Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Pengembangan Ruang Di Kawasan Perkotaan Pangkajene Ditinjau Dari Aspek RDTR dan LP2B Akmal, Alfiandi; Aksa, Nursyam; Handayani, Risma
LOSARI : Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman Vol. 10, No.2, Agustus 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan ruang di Kawasan Perkotaan Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang, ditinjau dari aspek Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Secara umum, pengembangan ruang di kawasan ini belum sepenuhnya terealisasi sesuai arahan RDTR yang telah ditetapkan. Salah satu kendala utama adalah keberadaan lahan sawah yang ditetapkan sebagai LP2B dan secara spasial berada dalam kawasan perencanaan RDTR. Kondisi tersebut memunculkan konflik pemanfaatan ruang antara kebutuhan pembangunan perkotaan dan upaya pelestarian lahan pertanian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meninjau kesesuaian pengembangan ruang perkotaan berdasarkan RDTR dan LP2B, serta merumuskan arahan pengembangan ruang yang mampu mensinergikan keduanya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis Sistem Informasi Geospasial (SIG) untuk identifikasi spasial serta analisis deskriptif untuk interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam batas kawasan perkotaan terdapat 378,88 Ha lahan LP2B, dengan 121,10 Ha di antaranya termasuk dalam perencanaan Sub BWP Prioritas. Selain itu, sebanyak 14 bidang lahan dengan luas 3,67 Ha telah mengalami alih fungsi menjadi permukiman. Temuan ini memperlihatkan adanya tekanan signifikan terhadap fungsi lahan pertanian yang dilindungi sekaligus menjadi hambatan bagi implementasi RDTR. Oleh karena itu, diperlukan integrasi pengembangan ruang dalam RDTR dengan ketentuan LP2B agar tercapai keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan perlindungan lahan pertanian.
Revitalisasi Kawasan Bersejarah Sebagai Objek Wisata Ulva, Nurfajriani; Halifah Mustami, Muhammad; Aksa, Nursyam
Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Vol. 3 No. 1 (2022): February
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jske.v3i1.399

Abstract

Tujuan Penelitian: Revitalisasi Kawasan merupakan upaya untuk menghidupkan kembali lingkungan dan upaya pelestarian kawasan budaya karena setiap kota memiliki kawasan cagar budaya yang perlu dilestarikan. Adanya ancaman modernisasi, sehingga perlu adanya upaya pelestarian seperti melakukan revitalisasi kawasan. Lokasi studi kasus dalam penelitian ini adalah kawasan bersejarah sebagai objek wisata di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa yaitu Mesjid Tua Katangka, Makam Sultan Hasanuddin dan Museum Balla Lompoa. Metodologi: Penelitian difokuskan pada jenis kegiatan revitalisasi apa yang perlu dilakukan pada kawasan bersejarah dan strategi pengembangan kawasan bersejarah pada lokasi penelitian. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis potensi kawasan dan analisis SWOT. Temuan Utama: Dari hasil analisa diatas dapat diketahui bahwa lokasi penelitian memiliki potensi (sosio-kultural, sosio-budaya, segi fisik lingkungan) dan strategi pengembangan kawasan meliputi kerjasama dengan instansi terkait, peningkatan infrastruktur kawasan untuk mendukung kegiatan dan aktivitas perkotaan, serta mengembangkan potensi budaya dan kesenian daerah melibatkan penduduk setempat disertai dengan sosialisasi pemahaman mengenai upaya-upaya terhadap pemeliharaan kawasan bersejarah sebagai bentuk revitalisasi kawasan. Keterbaruan/Keaslian penelitian: Sebagai rekomendasi, perlu dilakukan strategi pengembangan kawasan bersejarah, untuk menghidupkan kembali lingkungan, kawasan dan bagunan maupun infrastrukturnya yang sudah tidak berfungsi maksimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dasar kepada pemerintah dan masyarakat dalam hal mengenai sejarah di lokasi penelitian terkait dengan pelestarian dan pengembangan kawasan.