Diabetes mellitus tipe 2 menjadi tantangan kesehatan global yang membutuhkan terapi efektif dan aman. Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dipilih karena kandungan flavonoid, fenol, tanin, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai antidiabetes serta memiliki aktivitas antioksidan kuat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi karakteristik buccal film yang mengandung nanoemulsi ekstrak daun kirinyuh sebagai alternatif penghantaran obat antidiabetes. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% karena pelarut ini efektif mengekstraksi senyawa polar seperti flavonoid dan memberikan rendemen ekstrak yang optimal. Nanoemulsi dibuat dengan metode emulsifikasi spontan karena metode ini sederhana, murah, dan menghasilkan ukuran droplet nano yang stabil serta cepat terbentuk dalam media air, sehingga cocok untuk sistem penghantaran obat. Evaluasi karakteristik meliputi organoleptik, pH, ukuran globul, indeks polidispersitas, zeta potensial, viskositas, ketebalan, keseragaman bobot, daya tahan lipat, dan pH permukaan. Hasil menunjukkan ukuran globul nanoemulsi terbaik 22,06 nm, indeks polidispersitas 0,20, zeta potensial -7,30 mV, serta pH film 6,63–7,0, ketebalan 0,06–0,13 mm, dan daya tahan lipat lebih dari 300 kali, menandakan stabilitas dan fleksibilitas yang baik. Uji aktivitas antidiabetes pada mencit menunjukkan penurunan kadar gula darah signifikan dengan efektivitas sebanding kontrol positif. Penurunan glukosa darah didukung oleh kandungan flavonoid yang meningkatkan sekresi insulin, pengambilan glukosa di jaringan, dan sensitivitas jaringan terhadap insulin. Formulasi buccal film nanoemulsi ekstrak daun kirinyuh berpotensi sebagai sistem penghantaran obat antidiabetes yang efektif, stabil, dan mudah digunakan. Potensi aplikasi lebih lanjut meliputi pengembangan dosis optimal dan uji klinis untuk evaluasi efektivitas dan keamanan pada manusia.