Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Meningkatkan Aktivitas dan Keterampilan Berpikir Kritis Menggunakan Model Lembar Tugas Berpasangan Khodari, Neti Tri; Agusta, Akhmad Riandy; Jannah, Fathul; Hidayat, Ari
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8527

Abstract

Masalah dalam temuan ini ialah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar pada pembelajaran IPA. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan PTK terlaksana sebanyak 4 kali pertemuan. Subjek yang diteliti peserta didik kelas V-A SDN Kelayan Selatan 9, yang berjumlah 21 peserta didik pada semester 2 tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi aktivitas guru, aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Keterlaksanaan pembelajaran oleh guru memperoleh kriteria “sangat baik”. Hal ini berdampak pada aktivitas siswa memperoleh kriteria sangat aktif dengan persentase 95%. Ini terjadi juga pada keterampilan berpikir kritis pada pertemuan pertama memperoleh persentase 29% meningkat hingga mencapai presentase 90% Sama halnya dengan ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan pada pertemuan pertama memperoleh persentase 29% hingga meningkat mencapai persentase 95%. kesimpulannya bahwa penggunaan model Lembar Tugas Berpasangan mampu meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar.
Digitalisasi Program BANGKIT pada Sekolah Unggul di Lingkungan Lahan Basah Noorhapizah, Noorhapizah; Syaifudin, Agus Rifani; Prihandoko, Yogi; Pratiwi, Diani Ayu; Agusta, Akhmad Riandy
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1636

Abstract

Implementasi program BANGKIT yang merupakan luaran penelitian kami tahun 2023 telah membawa dampak positif bagi sekolah. Program BANGKIT terbukti efektif mampu menggali potensi siswa, bahkan program tersebut telah dikembangkan oleh beberapa sekolah unggul dengan basis digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola digitalisasi (1) program bermoral; (2) program agamis, (3) program literasi dan numerasi, (4) program Gerakan peduli lingkungan pada sekolah unggul, (5) program informasi dan teknologi, (6) program agamis pada sekolah unggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus yang dilakukan pada multi situs, yakni 3 kasus sekolah unggul yang telah melakukan digitalisasi program BANGKIT di Kota Banjarmasin. Metode pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan mengacu indikator program BANGKIT yang dikombinasikan dengan kriteria sekolah unggul. Analisis data penelitian menggunakan analisis data interaktif yang meliputi: data condensation, Data display, Conclusions drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga sekolah telah melakukan digitalisasi dengan ciri khas masing-masing sesuai dengan karakteristiknya. Perencanaan pengelolaan Digitalisasi Program BANGKIT pada Sekolah  Unggul di Kota Banjarmasin dengan kategori pencapaian sangat baik. Pelaksanaan pengelolaan Digitalisasi Program BANGKIT pada Sekolah  Unggul di Kota Banjarmasin dengan kategori pencapaian baik. Pengawasan pengelolaan Digitalisasi Program BANGKIT pada Sekolah  Unggul di Kota Banjarmasin dengan kategori pencapaian baik
MENINGKATKAN AKTIVITAS, KERJA SAMA, DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN POLA DI SEKOLAH DASAR Nisa, Khairun; Jannah, Fathul; Agusta, Akhmad Riandy; Hidayat, Ari
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 8, No 4 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v8i4.62592

Abstract

Abstract: The problem in this study is the low activity, cooperation and learning outcomes of students in mathematics learning. The purpose of the study is to describe the activities of educators and analyze the increase in activity, cooperation and learning outcomes of students. This type of research is PTK implemented in 4 meetings. The subjects of the study were grade V students of SDN Antasan Besar 1. Using qualitative and quantitative data types. The results showed that educator activity increased to a score of 40 with the criteria of "Very Good" at meeting 4. Student activity increased at meeting 4 to 86.67%. Student cooperation increased at meeting 4 to 86.67%. Student learning outcomes increased at meeting 4 to 95.53%. Keyword: Activities, Collaboration, Learning Outcomes, POLA Learning ModelAbstrak: Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, kerja sama dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Tujuan penelitian mendeskripsikan aktivitas pendidik serta menganalisis peningkatan aktivitas, kerja sama dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah PTK dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Subjek penelitian siswa kelas V SDN Antasan Besar 1. Menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas pendidik meningkat hingga mencapai skor 40 dengan kriteria “Sangat Baik” pada pertemuan 4. Aktivitas siswa meningkat pada pertemuan 4 mencapai 86.67%. Kerja Sama peserta didik meningkat pada pertemuan 4 menjadi 86.67%. Hasil belajar siswa meningkat pada pertemuan 4 menjadi 95.53%.Kata Kunci: Aktivitas, Kerja Sama, Hasil Belajar, Model Pembelajaran POLA
MENGEMBANGKAN SIKAP KOOPERATIF MENGGUNAKAN MODEL NATURE PROJECT TOGETHER PADA ANAK KELOMPOK B Hasanah, Nida’atul; Agusta, Akhmad Riandy
Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD) Vol 4, No 2 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jikad.v4i2.12616

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah terdapat kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi nyata yaitu seharusnya anak mampu bergabung dan berinteraksi bersama kelompok, anak mampu bertanggung jawab menyelesaikan tugas, anak mampu membantu teman, anak mampu menghargai hasil karya dan memberi pujian, namun yang terjadi pada anak malah sebaliknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan jenis penelitian tindakan kelas sebanyak 4 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yaitu berupa observasi, dokumentasi dan wawancara serta penilaian aspek aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan sosial emosional. Subyek penelitian yaitu anak kelompok B TK Anggrek DWP Unlam Banjarmasin yang berjumlah 12 orang anak. Hasill penelitian ini menunjukkan aktivitas guru pada pertemuan I mendapatkan skor 26, pertemuan II mendapat skor 31, pertemuan III mendapatkan skor 37, dan pertemuan IV mendapatkan skor 42. Aktivitas anak pada pertemuan I memperoleh persentase 50%, pertemuan II mendapatkan persentase 66,6%, pertemuan III mendapatkan persentase 83,3% dan pertemuan IV mendapatkan persentase 100%. Hasil perkembangan sosial emosional anak pertemuan I memperoleh persentase 25%, pertemuan II memperoleh persentase 83,3%, pertemuan III memperoleh persentase 100%, dan pertemuan IV memperoleh persentase 100%.
TEACHER’S LEARNING STRATEGY FOR RECOGNIZING THE CHILDREN’S CONCEPT OF NUMBERS Aisyah, Siti; Agusta, Akhmad Riandy; Santika, Viona; Patriamurti, Yudhita Dwi; Putri, Salta Virgaria
E-CHIEF Journal Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/e-chief.v4i1.12226

Abstract

The problem in this study is the low cognitive development of number concept children. The solution to this problem is to use the Project visualization model. The purpose of this study is to describe the activity of teachers, analyze children's activities and cognitive development. This research uses a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (CAR), which is carried out with four meetings. The subjects of the study were group A children of Tunas Muda Kindergarten, the number of children was 13 people. The type of data in this study is qualitative data. The results of this study showed that teacher activities at meeting I got a score of 32, meeting II got a score of 42, meeting III got a score of 48, and meeting IV got a score of 52. Children's activities at meeting I obtained a percentage of 53.84%, meeting II obtained a percentage of 68.50%, meeting III obtained a percentage of 83.17%, and meeting IV obtained a percentage of 94.95%. Cognitive Development of children meeting I obtained a percentage of 75.96%, meeting II obtained a percentage of 82.05%, meeting III obtained a percentage of 89.10%, and meeting IV obtained 96.15%. Based on the results of the study, it can be concluded that teacher activity, child activity, and child development results have successfully increased and developed.
Meningkatkan Aktivitas dan Keterampilan Berpikir Kritis Menggunakan Model Lembar Tugas Berpasangan Khodari, Neti Tri; Agusta, Akhmad Riandy; Jannah, Fathul; Hidayat, Ari
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8527

Abstract

Masalah dalam temuan ini ialah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar pada pembelajaran IPA. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan PTK terlaksana sebanyak 4 kali pertemuan. Subjek yang diteliti peserta didik kelas V-A SDN Kelayan Selatan 9, yang berjumlah 21 peserta didik pada semester 2 tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi aktivitas guru, aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Keterlaksanaan pembelajaran oleh guru memperoleh kriteria “sangat baik”. Hal ini berdampak pada aktivitas siswa memperoleh kriteria sangat aktif dengan persentase 95%. Ini terjadi juga pada keterampilan berpikir kritis pada pertemuan pertama memperoleh persentase 29% meningkat hingga mencapai presentase 90% Sama halnya dengan ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan pada pertemuan pertama memperoleh persentase 29% hingga meningkat mencapai persentase 95%. kesimpulannya bahwa penggunaan model Lembar Tugas Berpasangan mampu meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar.
Model Blended Learning Gawi Manuntung untuk Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Agusta, Akhmad Riandy; Suriansyah, Ahmad; Setyosari, Punaji
Journal of Economics Education and Entrepreneurship Vol 2, No 2 (2021): JEE, October 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jee.v2i2.4101

Abstract

Penelitian ini menjabarkan tentang efektivitas model blended learning GAWI MANUNTUNG untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan kombinasi metode  penelitian yang terdiri dari metode penelitian pengembangan yang dikembangkan Borg and Gall dan metode penelitian eksperimen. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sequential data analysis untuk mengetahui kelayakan model, untuk menganalisis keefektifan model terhadap variabel terikat melalui uji Two sample t-Test dan uji N-gain. Sampel penelitian adalah siswa SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin berjumlah 40 orang. Hasil penelitian diperoleh (1) langkah model GAWI MANUNTUNG meliputi: Group, Analysis and observation, Wondering observation result, Intensive data collection, Making experiment on outdoor, Analysis the result by Negotiation of solution, Using Technology, Necessity intelligences development, Task Product Creation, Unity on presentation and role play, Network Tournament and Games dengan skor validasi 4,43 dan persentase validitas 87,19% yang bermakna model GAWI MANUNTUNG memenuhi kriteria valid, reliabel, dan layak untuk diimplementasikan, (2) Setelah enam kali pertemuan, model GAWI MANUNTUNG mampu meningkatkan meningkatkan keterampilan berpikir kritis sebesar 100%, berpikir kreatif sebesar 90%, memecahkan masalah  sebesar 90%, berpikir logis sebesar 85% dan berpikir analitis sebesar 90%. Dapat disimpulkan bahwa model blended learning GAWI MANUNTUNG layak untuk digunakan dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa
Model Blended learning ANTASARI untuk Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Memecahkan Masalah Suriansyah, Ahmad; Agusta, Akhmad Riandy; Setiawan, Ananda
Journal of Economics Education and Entrepreneurship Vol 2, No 2 (2021): JEE, October 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jee.v2i2.4102

Abstract

Penelitian ini akan mendeskripsikan (1) karakteristik dan penerapan model blended learning ANTASARI; (2) Kesesuaian penerapan model blended learning ANTASARI; (3) efektifitas penerapan model blended learning ANTASARI dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan memechkan masalah. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) dengan model 4D . Sampel penelitian adalah siswa SD di Kandangan sebanyak 45 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara, tes, dan angket. Observasi digunakan untuk mengetahui keefektifan penerapan model blended learning, peningkatan berpikir kritis, dan memecahan masalah Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) karakteristik dan penerapan model blended learning ANTASARI terdiri dari Auditory, Negotiation, Team, Analysis, Somatic, Administer Information, Role Play dan Interaction on Games; (2) model blended learning ANTASARI layak digunakan sesuai hasil validasi 3 ahli dengan persentase validasi langkah pembelajaran 91%, peningkatan keterampilan 84,56% dan bahan ajar 86%. (3) model blended learning ANTASARI efektif dalam pembelajaran berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan instrumen soft dan social skills. Peningkatan setelah penerapan model blended learning, siswa yang mendapatkan kriteria tinggi pada kesadaran ekologis dari 6,7% meningkat menjadi 75,6%, berpikir kritis dari 8,8% meningkat menjadi 84,2% dan memecahan masalah dari 8, 2% meningkat menjadi 81,3%, Kesimpulannya adalah model blended learning ANTASARI dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah.
CLASSROOM MANAGEMENT FOR IMPROVING THE CHILDREN VALUES Amalia, Rizka; Metroyadi, Metroyadi; Agusta, Akhmad Riandy; Halimatussadi’yah, Halimatussadi’yah
E-CHIEF Journal Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/e-chief.v3i2.10071

Abstract

The research is motivated by low religious abilities, such as children being less able to express opinions in continuing some prayer movements. This is due to the lack of innovative and interesting learning media to be displayed, the lack of innovation in learning models and methods used, the lack of stimulus given by teachers to children in learning activities, and children being less able to express ideas in continuing some of the prayer movements they have heard. The approach used is a qualitative approach to the type of research, namely classroom action research, which is carried out in two cycles. This research was carried out at Tri Kesuma Pelaihari Kindergarten on group B children, totaling 10 children, consisting of 5 boys and 5 girls. Based on the research results, it can be concluded that using the talking stick model, demonstration method, and drawing media can develop religious abilities in Group B children at Tri Kesuma Kindergarten. It is recommended that the results of this research be used as a reference and consideration in continuing some of the prayer movements that have been carried out.
Meningkatkan Aktivitas, Karakter Disiplin, Dan Hasil Belajar Menggunakan Model Prestasi Pada Peserta Didik Kelas Iv SDN Kelayan Selatan 9 Nurhayda, Nurhayda; Jannah, Fathul; Agusta, Akhmad Riandy; Sari, Raihanah
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2024): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v3i3.2090

Abstract

The issue with this discovery is the lack of engagement, lack of discipline, and subpar learning outcomes in PPKn education. Attempts to address these issues through the utilization of the PERSASI paradigm. The aim is to describe and analyze activity, character of discipline, and learning outcomes. The type of research used PTK. The subject of the discovery was grade IV students of SDN Kelayan Selatan 9 as many as 4 meetings. This research was conducted in 4 meetings. The research was carried out over the course of four meetings. The findings data were analyzed using descriptive analytic approaches, which involved presenting the data through tables, graphs, and interpretations using percentages. The findings indicated a progressive improvement in teacher engagement during each meeting, ultimately reaching the "Very Good" level. The level of student engagement progressively rose at each meeting, culminating in the final meeting where it reached 93% according to the criterion "Almost All Students Are Very Active". The level of discipline rose significantly during the last meeting, reaching 89% under the category "Almost All Students Are Very Disciplined". The classical learning outcomes achieved in the last meeting were 93%.