Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian lokal Indonesia, termasuk di Kampung Topi Punggul, Sidoarjo, yang telah dikenal sebagai sentra kerajinan topi sejak tahun 1970-an. Namun, sebagian besar pelaku UMKM di sana masih menghadapi kendala serius dalam manajemen operasional, khususnya dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang berdampak pada penetapan harga jual yang tidak akurat, serta kurangnya pemanfaatan media sosial untuk promosi dan perluasan pasar. Merespons permasalahan ini, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan penerapan sistem HPP dan pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi usaha. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui kerja sama langsung dengan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama dua bulan (April-Mei 2025) dan meliputi survei dan wawancara awal, sosialisasi perhitungan HPP, serta edukasi dan pendampingan pemanfaatan media sosial untuk promosi. Hasil utama pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan pelaku UMKM dalam menghitung HPP yang sebelumnya belum sistematis. Selain itu, mereka mulai aktif memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp Business untuk promosi, didukung keterampilan dasar desain menggunakan Canva, serta menunjukkan perubahan positif menuju manajemen usaha yang lebih modern dan adaptif terhadap teknologi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan UMKM yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia, namun perlu adanya pendampingan lanjutan dan kolaborasi dengan berbagai instansi untuk mendukung keberlanjutan dan penyediaan fasilitas penunjang yang memadai, mengingat adanya kendala keterbatasan waktu dan perangkat digital.