Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA BEHAVIOR DISORDER PADA REMAJA BROKEN HOME DI KOTA BLITAR Nockita, Choirunnisa Rizky
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/afeksi.v3i4.2165

Abstract

Anak-anak yang menjadi bagian dari keluarga yang berantakan cenderung tumbuh dan terbentuk dengan luka emosional, dan anak-anak yang memiliki luka emosional cenderung menyebabkan anak-anak menunjukkan perilaku menyimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran konkrit bagaimana dan apa yang menyebabkan anak-anak Broken Home menunjukkan perilaku menyimpang (behavior disorder) dan sebaliknya. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang dengan kriteria remaja dari keluarga Broken Home akibat perceraian. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara bebas terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan dukungan lingkungan yang baik akan lebih mudah mengatasi dampak-dampak dari Broken Home, antara lain luka batin, kebutuhan akan kasih sayang dan lain-lain. Sebaliknya, anak-anak yang kurang mendapat dukungan dari lingkungan sekitar akan kurang mampu bertahan dan mengatasi dampak dari Broken Home
Optimalisasi Pelayanan Bantuan Hukum di Kabupaten Blitar Susetiyo, Weppy; Anjarwati, Sulistyo; Nockita, Choirunnisa Rizky
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tanggal 25 Mei 2024, tim dari Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema "Optimalisasi Pelayanan Bantuan Hukum". Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengakses serta memanfaatkan layanan bantuan hukum, terutama bagi masyarakat miskin di Kabupaten Blitar. Metode diskusi dipilih untuk memungkinkan interaksi dua arah antara pembicara dan peserta, memastikan informasi dapat dipahami dan diterapkan dengan baik. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, ceramah, dan evaluasi. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Kabupaten Blitar memahami dan mengakses layanan bantuan hukum dengan lebih efektif, sehingga mendukung peningkatan kesejahteraan sosial.