Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi HPP dan Media Sosial sebagai Penguat UMKM Kampung Topi Punggul Sidoarjo Ikhsani, Aisyah Nurul; Dwinanda, Shelinta Okta; Hidayat, Muhammad Afif; Lating, Ade Irma Suryani
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 3 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v3i3.981

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian lokal Indonesia, termasuk di Kampung Topi Punggul, Sidoarjo, yang telah dikenal sebagai sentra kerajinan topi sejak tahun 1970-an. Namun, sebagian besar pelaku UMKM di sana masih menghadapi kendala serius dalam manajemen operasional, khususnya dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang berdampak pada penetapan harga jual yang tidak akurat, serta kurangnya pemanfaatan media sosial untuk promosi dan perluasan pasar. Merespons permasalahan ini, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan penerapan sistem HPP dan pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi usaha. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui kerja sama langsung dengan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama dua bulan (April-Mei 2025) dan meliputi survei dan wawancara awal, sosialisasi perhitungan HPP, serta edukasi dan pendampingan pemanfaatan media sosial untuk promosi. Hasil utama pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan pelaku UMKM dalam menghitung HPP yang sebelumnya belum sistematis. Selain itu, mereka mulai aktif memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp Business untuk promosi, didukung keterampilan dasar desain menggunakan Canva, serta menunjukkan perubahan positif menuju manajemen usaha yang lebih modern dan adaptif terhadap teknologi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan UMKM yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia, namun perlu adanya pendampingan lanjutan dan kolaborasi dengan berbagai instansi untuk mendukung keberlanjutan dan penyediaan fasilitas penunjang yang memadai, mengingat adanya kendala keterbatasan waktu dan perangkat digital.
Community Perception of Water Distributive Justice: The Case of Lebak Siliwangi, Bandung Septiani, Aulia Irina; Bhebhe, Maria Dolorosa; Amalia, Ghina; Hidayat, Muhammad Afif; Bashir, Imam Abdullah
The Indonesian Journal of Planning and Development Vol 10, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijpd.10.2.106-113

Abstract

Access to clean water in urban areas is generally higher than in rural areas. However, clean water services are not always optimal or in accordance with established standards. Fair water distribution is essential to ensure that clean water is provided to the community in line with the principles of quality, quantity, continuity, accessibility, and affordability, both from formal and informal sources, and for different community groups, including marginalized and low-income households. This study aims to examine community perceptions regarding the fairness of clean water service distribution in Lebak Siliwangi Village, Bandung City. A qualitative descriptive approach was employed, using data obtained through observations, interviews, and literature review. The findings reveal that significant gaps remain in water service distribution. Water source from Local Water Supply Utility (PDAM) generally provides better service but does not reach all community groups equally.  Meanwhile, informal sources cover wider areas but face persistent challenges related to quality, quantity, and continuity. Community perceptions indicate that tariffs in some areas are still considered disproportionate to service quality, particularly for households with greater water needs. These results suggest that optimizing distribution networks, monitoring water quality, improving infrastructure, and encouraging community participation are key strategies to ensure inclusive and equitable clean water services.