Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Self-Regulation as a Factor in the Realization of Work Engagement Parsama, Cokorda Istri Agung Mesha Saraswati; Kristin, Dede; Ni'mah, Najwa Ully; Afsyari, Belva; Hastuti, Rahmah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i4.20370

Abstract

The rapid advancement of digitalization and the emergence of Industry 5.0 have introduced new challenges in the workforce, including rising unemployment rates among university graduates and a widening skills gap. One crucial competency to navigate this dynamic work environment is self-regulation, which is believed to enhance employee work engagement. The present study endeavors to investigate the correlation between self-regulation and work engagement among employees at Company X. A quantitative correlational approach was employed, involving 168 participants selected through purposive sampling. The instruments used were the Short Self-Regulation Questionnaire (SSRQ) and the Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9). Spearman correlation analysis revealed a significant positive relationship between self-regulation and work engagement (ρ = 0.406; p < 0.001), with the correlation categorized as moderate. These findings indicate that employees with higher self-regulation abilities tend to exhibit higher levels of work engagement. The results support the importance of developing self-regulation as a strategic means to enhance employee involvement and performance in the modern workplace.Perkembangan era digital dan transformasi industri 5.0 menciptakan tantangan baru dalam dunia kerja, termasuk meningkatnya tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi dan kesenjangan keterampilan di kalangan tenaga kerja. Salah satu kompetensi penting untuk menghadapi tantangan ini adalah kemampuan regulasi diri, yang diyakini dapat meningkatkan keterlibatan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dan keterlibatan kerja pada karyawan di Perusahaan X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 168 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Short Self-Regulation Questionnaire (SSRQ) dan Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9). Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi diri dan keterlibatan kerja (ρ = 0,406; p < 0,001), dengan kekuatan hubungan berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kemampuan regulasi diri yang dimiliki karyawan, semakin tinggi pula tingkat keterlibatan mereka dalam pekerjaan. Hasil ini mendukung pentingnya pengembangan regulasi diri sebagai strategi untuk meningkatkan keterlibatan dan kinerja karyawan di era kerja modern.
The effect of digital detox on psychological well-being in college students Afsyari, Belva; Hastuti, Rahmah
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 December 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v6i2.13638

Abstract

PERAYAAN HARI BESAR NASIONAL SEBAGAI SARANA MEMPERKUAT TOLERANSI DAN SOLIDARITAS: PERSPEKTIF LITERATUR Veren, Karissa; Gaby Sie, Madeline; Aprillia, Aginta; Zahra, Maryam; Afsyari, Belva; Tiatri, Sri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8075

Abstract

Indonesia is a country rich in cultural, linguistic, and religious diversity. This diversity can be both a strength and a source of conflict if not managed properly. National holiday celebrations go beyond mere ceremonial functions; they serve as collective spaces that facilitate social interactions across different identities. This study aims to explore how national holiday celebrations contribute to strengthening tolerance and solidarity among citizens in a multicultural society. A systematic literature review was conducted on scholarly articles published between 2020 and 2025 that met the inclusion criteria. The findings indicate that participation in national holiday celebrations fosters shared spaces that enhance the values of mutual cooperation, appreciation of differences, and social cohesion. Based on the distress intolerance theory, the study shows that active involvement in social activities helps reduce emotional tension arising from differences and strengthens individuals' capacity to tolerate diversity. This theory is relevant to the Indonesian context, as the social interactions created in national celebrations can reduce tensions between groups and strengthen tolerance towards differences, which is essential for maintaining social cohesion in a pluralistic society. This study makes a significant contribution to the existing literature by filling a gap in research on national holiday celebrations as a means of strengthening social solidarity, using a systematic literature review approach to examine its social contributions in Indonesia. ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya, bahasa, dan agama. Keberagaman ini dapat menjadi kekuatan maupun sumber konflik jika tidak dikelola dengan tepat. Perayaan hari besar nasional lebih dari sekadar seremonial; ia berfungsi sebagai ruang kolektif yang memfasilitasi interaksi sosial antaridentitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perayaan hari besar nasional dapat berkontribusi dalam memperkuat toleransi dan solidaritas antarwarga di masyarakat multikultural. Sistematic literature review dilakukan terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipasi dalam perayaan hari besar nasional memperkuat ruang bersama yang meningkatkan nilai gotong royong, penghargaan terhadap perbedaan, dan kohesi sosial. Berdasarkan teori distress intolerance, penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam aktivitas sosial membantu mengurangi ketegangan emosional yang timbul akibat perbedaan, serta meningkatkan kapasitas individu untuk mentoleransi keberagaman. Teori ini relevan dengan konteks Indonesia, karena interaksi sosial yang tercipta dalam perayaan nasional dapat mengurangi ketegangan antar kelompok dan memperkuat toleransi terhadap perbedaan, yang esensial dalam menjaga kohesi sosial di masyarakat yang majemuk. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur yang ada, dengan mengisi celah penelitian mengenai perayaan hari besar nasional sebagai sarana penguatan solidaritas sosial, menggunakan pendekatan systematic literature review untuk mengkaji kontribusi sosialnya di Indonesia.