Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Kandungan Protein Kasar, Lemak Kasar, Serat Kasar, dan Nilai Fleigh pada Silase Kulit Buah Kakao yang ditambah Molasses dan Tepung Gaplek: Evaluation of Crude Protein, Crude Fat, Crude Fiber, and Fleigh Score Content in Cocoa Pod Husk Silage Supplemented with Molasses and  Cassava Flour Anggi Derma Tungga Dewi; Ririn Angriani; Etha Azizah Hasiib; Syahrio Tantalo
Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan
Publisher : Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jintp.23.2.%p

Abstract

Cocoa pod husks still contain several nutrients, making them potentially useful as livestock feed. Nonetheless, cocoa pod husks face limitations such as low crude protein and high crude fiber content. This study aimed to explore the effectiveness of molasses and cassava flour in cocoa pod husk silage on nutrient quality. A Completely Randomized Design (CRD) was applied, with each treatment replicated three times. The treatments consisted of 0% (P0), 10% molasses (P1), 10% cassava flour (P2), and 5% molasses + 5% cassava flour (P3). The observed nutrient qualities were crude protein, crude fiber, and crude fat. The data were analyzed at a 5% level of significance and followed up with the least significant difference test. The results showed that the addition of molasses and cassava flour to cocoa pod husk silage had a statistically significant effect (p < 0.05) on crude fiber content and fiber value, but no significant effect on crude protein or crude fat content. The combination of 5% molasses and 5% cassava flour resulted in the lowest crude fiber content with a good Fleigh value. It can be concluded that the combination of 5% molasses and 5% cassava flour produces the best quality cocoa pod husk silage. Key words:           cassava flour, crude fat, crude fiber, crude protein, cocoa pod husk silage, fleigh score, molasses
PELATIHAN FORMULASI PAKAN DAN BIOSEKURITI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PETERNAK DALAM UPAYA MENGOPTIMALKAN PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR DI DESA TEGALSARI Ririn Angriani; Purnama Edy Santosa; Etha Azizah Hasiib; ZalfaAlfiani; Heri Hermawan; Stefanus Ryan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 10 No. 1 (2026): Vol. 10 No. 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v10i1.681

Abstract

Peningkatan keterampilan peternak menjadi aspek penting dalam mendukung produktivitas peternakan. Kelompok Tani Ternak Berkah Jaya merupakan mitra pengabdian kepada masyarakat unggulan di Desa Tegalsari dan memiliki mata pencaharian yaitu beternak ayam petelur. Permasalahan utama yang dihadapi peternak ayam petelur di Desa Tegalsari adalah fluktuasi harga dan keterbatasan ketersediaan pakan, serta rendahnya pengetahuan mengenai teknik formulasi pakan. Selain itu, biosekuriti juga masih belum diterapkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak dalam manajemen pakan dan biosekuriti pada ayam petelur. Peningkatan keterampilan peternak ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak, sehingga terwujudnya kemandirian pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi tahapan persiapan, tahapan kegiatan yang berisi sosialisasi, diskusi, dan pelatihan, serta tahapan terakhir yaitu evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat unggulan sebesar 65% untuk manajemen pakan dan 71% untuk manajemen biosekuriti. Selain itu, hen day production pada salah satu mitra pengabdian mencapai 90,34%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat unggulan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak terkait biosekuriti dan formulasi pakan. Kegiatan ini juga berhasil mendorong kemandirian peternak dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan hewani di tingkat lokal yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.