p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pharmacoscript
Nurul, Auliasari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM PENGHANTARAN OBAT ACNE PATCH DARI ISOLAT PIPERIN SEBAGAI ANTI JERAWAT Retty, Handayani; Nurul, Auliasari; Zahra Shafira Nur, Aurulianti
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2128

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang timbul akibat peradangan pada folikel pilosebasea yang salah satunya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Piperin (Piper nigrum L.) merupakan senyawa utama pada tumbuhan lada hitam yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antijerawat dari isolat piperin dalam bentuk sediaan acne patch. Pada penelitian ini isolat piperin dilakukan uji karakteristik menggunakan Spektrometri Massa (MS) untuk melihat analisis fragmen molekul yang diperoleh yang diperoleh. Basis patch diformulasikan dengan variasi konsentrasi HPMC dan PEG 400 dan dibuat dengan metode solvent casting. Formulasi acne patch dibuat dalam empat variasi formula dengan konsentrasi isolat piperin yaitu F0 tanpa isolat; F1 isolat 20%; F2 isolat 30%; F3 isolat 40%. Sediaan acne patch dievaluasi stabilitas fisik meliputi organoleptik, keseragaman bobot, ketebalan patch, ketahanan lipat, pH, susut pengeringan dan daya serap kelembaban. Uji aktivitas antijerawat dilakukan terhadap bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan acne patch dengan konsentrasi 20%, 30% dan 40% menghasilkan sediaan patch dengan stabilitas fisik yang baik dan memiliki aktivitas antijerawat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter hambat pada F1 isolat 20% memiliki daya hambat 12,99 ± 1,62 mm (F1, 20%), 13,29 ± 0,28 mm (F2, 30%), dan 13,49 ± 1,17 mm (F3, 40%), yang termasuk kategori daya hambat kuat.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL α- MANGOSTIN DENGAN VARIASI KITOSAN-TPP SEBAGAI POLIMER Nurul, Auliasari; Rizki Fatimah, Azzahra; Aji, Najihudin
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1660

Abstract

Tanaman manggis mengandung senyawa α-Mangostin yang merupakan senyawa turunan dari senyawa Xanton. α-Mangostin memiliki banyak aktivitas salah satunya adalah antibakteri. Kekurangan senyawa α-Mangostin yaitu stabilitas yang kurang baik, karakteristik yang sensitif dan mudah teroksidasi. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut dibuatlah sistem penghantaran nanopartikel dengan menggunakan variasi kitosan dan TPP sebagai polimer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan formulasi dan karakterisasi nanopartikel α-Mangostin dari kulit buah manggis dengan variasi kitosan-TPP sebagai  polimer dan menentukan formula terbaik dari nanopartikel α-Mangostin dengan variasi kitosan-TPP sebagai polimer. Pada penelitian ini dilakukan formulasi nanopartikel kosong dengan variasi kitosan yaitu F1, F2 dan F3 adalah 1,4 mg/mL; 2,8 mg/mL, dan 5,6 mg/mL. Kemudian α-Mangostin diformulasikan kedalam nanopartikel dengan variasi konsentrasi diantaranya F1, F2 dan F3 adalah 0,0125 mg/mL; 0,0250 mg/mL; dan 0,0500 mg/mL menggunakan metode gelasi ionik. Selanjutnya, nanopartikel dievaluasi meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas dan efisiensi enkapsulasi. Formula terbaik nanopartikel yang dihasilkan yaitu pada F1 dengan konsentrasi kitosan 1,4 mg/mL; TPP 1,47 mg/mL; dan   α-Mangostin 0,0125 mg/mL dengan ukuran partikel yaitu 813 nm ± 0,818 dan indeks polidispersitas 0,604 ± 0,004 serta efisiensi enkapsulasi sebesar 94,565% ± 0,563. Hal ini menunjukkan bahwa isolat α-Mangostin berhasil terenkapsulasi dalam sistem pembawa nanopartikel dan diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan hayati obat.