Penelitian ini mengkaji penggunaan variasi bahasa berdasarkan faktor sosial dan situasional pada lingkungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bayur Kidul, Kabupaten Karawang, melalui pendekatan sosiolinguistik. Tujuan penelitian ialah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk variasi bahasa yang digunakan oleh pelaku UMKM serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya dalam interaksi jual beli. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada pelaku UMKM. Objek kajian dalam penelitian ini berupa bentuk-bentuk variasi bahasa yang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor dan dianalisis dengan menggunakan kajian sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahasa yang digunakan meliputi bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan bahasa Indonesia. Pemilihan variasi bahasa sangat dipengaruhi oleh 1) faktor sosial yang mencakup; usia, jenis kelamin, dan status sosial, serta 2) faktor situasional yang mencakup; tujuan interaksi, tempat, hubungan antar individu, topik pembicaraan, dan asal daerah penutur. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 41 data variasi bahasa dengan sebaran 15 data pada faktor sosial, dan 26 data pada faktor situasional. Penyesuaian bahasa dalam interaksi UMKM tidak hanya sebagai identitas dan kedekatan sosial, tetapi juga menjadi strategi komunikasi untuk membangun relasi, meningkatkan keberhasilan transaksi, dan memperluas jangkauan pasar.