Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Efektivitas Penerapan Cost Plus Pricing Terhadap Harga Jual Dan Margin Bruto: (Studi Kasus Pada PT. Bogor Persada Indonesia) Sulistiana, Putri Nabila; Luluk Adinda Safitri; Chintya Srirejeki Nababan; Laeliatus Sofia; Ninuk Riesmiyantiningtias
JAMANTA : JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI UNITA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i1.1659

Abstract

Dalam iklim bisnis yang kompetitif, penetapan harga yang efektif menjadi salah satu elemen penting untuk menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Metode penetapan harga yang tepat tidak hanya memengaruhi pendapatan, tetapi juga berkontribusi pada profitabilitas. Metode yang lazim diterapkan dalam penentuan harga jual adalah Cost Plus Pricing, dimana harga jual ditentukan dengan menambahkan markup pada biaya produksi per unit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana metode penetapan harga tersebut mampu menghasilkan margin bruto yang proporsional, serta memastikan keselarasan antara harga jual dengan kondisi pasar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sampel produk yaitu Cover HD 30x60 menghasilkan harga jual menggunakan metode Cost Plus Pricing sebesar Rp 62.409 dengan margin 33%, namun hasil tersebut jauh di bawah harga pasar Rp 109.500. Oleh karena itu, perusahaan menggunakan Cost Plus Pricing sebagai batas bawah harga penawaran dalam proses negosiasi dan harga pesaing dalam penetapan price list. Strategi ini terbukti mampu menjaga Margin Bruto rata-rata sebesar 58% selama tahun 2021–2023, nilai tersebut melebihi standar minimum industri manufaktur sebesar 30%. Capaian ini mengindikasikan bahwa perusahaan berada pada kondisi finansial yang sehat. Sehingga metode Cost Plus Pricing dinilai cukup efektif sebagai acuan dasar, namun perlu dikombinasikan dengan analisis pasar.
Evaluasi Efektivitas Penerapan Cost Plus Pricing Terhadap Harga Jual Dan Margin Bruto: (Studi Kasus Pada PT. Bogor Persada Indonesia) Sulistiana, Putri Nabila; Luluk Adinda Safitri; Chintya Srirejeki Nababan; Laeliatus Sofia; Ninuk Riesmiyantiningtias
JAMANTA : JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI UNITA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i1.1659

Abstract

Dalam iklim bisnis yang kompetitif, penetapan harga yang efektif menjadi salah satu elemen penting untuk menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Metode penetapan harga yang tepat tidak hanya memengaruhi pendapatan, tetapi juga berkontribusi pada profitabilitas. Metode yang lazim diterapkan dalam penentuan harga jual adalah Cost Plus Pricing, dimana harga jual ditentukan dengan menambahkan markup pada biaya produksi per unit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana metode penetapan harga tersebut mampu menghasilkan margin bruto yang proporsional, serta memastikan keselarasan antara harga jual dengan kondisi pasar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sampel produk yaitu Cover HD 30x60 menghasilkan harga jual menggunakan metode Cost Plus Pricing sebesar Rp 62.409 dengan margin 33%, namun hasil tersebut jauh di bawah harga pasar Rp 109.500. Oleh karena itu, perusahaan menggunakan Cost Plus Pricing sebagai batas bawah harga penawaran dalam proses negosiasi dan harga pesaing dalam penetapan price list. Strategi ini terbukti mampu menjaga Margin Bruto rata-rata sebesar 58% selama tahun 2021–2023, nilai tersebut melebihi standar minimum industri manufaktur sebesar 30%. Capaian ini mengindikasikan bahwa perusahaan berada pada kondisi finansial yang sehat. Sehingga metode Cost Plus Pricing dinilai cukup efektif sebagai acuan dasar, namun perlu dikombinasikan dengan analisis pasar.
KAJIAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP IMPLEMENTASI BALANCED SCORECARD DALAM PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR Luluk Adinda Safitri; Intan Ayu Setiyani; Dhira Alifah Nazahra Putri; Adhelia Putri Paramita; Dwi Firdayani; Ninuk Riesmiyantiningtias
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Tulungagung Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i2.1794

Abstract

Dinamika lingkungan bisnis menuntut organisasi untuk memiliki sistem pengukuran kinerja yang komprehensif dan seimbang, yang tidak hanya berorientasi pada aspek keuangan. Oleh karena itu, Balanced Scorecard hadir sebagai pendekatan strategis yang mampu memberikan gambaran menyeluruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini membandingkan hasil studi terdahulu yang membahas penerapan Balanced Scorecard pada industri manufaktur, khususnya pada dua perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terbesar di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review yang bertujuan menganalisis berbagai studi terdahulu secara sistematis. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang dikumpulkan dari sejumlah sumber akademik bereputasi seperti Google Scholar dan ResearchGate. Kajian difokuskan pada publikasi tahun 2021-2025 untuk memastikan relevansi terhadap tren penelitian terbaru. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan strategi pengukuran seperti indikator yang digunakan, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menerapkan indikator pengukuran yang lebih komprehensif dengan menggunakan ROA, ROE serta menambahkan rasio NPM, sedangkan pada PT. Unilever Indonesia Tbk hanya menggunakan ROA dan ROE. Selain itu, terdapat perbedaan pengelolaan sumber daya internalnya, PT. Indofood lebih fokus pada efisiensi operasional dan berhasil menjaga tingkat produktivitas karyawan yang relatif stabil, sehingga kontribusi karyawan terhadap peningkatan pendapatan dapat dikatakan cukup efektif. Sedangkan PT. Unilever menghadapi kendala dalam pengendalian biaya operasional dan mengalami penurunan produktivitas tenaga kerja akibat pengurangan karyawan setiap tahunnya. Dengan demikian, PT. Indofood menunjukkan kinerja yang lebih unggul dan konsisten diseluruh perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Sehingga efektivitas penerapan Balanced Scorecard bergantung pada konsistensi strategi pengukuran dan optimalisasi sumber daya internal.
KAJIAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP IMPLEMENTASI BALANCED SCORECARD DALAM PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR Luluk Adinda Safitri; Intan Ayu Setiyani; Dhira Alifah Nazahra Putri; Adhelia Putri Paramita; Dwi Firdayani; Ninuk Riesmiyantiningtias
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Tulungagung Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i2.1794

Abstract

Dinamika lingkungan bisnis menuntut organisasi untuk memiliki sistem pengukuran kinerja yang komprehensif dan seimbang, yang tidak hanya berorientasi pada aspek keuangan. Oleh karena itu, Balanced Scorecard hadir sebagai pendekatan strategis yang mampu memberikan gambaran menyeluruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini membandingkan hasil studi terdahulu yang membahas penerapan Balanced Scorecard pada industri manufaktur, khususnya pada dua perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terbesar di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review yang bertujuan menganalisis berbagai studi terdahulu secara sistematis. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang dikumpulkan dari sejumlah sumber akademik bereputasi seperti Google Scholar dan ResearchGate. Kajian difokuskan pada publikasi tahun 2021-2025 untuk memastikan relevansi terhadap tren penelitian terbaru. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan strategi pengukuran seperti indikator yang digunakan, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menerapkan indikator pengukuran yang lebih komprehensif dengan menggunakan ROA, ROE serta menambahkan rasio NPM, sedangkan pada PT. Unilever Indonesia Tbk hanya menggunakan ROA dan ROE. Selain itu, terdapat perbedaan pengelolaan sumber daya internalnya, PT. Indofood lebih fokus pada efisiensi operasional dan berhasil menjaga tingkat produktivitas karyawan yang relatif stabil, sehingga kontribusi karyawan terhadap peningkatan pendapatan dapat dikatakan cukup efektif. Sedangkan PT. Unilever menghadapi kendala dalam pengendalian biaya operasional dan mengalami penurunan produktivitas tenaga kerja akibat pengurangan karyawan setiap tahunnya. Dengan demikian, PT. Indofood menunjukkan kinerja yang lebih unggul dan konsisten diseluruh perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Sehingga efektivitas penerapan Balanced Scorecard bergantung pada konsistensi strategi pengukuran dan optimalisasi sumber daya internal.