Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Estetika Kerinduan: Kajian Stilistika pada Syair “Syibām al-Hubb” Hutama, Lanang
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 2 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang kajian stilistika yang terkandung dalam syair Syibam al-Hubb karya Abu Sa’ad An-Nasywandali. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat dalam syair tersebut. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya bahasa yang diutarakan oleh penulis dalam syair Syibam al-Hubb. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif-deskriptif yang bersifat metode analisis isi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa puisi Syibam al-Hubb memiliki beragam gaya bahasa dalam menyampaikan rasa rindunya terhadap Hadramaut. Dari penelitian ini, berbagai teknik stilistika yang ditemukan dalam syair ini antara lain pemilihan kata yang sangat spesifik dan bermakna mendalam, penggunaan judul yang mencerminkan salah satu kota wisata di Hadramaut sebagai representasi dari kerinduan penulis, serta pemanfaatan metafora yang menyimbolkan perasaan rindu yang mendalam. Selain itu, struktur kalimat yang digunakan dalam syair ini turut memperkaya pesan yang ingin disampaikan. Dengan demikian, penelitian ini mengungkapkan bahwa gaya bahasa dalam Syibam al-Hubb sangat efektif dalam menggambarkan perasaan rindu terhadap tanah kelahiran dan keindahan Hadramaut
Hamemayu Hayuning Bawono Dalam Ekoteologi Keseimbangan Pada Surat Ar-Rahman 6-10 Hutama, Lanang
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v7i2.29077

Abstract

Abstract This study examines the relationship between the Javanese philosophy of Hamemayu Hayuning Bawono and the concept of balance (al-mīzān) in Islamic eco-theology as reflected in Surah Ar-Rahman, verses 6–10. Using a qualitative approach based on library research through content and comparative analysis, this study explores how Islamic teachings and Javanese wisdom provide guidance in maintaining environmental balance. The results show a harmony between the two in affirming human responsibility to care for nature, maintain the balance of life, and avoid excessive and wasteful attitudes. The synthesis of these values produces an ethical framework relevant to modern environmental issues such as waste management and ecological degradation, particularly in Yogyakarta. The novelty of this research lies in the revelation of the conceptual relationship between Hamemayu Hayuning Bawono and al-mīzān in shaping a society's character based on spiritual and cultural values. This research contributes to the development of a new paradigm of Islamic eco-theology integrated with local philosophy, while strengthening environmental conservation efforts through moral, religious, and cultural approaches. Keywords: Balance Principle; Ecotheology; Environmental Ethics; Javanese Philosophy; Quran
Peran Strategis Tokoh Pendidikan Asal Hadrami Di Jakarta Dalam Proses Kemerdekaan Indonesia Hutama, Lanang
JSI: Jurnal Sejarah Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Sejarah Islam
Publisher : Progam Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis tokoh-tokoh Hadrami di Jakarta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui jalur politik, sosial, dan pendidikan. Sebagai bagian dari diaspora Arab yang telah lama berintegrasi dengan masyarakat lokal, komunitas Hadrami menunjukkan kontribusi signifikan dalam membentuk identitas nasional melalui lembaga pendidikan, media, dan organisasi sosial. Dengan menggunakan pendekatan teori Representasi Stuart Hall, penelitian ini menganalisis bagaimana tokoh-tokoh Hadrami merepresentasikan identitas mereka secara simbolik dalam ruang sosial-politik kolonial. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif berbasis kajian pustaka historis dan sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh Hadrami tidak hanya memainkan peran sebagai elite religius dan ekonomi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memperkuat kesadaran kolektif terhadap nasionalisme dan anti-kolonialisme. Penelitian ini mengisi celah kajian sebelumnya dengan menyoroti konstruksi identitas politik melalui strategi simbolik komunitas Hadrami pra-kemerdekaan.
Budaya Kopi Global dan Perubahan Gaya Hidup Perkotaan di Makkah Hutama, Lanang
Jurnal ICMES Vol 9 No 2 (2025): Jurnal ICMES: The Journal of Middle East Studies
Publisher : Indonesia Center for Middle East Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35748/jurnalicmes.v9i2.237

Abstract

This study examines the shift in coffee consumption culture in Saudi Arabia as a result of cultural globalization, with a focus on the younger generation around Masjid al-Haram and Masjid al-Nabawi. Arabic coffee (qahwa), which was previously rooted in family and assembly traditions, is now undergoing a transformation into a part of urban lifestyle and symbolic consumption. This phenomenon is reflected in the emergence of modern coffee shops such as Ratio and Moment Coffee which function as new social spaces in religious areas. This research uses a qualitative approach with case studies, supported by the theories of cultural globalization, globalization, and symbolic consumption. Data were obtained through participatory observation and interviews with coffee shop visitors. The findings of the study show that coffee consumption transforms into a medium for negotiating the identity, modernity, and cosmopolitan aspirations of the younger generation, without completely eliminating local cultural references. Local values have not vanished, but are reinterpreted and contextualized in modern consumption practices, thus creating a hybrid cultural space between tradition and globalization in the daily lives of Saudi people.