Nabilah Nuraini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Program ODOA (One Day One Ayat) Terhadap Kompetensi Tahfidz Al-Qur'an Siswa SMP Ibnu Sina Bandung Ibrahim Nurrasyid Faruqi; Dedih Surana; Nabilah Nuraini
Bandung Conference Series: Islamic Education 539-546
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24677

Abstract

Abstract. This study examines the influence of the ODOA (One Day One Ayat) Program-a daily Qur'anic memorization habit integrated with the Ummi Method-on students' Qur'anic memorization competence at SMP Ibnu Sina Bandung. Although the program has been implemented routinely, its measurable contribution to memorization outcomes at the junior-secondary level had not previously been evaluated empirically. A quantitative ex post facto design was used, strengthened by data triangulation from a Likert-scale questionnaire, direct memorization tests, non-participatory observation, and semi-structured interviews. Ninety-two students were selected through proportionate stratified random sampling from a population of 120. Data were analyzed using descriptive statistics, the Kolmogorov-Smirnov normality test, a linearity test, Pearson product-moment correlation, simple linear regression, and Cohen's f² effect size. Results indicate that the ODOA Program falls into the moderate category (mean = 34.07 of an ideal 80, or 42.59%), while memorization competence falls into the moderate-to-high category (mean = 66.36 of an ideal 120, or 55.30%). A strong, positive, and statistically significant relationship was found between the two variables (r = 0.6453; t = 8.0146 > t-table; Ŷ = 25.18 + 1.21X), with the program explaining 41.65% of the variance in memorization competence (r² = 0.4165) and yielding a large practical effect (Cohen's f² = 0.7137). Triangulated data confirmed these findings: students at the Tajwid-Turjuman level retained 89.50% of their memorization after one month, compared with 73.25% among the Jilid-Ghorib group. These findings suggest that consistency-based memorization habits, when paired with a structured reading-quality framework, meaningfully strengthen students' Qur'anic memorization competence. Abstrak. Penelitian ini mengkaji pengaruh Program ODOA (One Day One Ayat)-pembiasaan menghafal Al-Qur'an harian yang diintegrasikan dengan Metode Ummi-terhadap kompetensi tahfidz Al-Qur'an siswa SMP Ibnu Sina Bandung. Meskipun program ini telah berjalan secara rutin, kontribusinya terhadap capaian hafalan siswa belum pernah dievaluasi secara empiris dan terukur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto, diperkuat triangulasi data dari angket skala Likert, tes hafalan langsung, observasi non-partisipatif, dan wawancara semi-terstruktur. Sebanyak 92 siswa dipilih melalui proportionate stratified random sampling dari populasi 120 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas, korelasi Product Moment Pearson, regresi linier sederhana, dan effect size Cohen's f². Hasil menunjukkan Program ODOA berada pada kategori sedang (rata-rata 34,07 dari skor ideal 80 atau 42,59%), sedangkan kompetensi tahfidz siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi (rata-rata 66,36 dari skor ideal 120 atau 55,30%). Ditemukan hubungan yang kuat, positif, dan signifikan antara kedua variabel (r = 0,6453; t = 8,0146 > t-tabel; Ŷ = 25,18 + 1,21X), dengan Program ODOA menjelaskan 41,65% variansi kompetensi tahfidz (r² = 0,4165) serta memberikan efek praktis yang besar (Cohen's f² = 0,7137). Verifikasi triangulasi mengonfirmasi temuan ini: siswa level Tajwid-Turjuman mempertahankan 89,50% hafalannya setelah satu bulan, dibandingkan 73,25% pada kelompok Jilid-Ghorib. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan menghafal berbasis konsistensi, jika dipadukan dengan kerangka mutu bacaan yang terstruktur, secara bermakna memperkuat kompetensi tahfidz Al-Qur'an siswa.
Nilai Pendidikan Dari QS. Al-Hasyr Ayat 18-20 Tentang Kesadaran Eksistensial Muhammad Fajri Al Atsari; Fitroh Hayati; Nabilah Nuraini
Bandung Conference Series: Islamic Education 987-993
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26036

Abstract

Abstract. This study examines the educational values contained in QS. Al-Hasyr verses 18–20 concerning existential awareness. Current social realities indicate a decline in existential awareness among the younger generation, reflected in the increase of bullying cases in educational settings from 285 cases in 2023 to 573 cases in 2024, according to data from the Indonesian National Police Criminal Information Center (Pusiknas Polri). This phenomenon highlights the need to strengthen existential awareness within Islamic education. This study employs a qualitative approach using library research and the tahlili method of Qur’anic exegesis. The primary sources include Tafsir Al-Qur'an Al-‘Azhim by Ibn Kathir, Jami’ al-Bayan by Ath-Tabari, Aysar al-Tafasir by Abu Bakr Al-Jazairi, Tafsir Al-Maraghi by Al-Maraghi, and Ruh al-Ma’ani by Al-Alusi. The findings reveal that QS. Al-Hasyr verses 18–20 contain seven dimensions of existential awareness: muhasabah (self-reflection), life orientation toward the Hereafter, responsibility for the freedom to act, awareness of the transient nature of worldly life, awareness of Allah’s presence as the foundation of existence, moral awareness and integrity, and awareness of human limitations before Allah. These dimensions give rise to seven educational values: reflective character development, meaningful life orientation, moral responsibility, productive use of time, spiritual development, cultivation of noble character, and humility (tawadhu’) accompanied by dependence upon Allah. This study concludes that QS. Al-Hasyr verses 18–20 provides a comprehensive foundation for fostering existential awareness and nurturing individuals who are pious, morally upright, responsible, and oriented toward success in both this world and the Hereafter. Keywords: QS. Al-Hasyr verses 18–20, Islamic Educational Values, Existential Awareness. Abstrak. Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan dari QS. Al-Hasyr ayat 18-20 tentang kesadaran eksistensial. Realitas sosial menunjukkan memudarnya kesadaran eksistensial di kalangan generasi muda, ditandai dengan peningkatan kasus perundungan di lingkungan pendidikan dari 285 kasus (2023) menjadi 573 kasus (2024) berdasarkan data Pusiknas Polri. Fenomena ini mendasari perlunya revitalisasi dalam membangun kesadaran eksistensial di ranah pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir tahlili. Sumber data primer adalah Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim karya Ibnu Katsir, Tafsir Jami’ul Bayan karya Ath-Thabari, Aysar At-Tafasir karya Abu Bakar Al-Jazairy, Tafsir Al-Maraghi karya Al-Maraghi, dan Tafsir Ruhul Ma’ani karya Al-Alusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Hasyr ayat 18–20 mengandung tujuh esensi kesadaran eksistensial, yaitu muhasabah sebagai kesadaran diri, orientasi hidup menuju akhirat, tanggung jawab atas kebebasan bertindak, kesadaran akan kefanaan dunia, kesadaran kehadiran Allah sebagai landasan eksistensi, kesadaran moral dan integritas, serta kesadaran akan keterbatasan manusia di hadapan Allah. Dari ketujuh esensi tersebut ditemukan tujuh nilai pendidikan yang meliputi pembentukan karakter reflektif, orientasi hidup yang bermakna, tanggung jawab moral, pemanfaatan waktu secara produktif, penguatan spiritualitas, pembinaan akhlak mulia, dan penanaman sikap tawadhu’ serta ketergantungan kepada Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa QS. Al-Hasyr ayat 18–20 merupakan fondasi pendidikan Islam yang komprehensif dalam membangun kesadaran eksistensial sehingga mampu membentuk pribadi yang bertakwa, berkarakter, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebahagiaan dunia serta akhirat. Kata kunci: QS. Al-Hasyr ayat 18–20, Nilai pendidikan Islam, Kesadaran eksistensial.