Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Komisaris Independen dan Komite Audit Terhadap Tax Avoidance Rosida Ibrahim; Nika Esti Rahayu; Asri Primasiwi
Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Perpajakan | E-ISSN : 3063-8208 Vol. 2 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam rangka untuk menguji secara empiris pengaruh komisaris independen dan komite audit terhadap tax avoidance. Populasi pada penelitian ini pada seluruh perusahaan LQ45 yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI) pada tahun 2022-2024. Sampel penelitian diperoleh dengan metode purposive sampling sebanyak 23 perusahaan atau sebanyak 69 perusahaan pada 5 periode penelitian. Alat analisis yang digunakan yakni Eviews-12, dengan teknis analisis data berupa uji pemodelan yang terpilih (Fixed Effect Model), Uji asumsi klasik (Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas dan Uji Heteroskedastisitas), analisis regresi data panel, dan uji hipotesis (Uji T, Uji F, dan Uji Koefisien Determinasi). Pada penelitian ini tax avoidance diukur menggunakan Effective Tax Rate (ETR) yakni membagi beban pajak dengan laba sebelum pajak. Hasil ETR yang mendekati angka 1 memperlihatkan semakin patuh pihak perusahaan dalam memenuhi kewajiban pajaknya. Komisaris independen diukur dengan membagi jumlah komisaris independen pada perusahaan dengan seluruh jumlah dewan komisaris. Komite audit diukur dengan total jumlah komite audit pada perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komisaris independen berpengaruh signifikan dengan arah positif pada tax avoidance dan Komite audit berpengaruh signifikan pada tax avoidance dengan arah positif. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa komisaris independen dan komite audit telah berfungsi dengan baik dalam melakukan pengawasan sehingga tindakan tax avoidance dapat diminimalisir.
Analisis Manajemen Persediaan Minyak Goreng Kemasan dengan Metode Economic Order Quantity Pada CV Sami Mulyo Kabupaten Nganjuk Sri Utami, Sindi; Ulfa Rahmawati; Asri Primasiwi
UPY Business and Management Journal (UMBJ) Vol. 5 No. 1 (2026): UBMJ (UPY Business and Management Journal)
Publisher : Department of Management, Universitas PGRI Yogyakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ubmj.v5i1.8841

Abstract

Tujuan: Menganalisis pengelolaan persediaan dengan menghitung jumlah pembelian optimal, nilai safety stock, reorder point, maximum inventory, serta total biaya persediaan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) Metodologi: Penelitian menggunakan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi dari CV Sami Mulyo, meliputi data permintaan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan tahun 2023 – 2024.  Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, yang bersumber dari data primer berupa hasil wawancara dengan manajer operasional terkait kebijakan pemesanan dan penyimpanan, serta data sekunder berupa dokumen internal perusahaan mengenai volume permintaan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan. Pengolahan data dilakukan melalui tahapan perhitungan kuantitatif menggunakan rumus EOQ untuk menentukan jumlah pemesanan optimal, perhitungan Safety Stock untuk menentukan persediaan pengaman, serta Reorder Point (ROP) untuk mengetahui waktu ideal pemesanan ulang. Hasil perhitungan tersebut selanjutnya dianalisis untuk memperoleh nilai Total Inventory Cost (TIC) dan mengevaluasi efisiensi pengelolaan persediaan berdasarkan perbandingan antara hasil analisis dan praktik aktual perusahaan. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu memberikan jumlah pemesanan yang optimal dan membantu perusahaan dalam menentukan cadangan persediaan dan waktu pemesanan ulang yang tepat, sehingga dapat mengurangi biaya penyimpanan dan pemesanan serta menjaga ketersediaan stok secara konsisten. Penerapan metode EOQ ini juga berdampak pada penghematan biaya persediaan, yaitu sebesar Rp 7.295.022 pada tahun 2023 dan Rp 10.400.198 pada tahun 2024. Implikasi Praktis: Penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) membantu perusahaan menentukan jumlah dan frekuensi pemesanan yang efisien, mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan stok, serta menekan biaya persediaan. Melalui analisis Total Inventory Cost (TIC) dan perhitungan Safety Stock, Reorder Point, serta Maximum Inventory, perusahaan dapat meningkatkan ketepatan perencanaan, efisiensi anggaran, dan efektivitas pengendalian persediaan.