Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN KANDUNGAN TANIN ANTARA SINGKONG MENTAH DAN BERAS SINGKONG (RASI): IMPLIKASI TERHADAP KEAMANAN DAN NILAI GIZI PANGAN LOKAL Athqiassalma, Siti; Yulianti, Reina; Widana, Agus; Nabila, Dinah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48992

Abstract

Singkong (Manihot esculenta) merupakan sumber karbohidrat yang melimpah dan menjadi salah satu pangan lokal utama di Indonesia. Namun, penggunaannya dalam konsumsi luas sering dibatasi oleh kandungan senyawa antinutrien seperti tanin dan HCN (hidrogen sianida) yang berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Salah satu bentuk olahan singkong adalah beras singkong (rasi), yang dibuat tanpa fermentasi dan secara tradisional digunakan sebagai alternatif nasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan HCN antara singkong mentah dan rasi, sebagai indikator potensi penurunan antinutrien melalui proses pengolahan sederhana. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari singkong mentah (kontrol) dan rasi hasil pengolahan tanpa fermentasi, masing-masing dengan berat bahan 1 g, 2 g, dan 3 g. Pengujian kandungan HCN dilakukan menggunakan metode spektrofotometri, dan setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar HCN pada singkong mentah sebesar 0,86 ppm, sedangkan pada rasi terjadi penurunan bertahap menjadi 0,76 ppm (1 g), 0,38 ppm (2 g), dan 0,16 ppm (3 g). Penurunan ini menunjukkan bahwa proses pengolahan non-fermentatif cukup efektif dalam mereduksi antinutrien yang berbahaya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulan dari penelitian ini adalah bahwa rasi dapat menjadi pangan lokal alternatif yang lebih aman dan berpotensi memiliki nilai gizi yang lebih baik dibandingkan singkong mentah. Pengembangan rasi sangat penting dalam mendukung upaya diversifikasi pangan yang aman dan bergizi di tingkat rumah tangga maupun industri kecil.
Assessing Fungal Diversity in a Tropical Urban River Through Environmental DNA Metagenomics Sukma, Kenia Permata; Widana, Agus; Depi, Sinta; Nabila, Dinah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.11063

Abstract

Fungal community composition and abundance in river ecosystems are highly responsive to hydrological processes, terrestrial runoff, and anthropogenic pressures, making riverine fungi a sensitive biological indicator of water quality and overall ecological condition. This study employed Oxford Nanopore-based shotgun metagenomics to characterize fungal communities from two segments in Cikapundung River, Indonesia, differing in human impact. Water samples were vacuum-filtered, DNA was extracted and sequenced, and taxonomic profiles were generated. Results revealed that both sites were dominated by plant-associated Ascomycota, particularly several Pyricularia species, indicating strong terrestrial-aquatic connectivity driven by riparian plants and terrestrial plant debris entering the river. Cikapundung B site exhibited higher fungal abundance and diversity than Cikapundung A site, while Bray-Curtis PCoA showed clear compositional separation between sites, reflecting spatial ecological stress. Although a considerable proportion of reads remained unclassified due to limited fungal reference genomes, dominant taxa provided ecologically meaningful insights. These findings demonstrate that fungal environmental DNA could indicate environmental conditions in tropical urban rivers and highlight the potential and limitation of metagenomic approaches for river health monitoring and watershed management.