Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Menulis Mahasiswa Program Studi PBI STKIP Weetebula melalui Strategi POWERS Doni Kelen, Konradus; Milla, Daindo
Educational Journal of Islamic Management Vol. 4 No. 1 (2024): Call for Paper: Volume 4 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ejim.v4i1.2186

Abstract

Penelitian ini berangkat dari adanya keprihatinan rendahanya kemampuan menulis  mahasiswa semester tiga pada mata kuliah keterampilan menulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis  mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  quasiexperimental. Metode penelitian ini menggunakan dua grup subjek yakni grup eksperimental dan grup kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi powers sangat efektif  membantu mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan menulis mereka. Hasil ini juga bisa menjadi model bagi peningkatan keterampilan berbahasa lainnya. Data dari penelitian ini didapat dari studi lapangan di dua kelas pararel Semester III di STKIP Weetebula.
PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS XI SMA HKY WEEKOMBAKA Kami, Kanisius; Umbu Lede, Yohanes; Doni Kelen, Konradus; Bora, Selviana; Saingo, Petronela
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2172-2180

Abstract

Kegiatan pelatihan peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas XI SMA HKY Weekombaka dilaksanakan atas dasar adanya realitas yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas XI masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan gagasan secara runtut dan meyakinkan. Siswa kurang percaya diri saat berbicara di depan kelas, terbatas dalam penguasaan kosakata, serta cenderung pasif ketika menyampaikan pendapat. Kondisi ini menunjukkan bahwa keterampilan berbicara siswa masih perlu ditingkatkan melalui pembinaan yang terarah dan sistematis. Siswa masih menghadapi kesulitan ketika berbicara di depan umum, dan kesulitan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pengalaman, ketidakpercayaan pada kemampuan diri, dan tidak adanya keterampilan komunikasi yang efektif. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat, memperluas penguasaan kosakata, serta menumbuhkan sikap positif terhadap kegiatan berbicara. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kompetensi berbahasa siswa, tetapi juga mendukung pengembangan karakter percaya diri, kritis, dan komunikatif sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian terdiri dari: (1) pemaparan materi; (2) demonstrasi; (3) Latihan terbimbing; (4) simulasi; (5) Diskusi dan refleksi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak dalam bericara dan mengungkapkan pendapat di forum. Anak-anak semakin terampil berbicara, berani tampil, dan mampu mengekspresikan ide secara jelas, sehingga pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pengembangan kompetensi komunikasi siswa sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa depan
INKULTURASI BUDAYA SUMBA DALAM GEREJA KATOLIK DAN SAKRALITAS LITURGI Doni Kelen, Konradus; Kami, Kanisius; Malo, Arianti
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 7 No. 1 April 2026
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/jpp.v7i1.845

Abstract

The liturgy of the Catholic Church is present and rooted in local culture. This is possible because the church's liturgy can only be lived and expressed in local ways. On Sumba Island, the church's liturgy is expressed contextually and inculturatively, as seen in various forms of culture, such as language, music, dance, and clothing. This study aims to determine the people's impressions and feelings about the inculturation movement at the Holy Spirit Cathedral Parish. This research used qualitative methods with an ethnographic approach. Data for this study were obtained through in-depth interviews with informants from several groups. Subsequently, the data were analyzed descriptively and qualitatively. The results show that the practice of liturgical inculturation at the Holy Spirit Cathedral Parish in Weetebula does not diminish the sacredness of the liturgy as long as it is appropriate to its portion and context. Instead, it enriches the congregation's experience of faith, without diminishing the core of the faith as taught in the Catholic Church. The conclusion that can be drawn from this study is that inculturation and liturgical sacredness can coexist and do not negate each other. These findings can serve as pastoral recommendations within the Catholic Church regarding the importance of liturgical inculturation within the church.