Abstract: The interior redesign of Genteng Baru Bus Station integrates Majapahit ornaments through a tropical architectural approach to create a transit place that preserves Nusantara culture, especially Majapahit culture. Majapahit ornaments, as a symbol of cultural heritage, are innovatively applied to interior elements such as walls, floors, columns, and ceilings to present a visual cultural identity. The tropical architectural approach is implemented through the selection of local materials such as red bricks and wood, as well as optimizing lighting and natural air circulation that create a comfortable and sustainable space. The purpose of this redesign is to preserve or introduce Majapahit ornaments and improve the terminal user experience by creating an aesthetic, functional space rooted in Majapahit local wisdom using qualitative-descriptive methods. The results are expected to be a model for public space design that respects history and culture, while being responsive Keywords: Ornaments Majapahit, Majapahit Kingdom, Architecture Tropic, Re-Design, and Bus Station of Genteng Baru Abstrak: Re-desain interior Terminal Genteng Baru mengintegrasikan ornamen Majapahit melalui pendekatan arsitektur tropis untuk menciptakan tempat transit yang melestarikan budaya Nusantara khususnya budaya Majapahit. Ornamen Majapahit, sebagai simbol warisan budaya, diterapkan secara inovatif pada elemen-elemen interior seperti dinding, lantai, kolom, dan plafon untuk menghadirkan identitas visual budaya. Pendekatan arsitektur tropis diimplementasikan melalui pemilihan material lokal seperti batu bata merah dan kayu, serta optimalisasi pencahayaan dan sirkulasi udara alami yang menciptakan ruang yang nyaman dan berkelanjutan. Tujuan dari re-desain ini adalah untuk melestarikan atau mengenalkan ornamen Majapahit dab meningkatkan pengalaman pengguna terminal dengan menciptakan ruang yang estetis, fungsional, dan berakar pada kearifan lokal Majpahit dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Hasilnya diharapkan dapat menjadi model desain ruang publik yang menghargai sejarah dan budaya, sekaligus responsif terhadap iklim tropis. Kata Kunci: Ornamen Majapahit, Kerajaan Majapahit, Arsitektur Tropis, Re-Desain, dan Terminal Genteng Baru