Kedelai termasuk kelompok tanaman legume yang hasil ekonomisnya yang berupa biji merupakan sumber pangan fungsional yang penting bagi masyarakat. Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun selalu meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Namun, produksi kedelai dalam negeri hanya sekitar 800 ribu-900 ribu ton. Peningkatan produksi kedelai melalui perbaikan teknik budidaya kedelai dapat ditempuh melalui pemupukan yang tepat, salah satunya pemupukan nitrogen. Penelitian pada bulan Mei-Agustus 2023 di lahan Desa Kasin, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Petak utama berupa perbedaan macam varietas yaitu varietas Grobogan (V1), varietas Dena 1 (V2), dan varietas Argomulyo (V3). Sedangkan anak petak berupa perbedaan kombinasi perlakuan waktu dan proporsi pemberian pupuk N. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan tiga varietas tanaman kedelai dengan kombinasi waktu dan proporsi pemberian pupuk N menunjukkan adanya interaksi terhadap bobot polong segar per petak panen, bobot polong kering per petak panen, bobot 100 biji, bobot biji kering per hektar, dan indeks panen. Kombinasi waktu dan proporsi pemberian pupuk N berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, bobot polong segar per tanaman, dan bobot segar tanaman. Ketiga varietas yang menggunakan kombinasi waktu dan proporsi pemberian pupuk N, Varietas Grobogan dengan Perlakuan P0 (0:1/3: 2/3) memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas dan perlakuan lainnya.