Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Ketahanan Pangan melalui GEMAS CETING: Gerakan Menanam Sayuran Cegah Stunting di Kelurahan Kalinyamat Kulon: Pengabdian Novi Febriyanti; Bekti Surani; Sindy Asdistia; Vani Nadea Herawati; Fremmuzar Firman Assyifa; Mia Susilowati; Fadia Anastasya Agustin; Agung Surya Lesmana; Siti Lu’lu’ Istiqomah; Fida Laelatul Kusnia; Erika Andriana; Indi Bella Silvia; Manisha Karina Sulaiman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2681

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi, terutama pada masa balita. Di Kelurahan Kalinyamat Kulon, pada bulan September 2024 tercatat terdapat 13 balita mengalami stunting dan 4 ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Masalah stunting tersebut terjadi karena banyak orang tua belum menerapkan pola asuh yang baik, sehingga asupan gizi anak tidak tercukupi dengan optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, Mahasiswa KKN-Tematik Universitas Alma Ata membuat sebuah inovasi program Gerakan Menanam Sayuran Cegah Stunting (GEMAS CETING). Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mencegah stunting, serta membangun kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dalam masyarakat. Metode dalam program tersebut dimulai dari observasi, penyuluhan dan pelatihan tentang gizi seimbang serta teknik menanam sayuran, dan implementasi praktik menanam langsung sayuran. Mahasiswa KKN-Tematik Universitas Alma Ata menyediakan 400 bibit yang meliputi bibit cabai, terong, dan sawi. Program GEMAS CETING menunjukkan bahwa inovasi ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan peran sayuran dalam mencegah stunting pada anak.
ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA MASYARAKAT PEDESAAN PURWAKARTA DENGAN MODEL MULTIVARIAT Arrya Nugraha Prawira; Agung Surya Lesmana; Ghulam Ihsani Muflih Nahari
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Januari 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i1.298

Abstract

Climate change manifests unequivocally and multidimensionally through rising global temperatures, increasingly unpredictable shifts in rainfall patterns, and the escalating frequency and intensity of extreme climate events. These phenomena significantly disrupt agricultural production systems' stability, particularly in rural areas serving as national food buffers but possessing limited adaptive capacity. This study aims to construct and test a comprehensive multivariate model to predict the simultaneous impact of environmental variables (temperature, rainfall, extreme events) on rural socio-economic conditions, focusing specifically on agricultural productivity and farmers' adaptation strategy decisions. Employing a quantitative explanatory research design with a Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) approach, this study involves rice farmers in Purwakarta Regency selected via purposive sampling. Empirical analysis results indicate that the constructed model possesses very strong explanatory power, with determination coefficient values (R2)  exceeding 96% for both dependent variables. Key findings reveal that extreme climate events (such as flash floods and prolonged droughts) have the most destructive negative impact on productivity and serve as the primary driver for farmers' adaptation strategies. A crucial paradoxical finding emerged where current adaptation strategies proved insignificant in improving productivity, indicating that farmers' adaptations remain reactive (coping mechanisms) rather than reaching an effective transformative stage.