Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengenaan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Permatasari, Intan Permatasari; Floranta Adonara, Firman; Prakoso, Bhim
Action Research Literate Vol. 8 No. 5 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i5.375

Abstract

Pengalihan BPHTB menjadi pajak daerah dituangkan dalam UU PDRD yang kemudian dilakukan efesiensi melalui regulasi mengenai lingkup hubungan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam UU HKPPPD. Ketentuan ini memodifikasi pajak BPHTB mengenai saat terutangnya BPHTB ditetapkan pada tanggal dibuat dan ditandatanganinya perjanjian pengikatan jual beli untuk jual beli. BPHTB dipungut berdasarkan adanya perolehan hak atas tanah, sementara PPJB secara asas belum mengalihkan hak. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh analisis mengenai pengenaan BPHTB pada PPJB. Metode penelitian dengan menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan mengkaji berbagai aturan hukum dan konsep-konsep teoritis. Pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan historis dan pendekatan konseptual. Hasil dari penelitian ini adalah pengenaan BPHTB pada PPJB belum memenuhi unsur kepastian hukum. Subjek BPHTB, objek BPHTB, dasar pengenaan BPHTB dan definisi BPHTB adalah pajak atas perolehan hak atas tanah dan bangunan akibat perbuatan hukum peralihan atau pemindahan hak. Pemungutan pajak dalam Pasal 49 huruf a adalah kabur norma sehingga belum memberikan kepastian hukum dan pengaturan tersebut tidak dapat dilaksanakan, bahwa yang berhak menurut hukum dapat memperoleh hak-haknya (adil).
PEMBUATAN BIOETANOL DARI SEKAM PADI DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE Permatasari, Intan Permatasari; Wahyuni, Dwi; Rulianah, Sri
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7190

Abstract

Sekam padi merupakan limbah proses penggilingan padi dan mengandung lignoselulosa yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi besar sebagai bahan baku sumber energi alternatif. Lignoselulosa pada sekam padi tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Karena kandungan selulosanya yang relatif tinggi yaitu 34,34-43,80%, maka bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh konsentrasi sekam padi dan waktu fermentasi terhadap kadar dan yield bioetanol yang dihasilkan dan untuk mengetahui kondisi terbaik dari variabel yang diaplikasikan. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: sekam padi dikeringkan dan dikecilkan ukurannya sampai 60 mesh, selanjutnya dilakukan proses delignifikasi dengan NaOH 15% pada suhu 121oC selama 1 jam, kemudian dalam pembuatan bioetanol menggunakan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Penelitian ini menggunakan enzim selulase 4% (b/b) dan yeast Saccharomyces cerevisiae 4% (b/v). Hasil bioetanol dengan metode SSF dianalisis kadar etanolnya menggunakan Gas Chromatography (GC). Dalam proses SSF, dilakukan variasi terhadap konsentrasi sekam padi 5, 7,5, 10, 12,5, dan 15% (b/v), serta fermentasi selama 4, 5 dan 6 hari. Hasil penelitian membuktikan bahwa konsentrasi sekam padi dari 5 sampaiĀ  10% kadar dan yield etanol mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan lama waktu fermentasi. Namun, pada konsentrasi 12,5 dan 15% mengalami penurunan kadar dan yield etanol. Kondisi operasi terbaik dari variabel yang digunakan pada pembuatan bioetanol dengan melakukan fermentasi selama 6 hari dan menggunakan konsentrasi sekam padi sebanyak 7,5% (b/v) diperoleh kadar etanol yang dihasilkan mencapai 1,71% dan yield etanol sebesar 6,40%.