Khusnah, Aprilia Nurul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIDKAN PANCASILA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING (PjBL) Ainurramadhani, Imelda Eka; Khusnah, Aprilia Nurul; Siswoyo, Andika Adinanda; Putri , Audita Hani Wijaya
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.3196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV di SDN Jukong 1 dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart, yang meliputi tahapan: merancang, melaksanakan tindakan, melakukan pengamatan, serta mengevaluasi melalui refleksi. Proses penelitian dilangsungkan dalam dua siklus dengan melibatkan 14 orang siswa sebagai peserta. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. yang bersumber dari hasil evaluasi, observasi keterlibatan siswa, serta penilaian terhadap produk yang dihasilkan. Pada siklus pertama, penerapan PjBL yang didukung dengan penggunaan mind mapping menunjukkan bahwa indikator berpikir kreatif berupa fluency dan originality masing-masing mencapai 77% dan 74%, sementara flexibility hanya mencapai 69%. Setelah dilakukan perbaikan strategi melalui penerapan buku mini pada siklus kedua, seluruh indikator berpikir kreatif mengalami peningkatan signifikan: fluency, flexibility, dan elaboration mencapai 92,85%, serta originality meningkat menjadi 91,40%. Persentase tingkat ketuntasan belajar siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari hanya 26,7% atau 4 siswa pada siklus pertama, menjadi 80% atau 12 siswa pada siklus kedua. Hasil ini menunjukkan bahwa media buku mini lebih efektif dalam mendorong kreativitas siswa dibandingkan mind mapping, karena memberikan ruang ekspresi yang lebih luas dan memacu orisinalitas. Meskipun terdapat kendala dalam hal waktu pelaksanaan dan kesulitan awal dalam penggunaan mind mapping, penerapan PjBL berbantuan buku mini Model Project-Based Learning terbukti mampu membangun suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan penuh makna. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan ini efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
PERAN PENDIDIK MEMBENTUK KARAKTER SISWA SD MELALUI IPS BERBASIS SDGS DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI Febrianto, Priyono Tri; Solikhah, Makhfudhotus; Salamah, Siti; Khusnah, Aprilia Nurul; Fadila, Anisa Nur
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10173

Abstract

Abstract The ever-increasing development of globalization has had a significant impact on the world of education, especially in efforts to shape the character of elementary school students. Increasingly easy access to information through digital technology not only has a positive impact, but also has the potential to influence students' attitudes and behavior if not accompanied by appropriate guidance. This study aims to analyze the role of teachers in shaping students' character through social studies learning integrated with the values ​​of the Sustainable Development Goals (SDGs). The method used is a qualitative descriptive approach with a literature study type with a span of 2020-2025, namely by reviewing various literature sources relevant to the research topic. The results of the study indicate that teachers have a very important role, not only as a deliverer of material, but also as a guide, motivator, and role model in instilling character values ​​such as responsibility, social care, tolerance, and environmental awareness. The implementation of SDGs values ​​in social studies learning can be done by linking the material to everyday life, cultivating a positive attitude, and providing good examples in the school environment. In addition, character building is not only the responsibility of the school, but also requires the participation of families and the community. Through this collaboration, it is hoped that students can develop into individuals who not only excel academically, but also have good character and are able to face the challenges of globalization. ABSTRAK Abstrak Perkembangan globalisasi yang terus meningkat membawa pengaruh yang cukup signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam upaya membentuk karakter siswa sekolah dasar. Akses informasi yang semakin mudah melalui teknologi digital tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga berpotensi memengaruhi sikap dan perilaku siswa apabila tidak disertai dengan pendampingan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran IPS yang terintegrasi dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi pustaka dengan rentang 2020-2025, yaitu dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, sekaligus teladan dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kepedulian sosial, toleransi, serta kesadaran terhadap lingkungan. Implementasi nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran IPS dapat dilakukan dengan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, membiasakan sikap positif, serta memberikan contoh yang baik di lingkungan sekolah. Selain itu, pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran serta keluarga dan masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan mampu menghadapi tantangan globalisasi.