Dwi Cahya Izzati, Indah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Maintaining Family Harmony: Emotional Maturity and Social Support in Young Married Individuals Heppi Maulana, Ardila; Dwi Cahya Izzati, Indah; Fitriani, Annisa
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 4 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i4.22462

Abstract

Couples who get married certainly have goals, one of which is to form a harmonious family. In fact, it turns out that the phenomenon of disharmonious families is still widely found in the scope of sociaty of Indonesian. This can be seen divorce rate in Indonesia which still occurs a lot to this day, based on Indonesian statistical data, in 2023 as many as 463,654 divorce cases occurred. Of the high number of cases, most of them were contested divorces filed by women (wives). The number reached 352,402 cases, or about 76% of the total divorces at the national level. Many factors can affect family harmony, such as emotional maturity and social support. This study aims to determine the relationships of family harmony with emotional maturity and social support in young married individuals. This study involved 311 samples; the sampling technique used purposive sampling. This study uses quantitativ method with a correllational approach. Data collections used a family harmony scale, emotional maturity scale, and social support scale, which were then analyzed using linear regresion. The results show that emotional maturity and social support had a significant and positive with a significan value (p<0.05) and the effect was 70.2%. This mean that the high the emotional maturity and social support, the high the family harmony in young married individuals.Sepasang kekasih yang melakukan pernikahan tentu memiliki tujuan, salah satu tujuannya yaitu untuk membentuk keluarga yang harmonis. Faktanya, ternyata fenomena keluarga tidak harmonis saat ini masih banyak ditemui di indonesia. Hal ini bisa diketahui dari angka perceraian di Indonesia yang masih banyak terjadi hingga saat ini, berdasarkan data statistik Indonesia, pada tahun 2023 sebanyak 463.654 kasus perceraian terjadi. Dari tingginya kasus tersebut, sebagian besar merupakan gugatan yang diajukan oleh istri. Jumlahnya mencapai 352.402 kasus, atau sekitar 76% dari total perceraian di tingkat nasional. Banyak faktor yang dapat memengaruhi keluarga yang harmonis, seperti kematangan emosi dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini ialah guna mengetahui hubungan keharmonisan keluarga dengan kematangan emosi serta dukungan sosial pada individu yang nikah muda. Penelitian ini melibatkan 311 sampel, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengumpulan data menggunakan skala keharmonisan keluarga, skala kematangan emosi, dan skala dukungan sosial, lalu dianalisa memakai regresi linear berganda. Hasil temuan ini menerangkan bahwa kematangan emosi serta dukungan sosial mempunyai hubungan yang signifikan dan positif dengan nilai (p<0.05) dan pengaruhnya sejumlah 70.2%. Artinya, makin tinggi kematangan emosi serta dukungan sosial, makin tinggi juga untuk mencapai keluarga yang harmonis terhadap seseorang yang menikah muda.
The Last-Minute Struggle : A Systematic Review of Students' Procrastination on Final Projects Putri Rahmadhani, Syaira; Dwi Cahya Izzati, Indah; Thahir, Andi; Yoki Pradikta, Hervin
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 2 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i2.24177

Abstract

Final-year students working on their theses face heavy academic pressure, causing most students to experience stress. This stress leads to academic procrastination and slows down students in completing their final assignments. This study aims to explain the factors, impacts, and strategies that can be used to reduce procrastination through a Systematic Literature Review (SLR) approach. Data were collected from databases based on Scopus, SinceDirect, DOAJ, and Garuda using specific keywords, through the stages of time frame, selection, and classification of articles, resulting in 18 articles selected through PRISMA. The results show that academic procrastination is influenced by psychological factors such as self-regulation and self-efficacy, as well as environmental factors such as family and peer support, and technology. Procrastination will have an impact on delays in completing studies and even the emergence of the desire to drop out. To reduce procrastination, one can practice mindfulness and manage smartphone use. These findings provide a clear picture of academic procrastination that can serve as a guide for students to reduce academic procrastination.Mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi memiliki tekanan akademik yang berat, sehingga sebagian besar mahasiswa mengalami stres. Stres ini berdampak pada prokrastinasi akademik dan memperlambat mahasiswa mengerjakan tugas akhirnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor, dampak, dan strategi yang bisa digunakan untuk menekan prokrastinasi melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari databest berbasis Scopus, SinceDirect, DOAJ, dan Garuda dengan kata kunci tertentu, melalui tahapan kerangka waktu, pemilihan dan klasifikasi artikel yang menghasilkan 18 artikel yang dipilih melalui PRISMA. Hasilnya menunjukan bahwa prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh faktor psikologi seperti self regulated dan self efficacy, dan dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan seperti dukungan keluarga dan teman sebaya, serta dpengaruhi juga oleh teknologi. Prokrastinasi akan berdampak pada keterlambatan penyelesaian studi bahkan munculnya keinginan untuk dropout. Untuk mengurangi prokrastinasi bisa dengan melatih mindfulness dan mengelola penggunaan smartphone. Temuan ini memberikan gambaran yang jelas mengenai prokrastinasi ak ademi yang bisa menjadi panduan bagi mahasiswa untuk mengurangi prokrastinasi akademik.