Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Penentu Kesehatan dan Kemiskinan di Sulawesi: Bukti dari SUSENAS Indonesia 2023 Akib, Fitri Hadi Yulia; Irawati Abdul; Nadiah Putri Cecar Rasyid; Nur Pongoliu
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) Vol. 5 No. 05 (2025): Vol. 5 No. 05 (2025): Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jasmien.v5i05.1684

Abstract

Kemiskinan di Indonesia masih belum merata di seluruh wilayah, dengan Sulawesi mengalami tingkat kemiskinan yang terus-menerus lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional. Studi ini menyelidiki kontribusi indikator kesehatan seperti keluhan kesehatan, asuransi kesehatan, kebiasaan anggota rumah tangga merokok, dan status disabilitas terhadap status kemiskinan di Sulawesi. Dengan menggunakan mikrodata representatif nasional dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2023 yang mencakup 40.561 responden, termasuk 7.037 yang tergolong miskin, analisis regresi logistik diterapkan untuk memeriksa hubungan antara faktor kesehatan dan kemiskinan. Hasilnya menunjukkan bahwa disabilitas secara signifikan meningkatkan kemungkinan hidup dalam kemiskinan, dengan rasio peluang 1,38 (p=0,014). Sebaliknya, keluhan kesehatan (OR=0,84, p<0,001), kepemilikan asuransi kesehatan (OR=0,74, p<0,001), dan kebiasaan anggota rumah tangga merokok (OR=0,65, p<0,001) berasosiasi negatif dengan kemiskinan. Meskipun cakupan asuransi kesehatan sesuai dengan harapan, asosiasi yang berlawanan dengan intuisi antara keluhan kesehatan dan kebiasaan merokok menyoroti efek distortif dari pengukuran kemiskinan berbasis pengeluaran, yang mengklasifikasikan rumah tangga dengan pengeluaran lebih tinggi, termasuk untuk layanan kesehatan dan tembakau, sebagai rumah tangga non-miskin, terlepas dari kerentanan mereka. Diagnostik model mengonfirmasi kesesuaian yang memadai, dengan akurasi klasifikasi 82,65% dan nilai-p Hosmer Lemeshow sebesar 0,3056, meskipun daya penjelasnya masih rendah (Pseudo R²=0,0073). Temuan ini menekankan perlunya kerangka kerja kemiskinan multidimensi yang menggabungkan pengeluaran kesehatan dan non-produktif untuk mengukur kesejahteraan secara lebih akurat. Implikasi kebijakan meliputi penguatan cakupan asuransi kesehatan, penerapan langkah-langkah pengendalian tembakau, dan promosi pembangunan inklusif disabilitas untuk mengurangi ketimpangan struktural. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan menyediakan bukti spesifik wilayah dari Sulawesi, memajukan pemahaman tentang determinan kesehatan dalam dinamika kemiskinan, dan menawarkan panduan untuk intervensi kebijakan yang terarah.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Produktivitas Tenaga Kerja Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Gorontalo Nadiah Putri Cecar Rasyid; Fitri Hadi Yulia Akib; Irawati Abdul
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 8 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i8.12401

Abstract

This study aims to analyze the influence of the Human Development Index (HDI) and labor productivity on poverty levels in Gorontalo Province. This study used secondary data in the form of panel data from 2018 to 2024 obtained from Statistics Indonesia (BPS). The unit of analysis covered all cities and regencies in Gorontalo Province, and the research variables included HDI, labor productivity, and poverty levels. This study used a panel data regression analysis in Stata to examine both the individual and simultaneous effects of the independent variables on poverty levels. Based on the analysis, HDI has a negative and significant effect on poverty levels, while labor productivity also exhibits a negative effect, with a smaller influence. Simultaneously, both variables are statistically significant in explaining variations in poverty levels in Gorontalo Province. These results indicate that improvements in HDI, particularly through enhanced education and healthcare, as well as increases in labor productivity through training, technological adoption, and job creation, are essential strategies for reducing poverty in the region.