Mathematical literacy is a crucial competency for students in facing the challenges of the 21st century. However, various studies indicate that Indonesian students’ mathematical literacy remains low, particularly in understanding and solving problems based on real-life contexts. This study aims to analyze junior high school students’ mathematical literacy in solving function-based problems, focusing on identifying high, medium, and low ability categories and the influencing factors. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving two eighth-grade classes at SMP Negeri 6 Ngabang as experimental and control groups. The main instruments were contextual function-based written tests and semi-structured interviews. Results showed that 82.9% of students were in the high category, 12.2% in the medium category, and 4.9% in the low category. Students in the high category solved problems using appropriate strategies and logical mathematical reasoning, while those in the low category struggled from the initial stage of understanding the problem context. Interviews revealed that the teacher’s firm and disciplined teaching style encouraged students to take notes and practice consistently, thereby improving their understanding of function material. The study concludes that consistent and adaptive instruction can enhance students’ mathematical literacy, though responsive approaches are still needed to address individual differences. ABSTRAKKemampuan literasi matematika merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa literasi matematika siswa di Indonesia masih tergolong rendah, terutama dalam memahami dan menyelesaikan soal berbasis konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika siswa SMP dalam menyelesaikan soal fungsi, dengan fokus pada identifikasi kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dan melibatkan dua kelas VIII di SMP Negeri 6 Ngabang sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen utama berupa tes tertulis berbasis soal fungsi kontekstual dan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82,9% siswa berada pada kategori tinggi, 12,2% pada kategori sedang, dan 4,9% pada kategori rendah. Siswa dalam kategori tinggi mampu menyelesaikan soal dengan strategi yang tepat dan alasan matematis yang logis, sedangkan siswa dalam kategori rendah mengalami kesulitan sejak tahap memahami konteks soal. Wawancara mengungkapkan bahwa gaya mengajar guru yang tegas dan disiplin mendorong siswa untuk mencatat dan berlatih secara konsisten, sehingga meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi fungsi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang konsisten dan adaptif dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa, namun tetap diperlukan pendekatan yang responsif terhadap variasi kemampuan individu.