Handika, Tata
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM DI MINANGKABAU ABDUL KARIM AMRULLAH DAN ABDULLAH AHMAD Rahimma, Wisma; Handika, Tata
As-Sulthan Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abdul Karim Amrullah and Abdullah Ahmad are reformers of Islamic education in Minangkabau. These two figures played an important role in the advancement of Islamic education in Minangkabau. The purpose of this article is to find out the thoughts on Islamic education and the concept of Islamic education initiated by Abdul Karim Amrullah and Abdullah Ahmad and how the differences and similarities in the thoughts of Islamic education from Abdul Karim Amrullah and Abdullah Ahmad. This research is a descriptive qualitative research with library research method. The results of this study indicate that Abdul Karim Amrullah carried out educational reforms in the curriculum field, namely incorporating religious sciences and languages ​​into the Islamic education curriculum reaching twelve subjects and using various kinds of books. These subjects are Nahwu Science, Sharaf Science, Fiqh Science, Interpretation Science, Monotheism Science, Hadith Science, Musthalah Hadith Science, Mantiq Science, Ma'ani Science, Bayan Science, Ushul Fiqh Science, the learning method used by Abdul Karim Amrullah is by changing the education system from halaqah to classical, while Abdullah Ahmad carried out educational reforms in the curriculum sector, namely integrating the curriculum of religious education and general education, and learning methods, namely debating clubs, reward and punishment methods and methods of playing games and recreation.
Hermeneutika Pembebasan Farid Esack terhadap Surat An-Nisā’ Ayat 75 dalam Konteks Ketimpangan di Papua Ahady, Abdurrahman; Faizin, Faizin; Viona, Alya; Handika, Tata
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v11i1.11118

Abstract

Kekerasan dan konflik berkepanjangan di Papua mencerminkan persoalan struktural yang memerlukan pendekatan teologis yang lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan hermeneutika pembebasan Farid Esack dalam membaca QS. An-Nisāʾ [4]:75 sebagai dasar pembelaan kaum tertindas, dalam konteks masyarakat Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menganalisis karya-karya utama Farid Esack serta referensi-referensi sekunder yang terkait dengan tafsir, hermeneutika, dan persoalan sosial Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hermeneutika Esack—yang memadukan prosedur regresif-progresif, gerakan ganda, dan enam kunci hermeneutika (taqwā, tauḥīd, an-nās, al-mustaḍ'afūn, al-'adl, qisṭ, dan jihād)—mampu menghadirkan pembacaan Al-Qur'an yang etis, praksis, dan imparsial. Kesimpulannya, pendekatan ini tidak hanya mengontekstualisasikan pesan moral Al-Qur'an, tetapi juga membuka jalan bagi agenda rekonsiliasi yang adil di Papua. Penelitian ini merekomendasikan perluasan penerapan hermeneutika Esack ke isu-isu sosial lain di Indonesia untuk memperkaya wacana interpretasi kontekstual dan praksis Islam yang membebaskan.