Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN SLOW STROKE BACK MASSAGE (SSBM) DALAM MENURUNKAN NYERI KEPALA DAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS MACCINI SAWAH Ndari, Sriwulan; Asfar, Akbar; Jama, Fatma; Agustini, Tutik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49563

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak terjadi dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah adalah terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM), yaitu teknik manipulasi dengan pijatan lembut pada jaringan tubuh. Terapi ini bertujuan untuk memberikan efek relaksasi pada fisiologis tubuh, terutama pada sistem vaskular, muskular, dan saraf, sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Penelitian Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan terapi SSBM dalam menurunkan tekanan darah dan skala nyeri pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Maccini Sawah, Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui observasi langsung pada pasien hipertensi yang menerima terapi SSBM. Pengumpulan data menggunakan metode asuhan keperawatan yang dimulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil penelitian implementasi intervensi menunjukkan bahwa pada Ny. A, terjadi penurunan tekanan darah dan skala nyeri yang signifikan, dari 160/80 mmHg dengan skala 5 (nyeri sedang) sebelum terapi menjadi 130/70 mmHg dengan skala 2 (nyeri ringan) setelah terapi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan terapi SSBM efektif dalam menurunkan nyeri kepala dan tekanan darah pasien. Dengan demikian, diharapkan penderita hipertensi dapat memanfaatkan terapi SSBM sebagai salah satu metode pengelolaan tekanan darah yang aman dan efektif, terutama jika diterapkan secara teratur. Terapi ini dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin menurunkan nyeri kepala dan tekanan darah tanpa obat atau sebagai pelengkap dalam penatalaksanaan hipertensi secara menyeluruh.
Edukasi Kesehatan Penggunaan Kontrasepsi Dalam Mendukung Keluarga Berencana (KB)Pada Masyarakat Dusun Maccini Parang Kelurahan Maccini Sawah Emin, Wan Sulastri; Ndari, Sriwulan; Laboro, Pratiwinsih; Rauf, Dessy Angraeni
Window of Community Dedication Journal Vol.6 No.2 (Desember ,2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.vi.2929

Abstract

Indonesia menjadi negara yang sangat berkembang pesat dalam pertambahan jumlah penduduk, dimana memiliki jumlah penduduk terbesar keempat setelah negara China, India, dan Amerika Serikat. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia dan menempati urutan ke empat setelah China. Pertumbuhan populasi di Indonesia pada tahun 2024 berhasil mencapai jumlah 281.603 juta jiwa. informasi dan akses terhadap alat kontrasepsi serta layanan kesehatan reproduksi sehingga pasangan usia subur dapat merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak-anak mereka. Program ini menawarkan berbagai metode kontrasepsi yang aman dan efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Tidak hanya mengendalikan pertumbuhan penduduk, program KB juga dapat membantu meningkatkan kesehatan ibu dan anak sehingga dapat mengurangi angka kematian ibu dan anak. Metode kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan oleh 10 mahasiswa profesi ners, bersama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Maccini Sawah dalam rangka penyuluhan kepada masyarakat yang dibantu oleh kader-kader setempat. Penyuluhan ini dilaksanakan di Puskesmas Maccini Sawah, dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2024 selama 30 menit. Media yang digunakan pada saat penyuluhan yaitu leaflet sehingga bisa mendengarkan dan membaca materi yang ada. Hasil dari penyuluhan ini sebelum melakukan penyuluhan diberikan pre-test kepada peserta penyuluhan yang berjumlah 20 orang didapatkan peserta dengan pengetahuan baik 10 orang dan pengetahuan kurang 10 orang. Kesimpulan dari kegiatan penyuluhan ini peserta PUS yang mengikuti penyuluhan dapat mengetahui cara menggunakan dan memilih jenis alat kontrasepsi sesuai.