Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Ekonomi Desa Melalui Konsep Ekonomi Sirkular : Projek Pelatihan Pembudidayaan Maggot Di Kelurahan Sambongpari Kota Tasikmalaya Muhammad Ramdan Ridwanullah; Putri Nandini; Nanda Pratiwi; Isma Khumairah
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i3.50879

Abstract

Desa dengan indeks kesejahteraan masyarakat yang tinggi adalah desa dengan kualitas masyarakat yang bebas dari kemiskinan, kebodohan, sehat dalam keuanggan, merasa aman dan nyaman secara lahiriah dan batiniah. Desa dengan masyarakat berkualitas adalah Desa Mandiri dan Desa Sejahtera. Pastinya semua itu didapatkan tidak mudah, butuh banyak perjuangan dan rintangan dalam mewujudkannya. Indonesia dengan sistem pemerintahannya, memiliki peluang yang sangat besar untuk mewujudkannya. Karena otonomi daerah dapat dibangun sebagaimana kebutuhan. Oleh karena itu membutuhkan upaya yang kuat dan besar dalam mewujudkannya. Melalui program edukasi pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat adalah salah satu cara untuk meningkatkan otonomi daerah pada bidang ekonomi. Diharapkan Masyarakat dan pemerintahan Sambongpari dapat mewujudkan Desa Mandiri dan Desa Sejahtera.
Model Fintech Syariah Berbasis Edukasi dan Securities Crowdfunding untuk Meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Muhammad Ramdan Ridwanullah; Ganis Khairulysa Prasetiyo; Sela Nur Aulia; Joni Joni; Raihani Fauziah
SANTRI : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober : SANTRI : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/santri.v3i5.1859

Abstract

Sharia based financial technology (fintech) that integrates educational features and securities crowdfunding is considered a strategic approach to address the low levels of Islamic financial literacy and inclusion in Indonesia. This article aims to examine how the integration of Islamic financial education and the use of sharia-compliant securities crowdfunding platforms can serve as an effective model to enhance public participation especially among MSMEs and younger demographics in the Islamic financial ecosystem. The study employs a literature review and case analysis based on recent scholarly works and industry reports. Findings indicate that fintech platforms equipped with interactive financial education modules and sharia investment simulations can significantly improve public understanding of Islamic financial principles and products. Moreover, sharia-based securities crowdfunding offers participatory investment opportunities while promoting ethical and halal economic activities. Nonetheless, challenges remain in regulatory alignment, sharia compliance verification, and public trust. Therefore, collaboration among regulators, industry players, and educational institutions is essential to foster an inclusive, transparent, and sustainable Islamic fintech ecosystem. This model is expected to be an innovative solution to expand access to Islamic financial services while strengthening public literacy and confidence in Islamic finance.
Peran Negara dalam Tata Kelola Ekonomi: Studi Komparatif Pemikiran Nizam al-Mulk, Ibn Hazm, dan Ibn Khaldun Irfalatifatul Aulia; Usi Fauziyah; Muhammad Ramdan Ridwanullah; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7154

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini muncul karena kebutuhan manajemen ekonomi negara yang efisien, akuntabel dan berkeadilan. Hal ini sering kali berhadapan dengan konflik antara konsentrasi kekuasaan politik dan keadilan dalam distribusi sumber daya yang adil serta pengendalian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pandangan Nizam al-Mulk, Ibn Hazm, dan Ibn Khaldun mengenai peran negara dalam mengatur perekonomian. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur dan analisis konsep politik ekonomi dari ketiga tokoh tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Nizam al-Mulk menekankan pentingnya stabilitas politik melalui birokrasi terpusat dan pengelolaan iqta untuk mengendalikan ekonomi. Sementara itu, Ibn Hazm menekankan pada kekuasaan hukum, moralitas penguasa, dan perlindungan sosial berbasis syariah sebagai legitimasi fiskal. Di sisi lain, Ibn Khaldun menawarkan pendekatan sosiologis melalui pajak optimal dan asabiyyah, yang menjelaskan hubungan pajak, produktivitas, dan siklus kekuasaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan antara ketiganya terletak pada dasar legitimasi dan cara intervensi negara dalam ekonomi, di mana Ibn Khaldun memberikan  kerangka analitis yang lebih sistematis dalam menghubungkan kebijakan fiskal dengan perkembangan peradaban. Implikasinya bahwa moderasi fiskal, kekuasaan hukum, dan pengelolaan yang transparan menjadi syarat penting bagi stabilitas ekonomi kontemporer.