Kabupaten Jember memiliki potensi besar di sektor pertanian, namun kendala utama yang dihadapi petani adalah tingginya harga pupuk. Di sisi lain, Kecamatan Puger memiliki PT Pertama Mina Sutra Perkasa, perusahaan penambangan batugamping yang menghasilkan limbah berupa apal dan debu halus yang belum dimanfaatkan optimal. Batugamping mengandung kalsium dan magnesium yang penting bagi pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah, sehingga berpotensi dijadikan bahan campuran pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sisa hasil tambang batugamping sebagai bahan dasar pupuk organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Proses pembuatan pupuk dilakukan dengan tiga proporsi bahan: (1) 60% batugamping, 20% batufosfat, dan 20% tetes tebu serta urine kambing; (2) 25% batugamping, 25% batufosfat, dan 50% kotoran kambing fermentasi; serta (3) 10% batugamping, 10% batufosfat, dan 80% kotoran kambing fermentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi ketiga memberikan nilai C-organik tertinggi yaitu 6,92% serta peningkatan kandungan hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P₂O₅), dan kalium (K₂O). Batugamping berperan penting dalam meningkatkan pH dan kandungan kalsium pupuk, sedangkan kotoran kambing menambah unsur organik dan nitrogen. Meskipun belum sepenuhnya memenuhi standar SNI 7763:2018, hasil penelitian ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan pupuk organik berbasis limbah tambang demi mendukung pertanian berkelanjutan.