Fauziannor, Achmad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Islamic Values in Addressing Hoaxes and Misinformation in Digital Media: A Systematic Literature Review Fitria, Rizky Salsabila; Anisah, Hastin Umi; Hatami, Hairul; Fauziannor, Achmad
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i1.35287

Abstract

Abstrak: Di era digital yang saling terhubung, penyebaran hoaks dan misinformasi melalui media sosial telah menjadi isu global. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan nilai-nilai Islam dalam menghadapi tantangan tersebut di platform digital. Dengan menggunakan Systematic Literature Review (SLR), sebanyak 38 studi relevan diidentifikasi dari 80 jurnal awal, yang kemudian disaring berdasarkan relevansi topik, metodologi, dan rentang publikasi (2019–2024). Analisis mencakup tema-tema utama seperti etika Islam, Tabayyun, media digital, dan kecerdasan buatan (AI) dalam verifikasi informasi. Temuan menunjukkan bahwa prinsip Tabayyun, yang menjadi pusat ajaran Islam dalam verifikasi informasi, efektif dalam memerangi hoaks di dunia digital. Namun, penerapannya pada platform media sosial masih terbatas. Penelitian ini juga menemukan bahwa AI berbasis nilai-nilai Islam memiliki potensi signifikan dalam mendeteksi hoaks dan misinformasi, meskipun penerapannya secara global masih kurang dieksplorasi. Studi ini menyoroti tantangan dan peluang dalam pengembangan teknologi AI berbasis etika Islam serta kebutuhan pendidikan digital berbasis Tabayyun untuk meningkatkan literasi, khususnya di kalangan generasi muda yang sangat bergantung pada media sosial. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut model AI berbasis Islam untuk verifikasi informasi serta integrasi prinsip Tabayyun dalam kebijakan media sosial guna memerangi misinformasi. Abstract: In the interconnected digital era, the spread of hoaxes and misinformation through social media has become a global issue. This study explores the application of Islamic values in addressing these challenges on digital platforms. Using a Systematic Literature Review (SLR), 38 relevant studies were identified from an initial pool of 80 journals, filtered based on topic relevance, methodology, and publication range (2019-2024). The analysis covers major themes like Islamic ethics, Tabayyun, digital media, and AI in information verification. The findings suggest that the principle of Tabayyun, central to Islam for information verification, is effective in combating hoaxes in the digital world. However, its application on social media platforms is limited. The research also finds that AI based on Islamic values has significant potential in detecting hoaxes and misinformation, though its global application remains underexplored. This study highlights the challenges and opportunities for developing AI technologies based on Islamic ethics and the need for Tabayyun-based digital education to enhance literacy, especially among younger generations who heavily rely on social media. The research suggests further development of AI-based Islamic models for information verification and the integration of Tabayyun in social media policies to combat misinformation. 
Islamic Digital Communication and the Changing Meanings of Religious Values: A Discourse Analysis of AI and Social Media Hatami, Hairul; Anisah, Hastin Umi; Fitria, Rizky Salsabila; Fauziannor, Achmad
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i1.35284

Abstract

Abstrak: Digitalisasi telah mentransformasi komunikasi keagamaan, memengaruhi cara nilai-nilai Islam disebarkan dan dipahami. Penelitian ini mengeksplorasi mediatization konsep tabayyun (verifikasi informasi) berdasarkan QS. Al-Hujurat 49:6 dalam ruang digital, dengan fokus pada Instagram, TikTok, dan chatbot Islami berbasis AI. Dengan menggunakan Analisis Wacana dalam kerangka Mediatization of Religion (Stig Hjarvard), penelitian ini menelaah (1) teks-teks klasik Islam, (2) video dakwah digital dengan total durasi 120 menit di media sosial, (3) 300–500 komentar pengguna, dan (4) 3–5 chatbot Islami berbasis AI. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi bagaimana tabayyun mengalami substitusi, amplifikasi, atau adaptasi dalam wacana keagamaan digital. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan yang digerakkan oleh algoritma, interaktivitas audiens, serta respons yang dihasilkan AI berkontribusi pada pergeseran narasi keagamaan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai bagaimana AI dan media sosial memediasi ajaran Islam, sekaligus membentuk pemahaman kontemporer tentang tabayyun di era digital. Abstract: Digitalization has transformed religious communication, influencing how Islamic values are disseminated and understood. This study explores the mediatization of tabayyun (verification of information) based on QS. Al-Hujurat 49:6 in digital spaces, focusing on Instagram, TikTok, and Islamic AI chatbots. Using Discourse Analysis within the framework of Mediatization of Religion (Stig Hjarvard), this research examines (1) classical Islamic texts, (2) digital dakwah videos accumulating to 120 minutes on social media, (3) 300-500 user comments, and (4) 3-5 AI-powered Islamic chatbots. The objective is to identify how tabayyun undergoes substitution, amplification, or adaptation in digital religious discourse. Findings indicate that algorithm-driven engagement, audience interactivity, and AI-generated responses contribute to shifts in religious narratives. This research provides insights into how AI and social media mediate Islamic teachings, shaping contemporary understandings of tabayyun in the digital era.