilan. Diharapkan edukasi ini dapat diterapkan secara mandiri oleh ibu hamil dan dikembangkan dalam pelayanan kesehatan ibu.