Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH FAMILY SUPPORT TERHADAP KEBAHAGIAAN PADA REMAJA AKHIR DI KOTA MEDAN Zega, Juliar Herniat; Simarmata, Nenny Ika Putri
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v4i1.1224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Family Support Terhadap Kebahagiaan Pada Remaja Akhir Di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pengaruh Family Support terhadap Kebahagiaan pada Remaja Akhir di Kota Medan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil uji regresi sederhana yang telah dilakukan, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa hipotesis peneliti (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Sehingga analisisnya menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula kebahagiaan yang dirasakan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,315 mengindikasikan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh sebesar 31,5% terhadap kebahagiaan, sementara 68,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Family support yang mencakup dukungan informasional, penilaian, instrumental, dan emosional yang masing-masing membantu remaja menghadapi persoalan hidup, meningkatkan percaya diri, meringankan beban praktis, serta memberi rasa aman dan kasih sayang, sehingga bersama-sama membentuk kebahagiaan yang lebih stabil. Analisis data demografis memperlihatkan bahwa faktor usia, lamanya berdomisili, dan suku turut memengaruhi variasi skor kebahagiaan. Remaja usia 20–21 tahun, mereka yang telah lama berdomisili di Medan, serta responden dengan latar budaya kolektivistik (misalnya suku Batak) cenderung melaporkan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi. Aspek family support yang paling dominan berpengaruh adalah dukungan emosional, sementara aspek kebahagiaan yang paling menonjol adalah hubungan positif dengan orang lain dan optimisme realistis. Temuan ini menegaskan bahwa relasi hangat dalam keluarga dan sikap optimis merupakan kunci utama dalam menciptakan kebahagiaan remaja akhir