Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Meningkatkan Aktivitas dan Keterampilan Berpikir Kritis Menggunakan Model Lembar Tugas Berpasangan Khodari, Neti Tri; Agusta, Akhmad Riandy; Jannah, Fathul; Hidayat, Ari
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8527

Abstract

Masalah dalam temuan ini ialah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar pada pembelajaran IPA. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan PTK terlaksana sebanyak 4 kali pertemuan. Subjek yang diteliti peserta didik kelas V-A SDN Kelayan Selatan 9, yang berjumlah 21 peserta didik pada semester 2 tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi aktivitas guru, aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Keterlaksanaan pembelajaran oleh guru memperoleh kriteria “sangat baik”. Hal ini berdampak pada aktivitas siswa memperoleh kriteria sangat aktif dengan persentase 95%. Ini terjadi juga pada keterampilan berpikir kritis pada pertemuan pertama memperoleh persentase 29% meningkat hingga mencapai presentase 90% Sama halnya dengan ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan pada pertemuan pertama memperoleh persentase 29% hingga meningkat mencapai persentase 95%. kesimpulannya bahwa penggunaan model Lembar Tugas Berpasangan mampu meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar.
Digitalisasi Program BANGKIT pada Sekolah Unggul di Lingkungan Lahan Basah Noorhapizah, Noorhapizah; Syaifudin, Agus Rifani; Prihandoko, Yogi; Pratiwi, Diani Ayu; Agusta, Akhmad Riandy
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1636

Abstract

Implementasi program BANGKIT yang merupakan luaran penelitian kami tahun 2023 telah membawa dampak positif bagi sekolah. Program BANGKIT terbukti efektif mampu menggali potensi siswa, bahkan program tersebut telah dikembangkan oleh beberapa sekolah unggul dengan basis digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola digitalisasi (1) program bermoral; (2) program agamis, (3) program literasi dan numerasi, (4) program Gerakan peduli lingkungan pada sekolah unggul, (5) program informasi dan teknologi, (6) program agamis pada sekolah unggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus yang dilakukan pada multi situs, yakni 3 kasus sekolah unggul yang telah melakukan digitalisasi program BANGKIT di Kota Banjarmasin. Metode pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan mengacu indikator program BANGKIT yang dikombinasikan dengan kriteria sekolah unggul. Analisis data penelitian menggunakan analisis data interaktif yang meliputi: data condensation, Data display, Conclusions drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga sekolah telah melakukan digitalisasi dengan ciri khas masing-masing sesuai dengan karakteristiknya. Perencanaan pengelolaan Digitalisasi Program BANGKIT pada Sekolah  Unggul di Kota Banjarmasin dengan kategori pencapaian sangat baik. Pelaksanaan pengelolaan Digitalisasi Program BANGKIT pada Sekolah  Unggul di Kota Banjarmasin dengan kategori pencapaian baik. Pengawasan pengelolaan Digitalisasi Program BANGKIT pada Sekolah  Unggul di Kota Banjarmasin dengan kategori pencapaian baik
Pengimplementasian Model PASSING Pada Kelas V Dalam Meningkatkan Aktivitas Dan Motivasi Belajar Siswa Redhani, Muhammad Alfian; Agusta, Akhmad Riandy
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini ialah hasil belajar siswa yang rendah. Hal ini terjadi karena kurangnya partisipasi, konsentrasi, dan minat siswa dalam proses pembelajaran, serta pembelajaran cenderung satu arah. Upaya untuk mengatasi tantangan ini melibatkan kombinasi model Problem Based Learning, Two Stay Two Stray, dan Role Playing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan interaksi antara pengajar dan siswa, serta tingkat motivasi belajar yang memiliki dampak pada hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Partisipan dalam penelitian ini adalah 34 siswa dari kelas V UPTD SDN Panggung Baru pada tahun pelajaran 2022/2023. Data yang dikumpulkan terdiri dari aspek kualitatif dan kuantitatif. Informasi kualitatif diperoleh dari pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa, sementara data kuantitatif diperoleh melalui pengukuran tes tertulis secara individual. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan skala persentase dan mengacu pada indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan aktivitas guru pertemuan 1 sampai 3 meningkat dari 24 hingga 40 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas siswa mencapai 85% dengan kriteria sangat aktif. Motivasi belajar siswa pada mencapai 85%, sehingga mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa mencapai 85%.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kerjasama Menggunakan Model Pelita Pada Siswa Sekolah Dasar Ananda, Hennie; Agusta, Akhmad Riandy
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah siswa cenderung belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, siswa kurang mampu dalam menarik sebuah kesimpulan, siswa masih pasif dalam mengikuti proses pembelajaran dan siswa kurang mampu berinteraksi dengan teman sekelasnya. Sedangkan proses pembelajaran yang diimplementasikan harusnya mampu memecahkan masalah dan siswa saling bekerjasama searah dengan tujuan pembelajaran PPKn yang menuntut siswa memiliki karakter yang demokratis, berpikir kritis, bersikap rasional dan tanggap terhadap isu atau permasalahan yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran berkelompok yang di dalamnya terdapat aktivitas bekerjasama dan mufakat dalam pengambilan keputusan. Hal ini disebabkan pembelajaran didominasi oleh metode ceramah, kurang menerapkan kerja kelompok, pembelajaran menggunakan model yang kurang bervariatif, siswa masih kurang percaya diri untuk bertanya dan kurang mampu dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep pembelajaran PPKn dalam kehidupan sehari – hari. Solusi yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model PELITA dalam pembelajaran PPKn. Model ini merupakan kombinasi dari model pembelajaran Problem Based Learning, Number Head Together dan Course Review Horay. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kriris, keterampilan Kerjasama dan hasil belajar siswa selama mengikuti pembelajaran menggunakan model PELITA. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena bertujuan untuk memahami hal – hal yang terjadi dalam keterlibatan sebuah proses perbaikan dan perubahan dalam pembelajaran di kelas seperti aktivitas, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerjasama dan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran inovatif PELITA. Penelitian ini berlangsung selama 3 kali pertemuan dengan menerapkan semua tahapan PTK yang mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Antasan Kecil Timur 3 yang berjumlah 24 orang, terdiri dari 10 orang siswa laki – laki dan 14 orang siswa perempuan pada semester II tahun ajaran 2022/2023. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh skor 25, hasil ini kemudian mengalami peningkatan pada setiap pertemuan hingga pada pertemuan terakhir mencapai skor 44. Siswa yang memperoleh kriteria cukup aktif pada aspek aktivitas siswa pertemuan 1 dengan persentase 38%, hasil ini terus meningkat hingga pertemuan akhir mencapai presentase 92%. Selanjutnya siswa yang memperoleh kriteria cukup terampil pada aspek keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 dengan persentase 42%, hasil ini terus meningkat disetiap pertemuannya hingga pada pertemuan terakhir mencapai persentase 88%. Selanjutnya, siswa yang memperoleh kriteria cukup terampil pada aspek keterampilan Kerjasama pada pertemuan 1 dengan persentase 38%, hasil ini terus meningkat disetiap pertemuannya hingga pada pertemuan terakhir mencapai persentase 83%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PELITA dapat meningkatkan aktivitas, dan keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Speak Up Untuk Meningkatkan Aktivtas Dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Muatan IPS Di Sekolah Dasar Rizaliannor, Muhammad Abijar; Agusta, Akhmad Riandy
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem contained in this study is the low activity and critical thinking skills of students when learning social studies in elementary schools. The purpose of this research is to describe the quality of learning through teacher activities, analyzing student activities, critical thinking skills and student learning outcomes. The research method used was Classroom Action Research (PTK) which was held in 3 meetings. The subjects of this study were 12 class V students at SDN Terantang 1 2022/2023 academic year. The data collected is qualitative through observation of teacher activities, student activities, and students' critical thinking skills. In addition, quantitative data is obtained through written tests or evaluations to measure student learning outcomes. Data analysis in this study uses descriptive analysis techniques and is presented in the form of tables, graphs and percentage interpretations. The benchmark for research success is that 82% of students exceed the KKM that has been set, namely ≥70. Based on the data and results of this study, it can be concluded that the application of the SPEAK UP (Problem Based Learning, Picture and Picture, Time Token) model can increase students' activity and critical thinking skills.
Meningkatkan Motivasi Dan Kreativitas Siswa Menggunakan Model Pandora Pada Kelas IV di SDN Puntik Dalam Rahman, Muhammad Maulidi; Agusta, Akhmad Riandy
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems that occur in this study are that students have not actively involved themselves, have not worked with friends, this has an impact on student activity in participating in PKN learning to be low. Another problem that arises is that students feel bored and unenthusiastic, this has an impact on students' attention being not focused on learning so that student motivation becomes low. The impact if this problem is not resolved is certainly not developing knowledge and understanding of the concept of PKN, lack of cooperation between students, students are not motivated, lack of curiosity, does not develop creative thinking, students who become passive in learning so that it will certainly affect activities and student learning outcomes decreased. The purpose of this study was to analyze the increase in motivation, activity, creativity, and student learning outcomes after participating in learning using the PANDORA model. This study used a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (PTK) which was carried out in four meetings. The research subjects were grade IV even semester students at SDN Puntik Dalam for the 2022-2023 academic year with a total of 23 students. The purpose of this study was to analyze the increase in motivation, activity, creativity and student learning outcomes. The data in this study were obtained through observations of teacher and student activities, student motivation, student creativity, and individual written tests. Data analysis with descriptive analysis techniques presented in tables and graphs is interpreted with the percentages and indicators of completeness of learning outcomes set.
MENINGKATKAN AKTIVITAS, KERJA SAMA, DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN POLA DI SEKOLAH DASAR Nisa, Khairun; Jannah, Fathul; Agusta, Akhmad Riandy; Hidayat, Ari
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 8, No 4 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v8i4.62592

Abstract

Abstract: The problem in this study is the low activity, cooperation and learning outcomes of students in mathematics learning. The purpose of the study is to describe the activities of educators and analyze the increase in activity, cooperation and learning outcomes of students. This type of research is PTK implemented in 4 meetings. The subjects of the study were grade V students of SDN Antasan Besar 1. Using qualitative and quantitative data types. The results showed that educator activity increased to a score of 40 with the criteria of "Very Good" at meeting 4. Student activity increased at meeting 4 to 86.67%. Student cooperation increased at meeting 4 to 86.67%. Student learning outcomes increased at meeting 4 to 95.53%. Keyword: Activities, Collaboration, Learning Outcomes, POLA Learning ModelAbstrak: Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, kerja sama dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Tujuan penelitian mendeskripsikan aktivitas pendidik serta menganalisis peningkatan aktivitas, kerja sama dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah PTK dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Subjek penelitian siswa kelas V SDN Antasan Besar 1. Menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas pendidik meningkat hingga mencapai skor 40 dengan kriteria “Sangat Baik” pada pertemuan 4. Aktivitas siswa meningkat pada pertemuan 4 mencapai 86.67%. Kerja Sama peserta didik meningkat pada pertemuan 4 menjadi 86.67%. Hasil belajar siswa meningkat pada pertemuan 4 menjadi 95.53%.Kata Kunci: Aktivitas, Kerja Sama, Hasil Belajar, Model Pembelajaran POLA
MENGEMBANGKAN SIKAP KOOPERATIF MENGGUNAKAN MODEL NATURE PROJECT TOGETHER PADA ANAK KELOMPOK B Hasanah, Nida’atul; Agusta, Akhmad Riandy
Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD) Vol 4, No 2 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jikad.v4i2.12616

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah terdapat kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi nyata yaitu seharusnya anak mampu bergabung dan berinteraksi bersama kelompok, anak mampu bertanggung jawab menyelesaikan tugas, anak mampu membantu teman, anak mampu menghargai hasil karya dan memberi pujian, namun yang terjadi pada anak malah sebaliknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan jenis penelitian tindakan kelas sebanyak 4 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yaitu berupa observasi, dokumentasi dan wawancara serta penilaian aspek aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan sosial emosional. Subyek penelitian yaitu anak kelompok B TK Anggrek DWP Unlam Banjarmasin yang berjumlah 12 orang anak. Hasill penelitian ini menunjukkan aktivitas guru pada pertemuan I mendapatkan skor 26, pertemuan II mendapat skor 31, pertemuan III mendapatkan skor 37, dan pertemuan IV mendapatkan skor 42. Aktivitas anak pada pertemuan I memperoleh persentase 50%, pertemuan II mendapatkan persentase 66,6%, pertemuan III mendapatkan persentase 83,3% dan pertemuan IV mendapatkan persentase 100%. Hasil perkembangan sosial emosional anak pertemuan I memperoleh persentase 25%, pertemuan II memperoleh persentase 83,3%, pertemuan III memperoleh persentase 100%, dan pertemuan IV memperoleh persentase 100%.
TEACHER’S LEARNING STRATEGY FOR RECOGNIZING THE CHILDREN’S CONCEPT OF NUMBERS Aisyah, Siti; Agusta, Akhmad Riandy; Santika, Viona; Patriamurti, Yudhita Dwi; Putri, Salta Virgaria
E-CHIEF Journal Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/e-chief.v4i1.12226

Abstract

The problem in this study is the low cognitive development of number concept children. The solution to this problem is to use the Project visualization model. The purpose of this study is to describe the activity of teachers, analyze children's activities and cognitive development. This research uses a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (CAR), which is carried out with four meetings. The subjects of the study were group A children of Tunas Muda Kindergarten, the number of children was 13 people. The type of data in this study is qualitative data. The results of this study showed that teacher activities at meeting I got a score of 32, meeting II got a score of 42, meeting III got a score of 48, and meeting IV got a score of 52. Children's activities at meeting I obtained a percentage of 53.84%, meeting II obtained a percentage of 68.50%, meeting III obtained a percentage of 83.17%, and meeting IV obtained a percentage of 94.95%. Cognitive Development of children meeting I obtained a percentage of 75.96%, meeting II obtained a percentage of 82.05%, meeting III obtained a percentage of 89.10%, and meeting IV obtained 96.15%. Based on the results of the study, it can be concluded that teacher activity, child activity, and child development results have successfully increased and developed.
Meningkatkan Aktivitas dan Keterampilan Berpikir Kritis Menggunakan Model Lembar Tugas Berpasangan Khodari, Neti Tri; Agusta, Akhmad Riandy; Jannah, Fathul; Hidayat, Ari
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8527

Abstract

Masalah dalam temuan ini ialah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar pada pembelajaran IPA. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan PTK terlaksana sebanyak 4 kali pertemuan. Subjek yang diteliti peserta didik kelas V-A SDN Kelayan Selatan 9, yang berjumlah 21 peserta didik pada semester 2 tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi aktivitas guru, aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Keterlaksanaan pembelajaran oleh guru memperoleh kriteria “sangat baik”. Hal ini berdampak pada aktivitas siswa memperoleh kriteria sangat aktif dengan persentase 95%. Ini terjadi juga pada keterampilan berpikir kritis pada pertemuan pertama memperoleh persentase 29% meningkat hingga mencapai presentase 90% Sama halnya dengan ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan pada pertemuan pertama memperoleh persentase 29% hingga meningkat mencapai persentase 95%. kesimpulannya bahwa penggunaan model Lembar Tugas Berpasangan mampu meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar.