Widya Analisa
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of the Impact of Rubber Latex Price Decline on the Welfare of the Community in Surulangun Village, Rawas Ulu Subdistrict, Indonesia Febrina Nur Annisa; Widya Analisa
Jurnal Riset Perkebunan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Riset Perkebunan (JRP)
Publisher : Jurusan Budidaya Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrp.6.2.56-64.2025

Abstract

The price of rubber latex is one of Indonesia’s leading plantation commodities. This phenomenon directly affected the welfare of farmers, particularly in Surulangun Village, North Musi Rawas Regency, where the majority of residents depend on rubber plantations for their livelihood. This study aims to analyze the impact of falling rubber prices on farmers’ income, consumption patterns, and adaptation strategies, while also providing relevant policy recommendations. The research employed a mixed-methods approach. Quantitative data were collected through a survey of 40 household heads of rubber farmers, while qualitative data were obtained through in-depth interviews, field observations, and documentation. The sampling technique used was purposive sampling, with the criteria of farmers who had been working for at least five years. Quantitative data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test to examine the differences before and after the price decline, whereas qualitative data were analyzed thematically with triangulation validation. The results revealed a significant decline in three main welfare indicators. The average income of farmers decreased from IDR 3,000,000–5,000,000 to IDR 1,500,000–2,000,000 per month. Food consumption dropped by up to 37.5%, with a shift toward cheaper staple foods. Non-food consumption, such as education and healthcare, also declined drastically. Most farmers coped with the situation by engaging in side jobs, such as daily labor or small-scale trading. The study concludes that the decline in rubber prices has had a serious impact on farmers’ household welfare. Policy implications include the need for income diversification, the establishment of a minimum rubber price, food subsidies, and the strengthening of farmers’ institutional capacity to build more sustainable rural economic resilience.
Pelatihan Kerajinan Tas Rajut Sebagai Sarana Bisnis dan Kreativitas Karang Taruna di Desa Muara Tiku Kabupaten Musi Rawas Utara Febrina Nur Annisa; Widya Analisa; Syabawaihi Syabawaihi
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v6i2.2771

Abstract

Pelatihan kerajinan tas rajut sebagai sarana usaha dan kreativitas karang taruna di desa muara tiku bertujuan untuk memberdayakan anggota karang taruna dengan keterampilan kerajinan tas rajut yang dapat digunakan sebagai sarana usaha dan mengembangkan kreativitas dalam mendesain produk. Pelatihan dilakukan melalui berbagai metode, termasuk pelatihan tatap muka, pembelajaran praktik, pembelajaran berbasis proyek, serta pendekatan kolaboratif dan interaktif untuk memaksimalkan pembelajaran. Peserta diajarkan teknik dasar dan lanjutan dalam merajut dan membuat tas rajut, serta dibekali dengan pengetahuan tentang manajemen bisnis, pemasaran, dan strategi penjualan untuk mengembangkan bisnis mereka. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta, serta membantu mereka dalam mengembangkan usaha tas rajut mereka sendiri, meningkatkan pendapatan dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Program ini akan dievaluasi secara berkala untuk menilai efektivitasnya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, serta untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang perlu diperbaiki. Dengan demikian, pelatihan kerajinan tas rajut di Karang Taruna tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga memberdayakan ekonomi dan kreativitas anggota, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.
Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Limbah Bongol Pisang Menjadi Keripik dalam Meningkatkan Perekonomian Desa Suka Kaya Kecamatan Saling Febrina Nur Annisa; Widya Analisa
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3518

Abstract

Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan limbah batang pisang menjadi keripik bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Desa Suka Kaya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa dalam mengolah limbah batang pisang menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi. Tahapan pelaksanaan dalam PKM: tahap persiapan, tahap pelatihan/pendampingan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi Hasil dari PKM ini menunjukkan bahwa masyarakat desa dapat meningkatkan pendapatan mereka dengan memanfaatkan limbah batang pisang menjadi keripik yang dapat dipasarkan secara lokal serta meningkatkan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara efektif dan efisien.
Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian dan Pemasaran Digital sebagai Produktivitas UMKM untuk Mengurangi Tingkat Pengangguran di SMK Pertanian Lubuklinggau Widya Analisa; Syabawaihi Syabawaihi; Rizka Aulia; Muhamad Fadli; Shinta Aprilisa; M. Nejatullah Sidqi
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3519

Abstract

This community service activity aims to enhance the entrepreneurial skills of students at SMK Pertanian Lubuklinggau through training in agricultural product processing and digital marketing. It is expected to reduce the unemployment rate by creating self-employment opportunities based on local potential. The activity was carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation phase lasted for two days and included training on processing local agricultural products and digital marketing using social media and marketplace platforms. Evaluation was conducted through pre-tests, post-tests, and interviews. The training resulted in a significant improvement in students’ knowledge and skills. Participants were able to produce processed agricultural products such as mackerel bone crackers and durian seed flour, and market them through digital media. High enthusiasm and increased entrepreneurial motivation were evident throughout the program. The training program proved effective in increasing the productivity and competitiveness of vocational school graduates. This activity supports the development of agroindustry-based MSMEs and opens up self-employment opportunities for students. The school is committed to continuing the program by integrating it into the curriculum and forming student entrepreneurship groups.
Pelatihan Pembuatan dan Pemasaran Pupuk Organik Cair Gedebog Pisang Berbasis Digital Marketing di Kelurahan Majapahit Kota Lubuklinggau Widya Analisa; Febrina Nur Annisa; Muhamad Fadli
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4290

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah gedebog pisang menjadi pupuk organik cair (POC) serta meningkatkan kemampuan pemasaran produk melalui digital marketing. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Majapahit Kota Lubuklinggau dengan metode observasi, persiapan, pelatihan, dan monitoring evaluasi. Pelatihan meliputi pembuatan POC melalui fermentasi gedebog pisang, pengemasan produk, pembuatan label, serta penggunaan WhatsApp Business dan media sosial sebagai sarana promosi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu memahami proses pembuatan POC, manfaat pupuk organik cair, serta strategi pemasaran digital sederhana. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran lingkungan, pemanfaatan limbah organik, dan peluang pengembangan usaha berbasis pertanian organik.