Penelitian ini bertujuan mengevaluasi desain eksisting Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Rengat–Pekanbaru, Seksi Lingkar Pekanbaru pada Jalan Akses IC Rimbo Panjang STA 0+000–1+325, sekaligus mengembangkan alternatif perencanaan dengan menggunakan material timbunan ringan berupa mortar busa. Lokasi penelitian memiliki lapisan tanah organik setebal 2,5–6 meter dengan muka air tanah tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan pemampatan besar dan permasalahan stabilitas timbunan. Desain awal menggunakan metode replacement, Prefabricated Vertical Drain (PVD), dan geotekstil, namun ditemukan beberapa kendala teknis serta biaya pelaksanaan yang tinggi. Penelitian ini melakukan analisis terhadap berbagai kombinasi timbunan tanah dan mortar busa untuk memenuhi kriteria penurunan (Sc < 2 cm/tahun dan Sc < 10 cm/10 tahun) serta faktor keamanan timbunan (SF ≥ 1,5). Pemodelan penurunan dilakukan menggunakan pendekatan konsolidasi primer dan sekunder berdasarkan model Gibson & Lo, sementara analisis stabilitas menggunakan metode keseimbangan batas dengan variasi perkuatan geotekstil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi mortar busa mampu mengurangi penurunan sebesar 60–95% dan meningkatkan faktor keamanan sebesar 8–15% dibandingkan timbunan tanah konvensional. Dari sisi biaya, alternatif desain berupa kombinasi timbunan tanah dan mortar busa pada titik kritis menghasilkan penghematan sekitar 18% dibandingkan desain eksisting. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis untuk optimalisasi desain timbunan pada proyek jalan tol di atas tanah organik, khususnya terkait pengendalian penurunan, peningkatan stabilitas, dan efisiensi biaya konstruksi.