Publish Date
30 Nov -0001
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pura Bangkak, Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem, Bali, sebagai upaya mengatasi permasalahan ketidakstabilan dinding tanah pada area parkir pura yang memiliki ketinggian ±3 meter dan panjang ±50 meter tanpa struktur penahan. Kondisi tersebut menimbulkan risiko longsor yang dapat mengancam keselamatan dan keberlanjutan fungsi pura sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, pengukuran geometri, pengujian tanah (SPT, kadar air, dan permeabilitas), serta pemetaan topografi menggunakan drone untuk memperoleh data kontur secara akurat. Berdasarkan hasil analisis, disusun desain teknis dinding penahan tanah berbahan beton bertulang dengan sistem drainase yang sesuai dengan karakteristik geoteknik setempat. Kegiatan ini juga mencakup sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemeliharaan serta deteksi dini kerusakan dinding penahan tanah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam menjaga infrastruktur sederhana, terciptanya desain teknis yang aplikatif, serta penguatan sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa. Program ini sejalan dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa.
Copyrights © 0000