Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RISK FACTORS FOR MORTALITY IN PEDIATRIC TRAUMATIC BRAIN INJURY IN THE PEDIATRIC INTENSIVE CARE UNIT (PICU) OF RSUD DR. MOEWARDI Rusyda, Ayusya Khairunnisa; Sri Martuti; Aisya Fikritama Aditya
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v12i3.665

Abstract

Traumatic brain injury (TBI) represents the most common type of injury globally and can lead to death or permanent disability in children. In Indonesia, most existing studies have concentrated on adult TBI cases. This study aimed to identify the risk factors associated with mortality in pediatric patients with traumatic brain injury. This research employed an analytical observational approach with a cross-sectional design. Data were obtained from the medical records of pediatric patients aged 1–18 years diagnosed with TBI and admitted to the PICU of RSUD Dr. Moewardi between January and December 2023. A total of 40 patients were included. Statistical analyses were conducted using the Chi-square or Fisher's Exact test and logistic regression via SPSS. Mortality occurred in 25% of the patients (10 out of 40). Bivariate analysis indicated that a Glasgow Coma Scale (GCS) score ≤8 (OR = 36; 95% CI = 3.79–342.02; p < 0.001) and abnormal pupillary response (OR = 7.99; 95% CI = 2.73–84.18; p = 0.047) were significantly associated with mortality. Multivariate analysis identified a GCS score ≤8 as the most significant risk factor (OR = 22.87; 95% CI = 2.15–243.20; p = 0.009), followed by abnormal pupillary response (OR = 7.99; 95% CI = 2.73–84.18; p = 0.047). In conclusion, a GCS score ≤8 and abnormal pupillary response are significant risk factors for mortality in pediatric TBI patients admitted to the PICU of RSUD Dr. Moewardi.
Edukasi dengan Booklet sebagai Upaya Pendampingan Ibu Hamil untuk Cegah Anemia dan KEK di Boyolali Shabrina, Amalina; Santoso, Christopher; Putra, Danendra Pratama Purnama; Wicaksono, Raden Reza Andhika; Haq, Anjani I'anatul; Valeria, Annisa Hanindira; Rusyda, Ayusya Khairunnisa; Varansia, Brigitta Viki; Susanto, Siti Hanifah Hanun; Qurratulaini, Syafiqah
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i1.100685

Abstract

Pendahuluan : Anemia dan kekurangan energi kronik (KEK) adalah dua penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi yang dialami oleh ibu hamil di Indonesia. Capaian program kesehatan terkait anemia dan KEK di Kabupaten Boyolali tahun 2021-2023 tercatat masih di bawah target. Kejadian anemia dan KEK masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Karanggede, Boyolali. Maka dari itu, diperlukan suatu upaya untuk mencegah timbulnya anemia dan KEK pada kehamilan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah kegiatan pendampingan terhadap ibu hamil.Metode : Kegiatan pendampingan ini merupakan rangkaian kelas ibu hamil yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu koordinasi, skrining, dan edukasi. Skrining anemia dan KEK dilaksanakan di Puskesmas Karanggede dengan peserta 17 ibu hamil. Edukasi dilakukan menggunakan Booklet yang ditampilkan di layar proyektor dengan peserta 17 ibu hamil dan 5 kader. Keberhasilan edukasi diukur dari pretest dan posttest.Hasil dan pembahasan : Hasil skrining menemukan bahwa 47% ibu hamil mengalami anemia dan tidak didapatkan ibu hamil KEK. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah edukasi, dilihat dari peningkatan skor rata-rata pretest dan posttest sebesar 20,9 poin dari 41,6 ke 62,5.Kesimpulan : Kegiatan pendampingan pada ibu hamil terlaksana dengan baik. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta dan menemukan prevalensi anemia dan KEK di wilayah kerja Puskesmas Karanggede. Ke depannya, pemberian edukasi kepada ibu hamil perlu dilakukan secara berkala.