Nabila, Afia Farah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Infeksi Helicobacter pylori dengan Kejadian Gastritis : Sebuah Tinjauan Literatur Afia Farah Nabila; Nabila, Afia Farah; Desta Bulan Cahyarani; Muhammad Hisyam Hibaturramadhan; Anisa Nuraisa Djausal
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.841

Abstract

Pendahuluan: Helicobacter pylori (H. pylori) merupakan penyebab utama gastritis kronis dan berperan dalam perkembangan lesi prakanker serta kanker lambung. Di Indonesia, prevalensi infeksi bervariasi antara 36-46%, dengan angka lebih tinggi di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya (85,7%-93,9%). Infeksi ini menyebabkan inflamasi mukosa lambung melalui urease dan protein virulensi seperti CagA, yang merusak jaringan dan meningkatkan risiko kanker. Resistensi antibiotik terhadap terapi lini kedua menjadi tantangan dalam eradikasi. Penelitian ini mengkaji hubungan infeksi H. pylori dengan gastritis kronis, mekanisme patogenik, dan strategi eradikasi efektif di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan narrative literature review yang meninjau hubungan antara infeksi H. pylori dan gastritis berdasarkan artikel ilmiah dari PubMed dan Google Scholar yang relevan, terbit dalam lima tahun terakhir, dan tersedia dalam full text. Pembahasan: Infeksi H. pylori adalah penyebab utama gastritis kronis, dengan mekanisme patogenik melalui produksi urease dan protein virulensi seperti CagA dan VacA. Bakteri ini merusak mukosa lambung dan memicu inflamasi persisten. Densitas kolonisasi H. pylori berkorelasi dengan tingkat keparahan inflamasi dan atrofi mukosa, yang dapat berkembang menjadi lesi prakanker dan kanker lambung. Resistensi antibiotik yang meningkat menuntut strategi eradikasi dan pencegahan yang lebih efektif. Simpulan: Infeksi H. pylori berkaitan erat dengan kejadian gastritis kronis dan komplikasinya. Penanganan yang optimal membutuhkan pemahaman mekanisme patogenik, pemilihan terapi yang sesuai, serta upaya pencegahan yang terintegrasi dengan kondisi lokal di Indonesia.                         Kata Kunci: Helicobacter pylori, Gastritis, Mekanisme Patogenik, Eradikasi
Profil Pasien Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Nabila, Afia Farah; Soleha, Tri Umiana; Morfi, Chicy Widya
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1094

Abstract

Background: Drug-resistant tuberculosis (DR-TB) is an increasingly complex health issue, especially when accompanied by chronic obstructive pulmonary disease (COPD) comorbidity, which can exacerbate lung conditions, affect therapeutic response, and reduce treatment success. This study aims to describe the characteristics of DR-TB patients with COPD comorbidity at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek from 2022 to 2024. Method: This study utilized a retrospective descriptive design. Data used were secondary data from patient medical records. Univariate analysis was performed to describe subject characteristics. Results: Among 46 patients, the majority were male (78.3%) aged 41–60 years (50%). RR-TB classification (76.1%) and long-term regimens (78.3%) dominated the findings. Therapeutic outcomes recorded 54.3% cured, 30.4% treatment completed, 8.7% failed, and 6.5% deceased. Discussion: DR-TB patients with COPD are more frequently observed in middle-aged males due to smoking exposure and occupational factors. The majority were classified as RR-TB, consistent with gradual resistance patterns. Long-term regimens were preferred as they are considered safer for lung function. Although COPD aggravates the condition, therapy remains likely to succeed with appropriate drug selection and patient adherence. Conclusion: DR-TB patients with COPD comorbidity are generally middle-aged males with a relatively good proportion of treatment success. Appropriate regimen selection and strict monitoring are required to optimize treatment outcomes.