Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Impact of Learning Environment and Learning Anxiety on School Disaffection Nayla, Nela; Nurrahmah, Putriasani; Andrayani, Tita
LEOTECH: Journal of Learning Education and Technology Vol. 1 No. 2 (2024): LEOTECH: Journal of Learning Education and Technology
Publisher : CV. Akademi Merdeka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70152/leotech.v1i2.156

Abstract

This study aims to find out how the learning environment and learning anxiety affect the dissatisfaction of elementary school students, as well as to look at the role of mediating and moderation factors in these relationships. We analyzed several elementary schools in the Cirebon area, West Java. The learning environment encompasses the physical, social, and emotional conditions in the school that students feel on a daily basis. When this environment is unsupportive or uncomfortable, students tend to feel unhappy at school. On the other hand, learning anxiety such as fear of failure, anxiety about exams, or academic stress can also exacerbate negative feelings towards school. This study used a mediated analysis approach to see if learning anxiety is a relationship between a poor learning environment and school dissatisfaction. In addition, moderation analysis is also used to find out whether certain factors strengthen or weaken the relationship. This study uses a quantitative research design with a survey method to collect data from students through standardized questionnaires. To analyze the data, researchers used two software, namely SmartPLS with the SEM-PLS method and SPSS with the regression method using PROCESS Macro. The number of samples used was 240 students consisting of 120 male students and 120 female students with an age range between 9-12 years according to their grade level. The results show that learning anxiety does play a mediator, while several other factors can affect how strongly the learning environment affects students' feelings. These findings are important for teachers and schools in creating a more supportive environment for students to feel more comfortable, safe, and satisfied during the learning process at school.
Efektivitas Kegiatan Seni Rupa dan Seni Tari Terhadap Kreativitas Anak di Desa Karangmulya Marlina, Dina; Sariandiyanti, Elzsa; Nayla, Nela; Indriyani, Ninda Sindi; Rosidi, Rosidi; Maulana, Sarif; Yanti, Yuli
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i1.537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sejauh mana kegiatan seni tari dan seni rupa meronce efektif dalam mengembangkan kreativitas anak di Desa Karangmulya. Aktivitas seni diposisikan sebagai lingkungan belajar yang menyediakan pengalaman langsung serta mendorong keterlibatan aktif anak dalam proses kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif dan dilaksanakan pada November–Desember 2025 di Desa Karangmulya, Kabupaten Cirebon. Subjek penelitian mencakup anak-anak berusia 9–12 tahun sebagai peserta kegiatan seni, orang tua, serta perangkat desa yang berperan dalam pelaksanaan program. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap keterlibatan anak selama kegiatan seni tari dan meronce, serta wawancara mendalam dengan orang tua dan perangkat desa untuk menggali informasi mengenai perubahan perilaku, kreativitas, dan pemanfaatan waktu luang anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seni tari dan meronce mampu mendorong peningkatan keterlibatan aktif anak dalam proses kreatif, yang tercermin dari meningkatnya partisipasi, antusiasme, dan keberanian dalam berekspresi. Perkembangan kreativitas lebih menonjol pada aspek proses, seperti tingkat keaktifan dan intensitas keterlibatan anak, dibandingkan mutu hasil karya yang dihasilkan. Selain itu, kegiatan seni memberikan dampak positif terhadap pemanfaatan waktu luang, pembentukan karakter, serta perkembangan sosial-emosional anak. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan seni berbasis lingkungan dan komunitas memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan kreativitas anak.