Complete basic immunization is a public health program designed to protect children from infectious diseases. However, the coverage at Banda Aceh City Health Center remains below the national target of 95%. Several obstacles were identified, including limited parental education, insufficient use of digital media, lack of family support programs, and weak monitoring of children who did not receive immunization. This study aims to evaluate the implementation of complete basic immunization and formulate strategies for policy improvement. The research employed a survey method using questionnaires distributed to mothers with children aged 0–12 months. Respondents were randomly selected with inclusion criteria of infants registered in Posyandu/Health Centers and exclusion criteria of infants undergoing treatment. Data were analyzed using Pearson Correlation and Multiple Linear Regression. The findings show that parental knowledge and attitudes, access to health services, the role of health workers, and government policies significantly influence immunization completeness (p<0.05). These results align with Lawrence Green’s model, where knowledge and attitudes act as predisposing factors, service access as enabling, and health worker roles and policies as reinforcing factors. Recommendations include strengthening digital-based education (WhatsApp, health applications, official websites), family assistance through persuasive communication, optimizing the role of health workers, providing incentives for facilities achieving targets, and ensuring continuous monitoring and evaluation. ABSTRAKImunisasi dasar lengkap merupakan program kesehatan masyarakat yang bertujuan melindungi anak dari penyakit menular. Namun, cakupan di Puskesmas Kota Banda Aceh masih rendah, belum mencapai target nasional 95%. Beberapa kendala yang ditemukan yaitu kurangnya edukasi kepada orang tua, minimnya pemanfaatan media digital, belum adanya program pendampingan keluarga, serta lemahnya monitoring anak yang tidak mendapatkan imunisasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan imunisasi dasar lengkap dan merumuskan strategi peningkatan kebijakan. Metode yang digunakan adalah survei dengan kuesioner kepada ibu yang memiliki anak usia 0–12 bulan. Responden dipilih secara acak dengan kriteria inklusi bayi yang terdaftar di Posyandu/Puskesmas dan eksklusi bayi yang sedang menjalani pengobatan. Analisis data dilakukan menggunakan Korelasi Pearson dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pengetahuan dan sikap orang tua, akses layanan kesehatan, peran petugas, serta kebijakan pemerintah terhadap kelengkapan imunisasi (p<0,05). Temuan ini sesuai dengan model Lawrence Green, di mana pengetahuan dan sikap menjadi faktor predisposing, akses layanan sebagai enabling, sedangkan peran petugas dan kebijakan sebagai reinforcing. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan edukasi berbasis digital (WhatsApp, aplikasi kesehatan, situs web resmi), pendampingan keluarga dengan komunikasi persuasif, optimalisasi peran tenaga kesehatan, pemberian insentif bagi fasilitas yang mencapai target, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.