Sitorus, Artorito
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Students' errors in solving plane geometry problems: A Newman's error analysis approach Marbun, Naftali; Siburian, Renata; Nasution, Nabila; Fatiha, Syeila; Girsang, Reva Lenita; Sitorus, Artorito; Fauzi, Muhammad Amin
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v8i2.3304

Abstract

This study aims to analyze students' errors in solving plane geometry problems using Newman's Error Analysis (NEA), with a focus on identifying specific error patterns that hinder learning. Geometry is a fundamental component of mathematics, yet many students struggle to master concepts involving plane figures and the distance from a point to a line. This research employed a descriptive qualitative design with nine second-semester mathematics education students at Universitas Negeri Medan in the 2024/2025 academic year as subjects. Based on test results, three students with the lowest scores were selected for in-depth analysis. The research instruments consisted of essay- and context-based geometry problems, validated by expert lecturers and piloted for clarity. Data were collected from students' written responses and analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed five categories of errors: reading, comprehension, transformation, process skills, and encoding. Among these, comprehension errors and process skills errors were the most dominant, reflecting students' difficulties in interpreting information and applying accurate solution procedures. This study contributes to the literature by providing detailed insights into students' error patterns in plane geometry and highlighting the value of NEA as a diagnostic tool to inform targeted instructional strategies and improve mathematics learning outcomes.
Comparison of Problem Solving, Problem Posing, and Contextual Learning Approaches in Improving Understanding and Problem-Solving Ability of Junior High School Students on Fraction Material Armanto, Dian; Lubis, Siti Aisyah; Sitorus, Artorito; Syahputri, Devita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pendekatan pemecahan masalah, perumusan masalah, dan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP pada materi pecahan. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR), yaitu metode studi literatur yang dilakukan secara sistematis untuk mengidentifikasi, memilih, dan menganalisis berbagai hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Data diperoleh melalui pencarian artikel ilmiah di Google Scholar menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan pendekatan pembelajaran dan kemampuan matematika siswa. Artikel yang dianalisis dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu diterbitkan dalam periode 2021–2026, membahas pendekatan pemecahan masalah, perumusan masalah, atau pembelajaran kontekstual, dan berfokus pada pemahaman konseptual dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP pada materi pecahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pemecahan masalah lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah karena melatih siswa untuk menyelesaikan masalah secara sistematis, sedangkan pendekatan perumusan masalah berperan lebih besar dalam meningkatkan pemahaman konseptual melalui keterlibatan aktif siswa dalam merumuskan masalah. Sementara itu, pembelajaran kontekstual efektif dalam membantu siswa memahami konsep pecahan secara bermakna dengan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata. Dengan demikian, ketiga pendekatan ini memiliki keunggulan masing-masing dan dapat saling melengkapi, sehingga kombinasi ketiganya direkomendasikan untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa secara optimal.