Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perbandingan Bambu Utuh dan Lidi Bundle Pada Sistem Struktur Atap Bambu Aditama, I Putu Deny Surastika; Yasa, I K; Suparta, A; Wahyu, M D
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61815

Abstract

Keterbatasan bahan bangunan konvensional seperti kayu, baja, dan beton yang sering berdampak negatif terhadap lingkungan mendorong pencarian material alternatif yang lebih ramah dan berkelanjutan. Bambu menjadi salah satu pilihan karena memiliki karakteristik ringan, kuat, lentur, dan dapat diperbarui dengan cepat. Pada konstruksi umumnya, bambu utuh digunakan sebagai elemen utama atap, sedangkan lidi bundle hanya dipakai sebagai komponen tambahan. Akan tetapi, dalam penerapan terkini, lidi bundle mulai digunakan sebagai elemen utama meskipun belum ada kajian ilmiah yang mendukung kekuatannya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan kinerja antara bambu utuh dan lidi bundle melalui simulasi numerik dengan metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak ABAQUS. Benda uji sepanjang 760 mm dimodelkan dengan tumpuan sederhana dan beban yang menyerupai kondisi riil. Pemodelan memakai elemen solid 3D tipe C3D8R dengan properti material yang diperoleh dari hasil pengujian laboratorium. Analisis mencakup kajian statik nonlinier untuk menilai deformasi serta distribusi tegangan, dan analisis buckling untuk mengevaluasi kestabilan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa lidi bundle mampu menahan gaya maksimum sebesar 0,95 kN dengan deformasi lebih kecil, sedangkan bambu utuh hanya mencapai 0,023 kN. Temuan ini menegaskan bahwa lidi bundle memiliki performa lebih unggul dan berpotensi diaplikasikan sebagai elemen utama struktur atap bambu yang efisien, inovatif, dan ramah lingkungan.
ANALISIS DINDING PENAHAN TANAH PADA SENDERAN PURA BANGKAK, DESA SIBETAN, KARANGASEM Aditama, I Putu Deny Surastika; I Made Adi Bhaskara2
Jurnal Abdi Daya 29-39
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.29-39

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pura Bangkak, Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem, Bali, sebagai upaya mengatasi permasalahan ketidakstabilan dinding tanah pada area parkir pura yang memiliki ketinggian ±3 meter dan panjang ±50 meter tanpa struktur penahan. Kondisi tersebut menimbulkan risiko longsor yang dapat mengancam keselamatan dan keberlanjutan fungsi pura sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, pengukuran geometri, pengujian tanah (SPT, kadar air, dan permeabilitas), serta pemetaan topografi menggunakan drone untuk memperoleh data kontur secara akurat. Berdasarkan hasil analisis, disusun desain teknis dinding penahan tanah berbahan beton bertulang dengan sistem drainase yang sesuai dengan karakteristik geoteknik setempat. Kegiatan ini juga mencakup sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemeliharaan serta deteksi dini kerusakan dinding penahan tanah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam menjaga infrastruktur sederhana, terciptanya desain teknis yang aplikatif, serta penguatan sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa. Program ini sejalan dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa.