Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kualitas E-Layanan Mobile Banking terhadap Kepuasan Nasabah dalam Menciptakan Loyalitas dan Word of Mouth William Kennedy; Patrick Kevin Aritonang
Economic Reviews Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Economic Reviews Journal
Publisher : Masyarakat Ekonomi Syariah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mrj.v4i4.887

Abstract

The digital era has brought significant changes in the banking sector, driven by advances in information technology and widespread internet penetration. These technological advances also pose competitive challenges that require banks to continuously innovate and improve service quality. One such innovation is mobile banking. The implementation of digital technology such as mobile banking is crucial for banks to maintain business sustainability, maintain relevance, and increase customer satisfaction and loyalty in this digital era. The purpose of this study is to analyze the effect of mobile banking e-service quality on customer satisfaction and the impact of customer satisfaction on loyalty and word of mouth (WOM). This study uses a quantitative approach with a survey method by distributing questionnaires to 148 mobile banking users aged 17-44 years and having used mobile banking for at least 3 months in the Jakarta area. This study uses a Structural Equation Model (SEM) data analysis method based on Partial Least Squares (PLS). The results show that the quality of mobile banking e-services consisting of reliability, privacy/security, web design, and customer service has a significant effect on customer satisfaction. Meanwhile, customer satisfaction in using mobile banking e-services has a significant effect on loyalty and WOM. These findings indicate that good quality mobile banking e-services can increase customer satisfaction and have an impact on creating loyalty and positive WOM.
Determinasi Purchase Intention Produk Skincare Lokal Melalui Marketing Mix, E-WOM, Trust dan Green Brand Awareness Natalia Natalia; Patrick Kevin Aritonang; Yuyus Yudistria
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3046

Abstract

Era media sosial telah memunculkan tren menjaga penampilan baik pada wanita maupun pria, sehingga produk perawatan kulit menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Persaingan industri kecantikan semakin ketat dengan hadirnya berbagai produk lokal dan internasional yang menawarkan manfaat, kualitas, harga, distribusi, serta strategi pemasaran berbeda, sehingga menciptakan persepsi konsumen bahwa memiliki produk kecantikan merupakan hal yang wajib. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran variabel marketing mix, Electronic Word of Mouth (E-WOM), green brand awareness, dan trust terhadap purchase intention produk kecantikan lokal. Penelitian ini melibatkan 160 responden yang dipilih dengan teknik purposive random sampling, sedangkan metode analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marketing mix, E-WOM, dan green brand awareness berpengaruh positif terhadap purchase intention konsumen. Sebaliknya, variabel trust justru berpengaruh negatif terhadap purchase intention, yang mengindikasikan bahwa kepercayaan konsumen saja tidak cukup untuk meningkatkan niat membeli. Kepercayaan harus didukung oleh persepsi konsumen terhadap manfaat produk serta pengalaman nyata yang sesuai dengan harapan mereka. Apabila terjadi ketidaksesuaian antara harapan dan realitas, maka niat konsumen untuk membeli dapat menurun. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pemasaran yang tidak hanya membangun kepercayaan, tetapi juga memastikan kualitas produk dan pengalaman konsumen agar sesuai dengan ekspektasi. Selain itu, hasilnya juga dapat menjadi arah bagi penelitian selanjutnya.
Pengaruh Influencer Characteristics terhadap Purchase Intention Gen Z melalui Brand Credibility dan Parasocial Relationship pada Beauty Product Afina Aulya; Patrick Kevin Aritonang
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 3 No. 7 (2026): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/aksioma.v3i7.2737

Abstract

This study aims to analyze the effect of influencer characteristics on Generation Z’s purchase intention through the mediating roles of brand credibility and parasocial relationship in the context of skincare products on the TikTok platform. This research adopts a quantitative approach using a survey method, with data collected through questionnaires distributed to 220 Generation Z respondents in Jakarta who actively use TikTok and have been exposed to beauty influencer content. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Squares (PLS) approach. The results indicate that influencer characteristics have a positive and significant effect on purchase intention, brand credibility, and parasocial relationship. Furthermore, brand credibility and parasocial relationship are also found to have a positive and significant effect on purchase intention. In addition, brand credibility and parasocial relationship are proven to mediate the relationship between influencer characteristics and purchase intention. These findings provide important implications for skincare companies in designing influencer marketing strategies that emphasize brand credibility and emotional closeness with influencers to enhance Generation Z consumers’ purchase intention on the TikTok platform.
Pengaruh Social Media Community, Social Media Advertisement & Effort Expectancy terhadap Impulsive Buying Ega Kinanda Primavia; Patrick Kevin Aritonang
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2486

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat telah mengubah pola perilaku konsumsi, khususnya dalam mendorong terjadinya pembelian impulsif pada generasi muda. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga berkembang menjadi platform pemasaran digital yang memengaruhi emosi, persepsi, dan keputusan pembelian konsumen secara cepat dan real time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social media community, social media advertisement, dan effort expectancy terhadap impulsive buying intention serta dampaknya terhadap impulsive buying behavior pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner daring kepada 203 responden Generasi Z di wilayah Jabodetabek yang aktif menggunakan media sosial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media community, social media advertisement, dan effort expectancy berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying intention. Selanjutnya, impulsive buying intention terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying behavior. Temuan ini mengindikasikan bahwa interaksi sosial dalam komunitas digital, paparan iklan media sosial yang persuasif, serta kemudahan penggunaan platform berperan penting dalam membentuk dorongan pembelian impulsif dan perilaku pembelian spontan konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian perilaku konsumen digital serta implikasi praktis bagi pelaku bisnis dalam merancang strategi pemasaran media sosial yang lebih efektif dan bertanggung jawab