Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pandangan Agama-Agama Samawi Dalam Al-Qur’an: Tinjauan Historis Dan Kritis Atas Pemikiran Pendekatan Montgomery Watt Ifada, M Zakian; Azzam, Fajar Muhammad; Kharismanda, Dhita Ayu
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.343

Abstract

Studi terhadap pendekatan Montgomery Watt dalam memahami hubungan Islam dan agama-agama samawi menjadi relevan dalam konteks perkembangan studi Al-Qur’an kontemporer, terutama terkait persoalan metodologis dan perspektif tafsir. Watt, sebagai tokoh orientalis terkemuka, menawarkan analisis historis terhadap kemunculan Islam yang ia tempatkan sebagai produk dari kondisi sosial dan religius Arab pra-Islam. Pendekatan ini memunculkan problem epistemologis, terutama ketika menempatkan wahyu sebagai respons terhadap krisis sosial, bukan sebagai entitas transenden. Oleh karena itu, penelitian ini merumuskan pertanyaan, bagaimana pendekatan Montgomery Watt dalam menafsirkan hubungan Islam dengan agama-agama samawi, serta bagaimana pendekatan tersebut dibandingkan dengan metodologi tafsir dalam khazanah keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten kritis, yakni membedah karya-karya Montgomery Watt terkait sejarah Nabi Muhammad dan kemunculan Islam, serta mengkaji tanggapan para sarjana Muslim atas pendekatannya. Data dikaji melalui perspektif tafsir klasik dan kontemporer, untuk memetakan titik temu dan perbedaan antara pendekatan historis-sosiologis Watt dan metode tafsir normatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Watt cenderung reduksionistik dan bersifat historis-empiris, sehingga berpotensi mengabaikan dimensi teologis dalam Al-Qur’an. Sebaliknya, metode tafsir dalam tradisi Islam menempatkan Al-Qur’an sebagai wahyu transenden yang tidak bisa dipahami semata-mata melalui konteks sejarah. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan interdisipliner dalam studi Al-Qur’an, dengan tetap menjaga keseimbangan antara konteks historis dan pesan normatif wahyu sebagai jalan tengah yang metodologis dan teologis.