This research is motivated by the low fine motor skills in coordinating the eyes and hands in children of group A1 of Adhyaksa XIV Kindergarten. To overcome this problem, the Expro model can be used. The purpose of this study is to describe teacher activities, children's activities, learning motivation and the results of children's fine motor development achievements, especially in coordinating the eyes and hands. This approach uses a qualitative approach and Classroom Action Research (CAR) with 4 meetings. The results of the study show that teacher activities have implemented the steps of the learning model with a score of 32 with a percentage of 100% with the Very Good category, children's activities have achieved an increase up to meeting 4 with a percentage of 97% with the Very Active category, children's learning motivation activities have achieved an increase up to meeting 4 with a percentage of 98% with the High category and children's fine motor aspects have achieved an increase up to meeting 4 with a percentage of 100% of children successfully getting the "Very Good" category. Based on the results of the study, it was concluded that through the Expro model, activities and results of fine motor development can develop very well and all children are active. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus dalam mengkoordinasikan mata dan tangan pada anak kelompok A1 TK Adhyaksa XIV. Untuk mengatasi permasalahan ini dapat menggunakan model Expro. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, motivasi belajar dan hasil capaian perkembangan motorik halus anak khususnya dalam mengkoordinasikan mata dan tangan. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru telah melaksanakan langkah-langkah model pembelajaran dengan skor 32 dengan persentase 100% dengan kategori Sangat Baik , aktivitas anak telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 97% dengan kategori Sangat Aktif, aktivitas motivasi belajar anak telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 98% dengan kategori Tinggi dan aspek motorik halus anak telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 100% anak berhasil mendapatkan kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui model Expro dapat mengembangkan aktivtas dan hasil perkembangan motorik halus dengan sangat baik dan seluruh anak aktif.