Tren berkain yang berkembang di media sosial, khususnyaInstagram, menjadi indikator meningkatnya kesadaran generasi kiniterhadap pelestarian budaya lokal. Kampanye #BerkainGembira olehkomunitas Swara Gembira dan Remaja Nusantara mendorong penggunaankain tradisional dalam aktivitas sehari-hari, sebagai bentuk apresiasi danpelestarian budaya yang mulai dilupakan. Di sisi lain, kebaya kutu barusebagai busana tradisional Indonesia tetap relevan dan diminati karena nilaiestetika, kenyamanan, serta makna budaya yang terkandung di dalamnya.Kebaya ini mengalami adaptasi modern melalui penggunaan brokat, teknikdigital print, dan modifikasi bentuk seperti bef lancip serta sambunganstagen. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kebaya kutu baru denganmempertahankan pakem dasar, serta mengadaptasi motif batik udan lirisyang sebagai inspirasi motif dalam busana. Penggabungan teknik bordirdalam desain ini diharapkan menghasilkan kebaya kutu baru dengan nuansayang klasik, namun tetap menjaga akar tradisinya. Pendekatan ini tidakhanya memperbarui tampilan kebaya agar sesuai tren masa kini, tetapi jugamemperkuat identitas budaya dalam konteks modern.Kata kunci: kebaya kutu baru, Motif batik udan liris, Teknik Bordir.